Skip to content
Yellow Desk
Agustus 6, 2026
Kumparannews

Stok Tabung Oksigen di Bawean Menipis, Dinkes Gresik Ungkap Penyebabnya

Robert Hernandez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Pasokan oksigen medis di Pulau Bawean sedang mengalami tekanan signifikan. Stok Tabung Oksigen di Bawean tercatat menipis drastis dalam beberapa hari

Stok Tabung Oksigen di Bawean Menipis, Dinkes Gresik Ungkap Penyebabnya

Krisis Pasokan Oksigen Medis di Bawean: Analisis Penyebab dan Strategi Penanganan oleh Dinkes Gresik

Kabarnusantaraku.com – Pasokan oksigen medis di Pulau Bawean sedang mengalami tekanan signifikan. Stok Tabung Oksigen di Bawean tercatat menipis drastis dalam beberapa hari terakhir, memicu kekhawatiran masyarakat dan tenaga medis. Situasi ini memaksa seorang warga bernama H. Ridwan untuk mengambil langkah luar biasa dengan menyewa pesawat Susi Air guna membawa ibunya, Minasuha, yang berusia 79 tahun, menuju RSUD Ibnu Sina di Gresik. Keputusan ini diambil setelah ketersediaan oksigen di fasilitas kesehatan lokal mulai tidak memadai untuk kebutuhan pasien.

Faktor Cuaca Mengganggu Rute Logistik Laut

Menurut keterangan resmi dari Setyo Susilo, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Gresik, kondisi cuaca buruk menjadi penyebab utama terganggunya distribusi logistik kesehatan. Selama kurun waktu 28 Juli hingga 4 Agustus, kapal-kapal pengangkut tidak dapat beroperasi dengan normal. Gangguan ini secara langsung mempengaruhi pengiriman berbagai kebutuhan medis, termasuk tabung oksigen yang menjadi prioritas utama.

Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan menjadi kendala utama dalam distribusi logistik kesehatan ke Bawean. Selama periode 28 Juli hingga 4 Agustus, kapal menuju Bawean tidak beroperasi akibat cuaca buruk sehingga pengiriman logistik kesehatan, termasuk oksigen medis, tidak dapat dilakukan.

Jalur laut dari Pelabuhan Sidayu menuju Pelabuhan Bawean selama ini menjadi tulang punggung penyediaan oksigen medis. Ketika aktivitas pelayaran terhenti akibat cuaca ekstrem, stok di RSUD Umar Mas’ud mulai berkurang antara tanggal 1 hingga 3 Agustus. Sebagai respons cepat, Dinkes Gresik segera menyiapkan 40 tabung oksigen untuk dikirimkan melalui jalur udara sebagai solusi darurat.

Upaya Koordinasi dan Persiapan Logistik Lanjutan

Dinkes Gresik tidak hanya mengandalkan pengiriman darurat. Sebagai langkah antisipasi jangka menengah, pihak terkait juga menyiapkan 80 tabung oksigen tambahan untuk pasokan lanjutan. Pengiriman massal ini dijadwalkan setelah kapal barang kembali beroperasi secara penuh. Untuk memastikan kelancaran proses, koordinasi intensif dilakukan dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Syahbandar, serta berbagai pihak terkait di kawasan Paciran dan Lamongan.

Jika kondisi cuaca buruk berlangsung lebih lama dari perkiraan, alternatif distribusi melalui Koarmada II juga telah disiapkan. Meskipun jalur udara menjadi opsi, keterbatasan kapasitas pesawat dan prosedur khusus pengangkutan tabung oksigen menjadikan jalur laut sebagai pilihan utama untuk memasok RSUD Umar Mas’ud Bawean secara berkelanjutan.

Evaluasi Infrastruktur Kesehatan Kepulauan

Peristiwa ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk mengevaluasi dan memperkuat layanan kesehatan di wilayah kepulauan. Salah satu langkah strategis yang sedang diupayakan adalah pengadaan oxygen generator di RSUD Umar Mas’ud Bawean. Fasilitas baru ini diharapkan mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan oksigen medis rumah sakit, sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari daratan dapat dikurangi secara signifikan.

Kronologi Perjalanan Pasien Menuju Kota Gresik

Minasuha, ibu dari Ridwan, sebelumnya menjalani perawatan intensif selama lima hari di RSUD Umar Mas’ud Bawean. Stok oksigen medis di rumah sakit tersebut semakin menipis akibat terhentinya pasokan logistik. Ridwan khawatir oksigen yang tersedia hanya akan cukup hingga hari Minggu, tanggal 2 Agustus, sehingga tindakan segera diperlukan.

Setelah mencari informasi mengenai kapal yang berlayar menuju Gresik atau Lamongan, Ridwan tidak menemukan jadwal yang tersedia dalam waktu dekat. Akhirnya, ia memutuskan menyewa satu pesawat khusus Susi Air tanpa penumpang lain. Penerbangan dilakukan pada Sabtu, 1 Agustus, dari Bandara Harun Thohir Bawean menuju Bandara Juanda Surabaya.

Setelah tiba di Surabaya, Minasuha dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Ibnu Sina Gresik untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Ridwan mengungkapkan bahwa biaya penerbangan tersebut mencapai Rp110 juta. Jumlah tersebut belum termasuk pemenuhan dokumen medis dari maskapai serta biaya operasional pendukung lainnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Krisis Oksigen Bawean

Berapa lama kapal pengangkut tidak beroperasi? Kapal pengangkut tidak dapat beroperasi selama periode 28 Juli hingga 4 Agustus akibat cuaca buruk.

Berapa tabung oksigen yang disiapkan Dinkes Gresik? Dinkes Gresik menyiapkan 40 tabung untuk pengiriman darurat dan 80 tabung tambahan untuk pasokan lanjutan.

Apa solusi jangka panjang untuk masalah oksigen di Bawean? Pemerintah Kabupaten Gresik sedang mengupayakan pengadaan oxygen generator di RSUD Umar Mas’ud Bawean yang diharapkan mampu memenuhi 50 persen kebutuhan oksigen medis.

Berapa biaya sewa pesawat Susi Air? Biaya penerbangan yang disewa Ridwan mencapai Rp110 juta, belum termasuk dokumen medis dan biaya operasional lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *