Skip to content
Yellow Desk
Agustus 6, 2026
Kumparannews

Tutup MTQ DKI 2026, Pramono Optimistis Jakarta Raih Juara Nasional

Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Tutup MTQ DKI 2026 Pramono Anung menyampaikan optimisme tinggi bahwa delegasi ibu kota akan meraih posisi juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)

Tutup MTQ DKI 2026, Pramono Optimistis Jakarta Raih Juara Nasional

Pramono Anung Optimistis Jakarta Raih Juara Umum di MTQ Nasional 2026

Kabarnusantaraku.com – Tutup MTQ DKI 2026 Pramono Anung menyampaikan optimisme tinggi bahwa delegasi ibu kota akan meraih posisi juara umum pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional. Pernyataan tersebut diungkapkannya setelah meresmikan penutupan MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta edisi 2026 yang diselenggarakan di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026. Gubernur DKI Jakarta ini meyakini bahwa persiapan yang dilakukan selama ini sudah cukup matang untuk menghadapi kompetisi bergengsi tersebut.

Pramono menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ tahun ini berperan sebagai bekal berharga bagi Jakarta dalam menghadapi MTQ Nasional XXXI. Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung di Semarang antara tanggal 11 hingga 20 September 2026. Ia menambahkan bahwa sistem bertingkat yang diterapkan, mulai dari level kelurahan hingga provinsi, telah menghasilkan banyak talenta potensial yang siap bersaing di kancah nasional.

Transformasi Sistem Penyelenggaraan MTQ

Menurut Gubernur, format baru yang diterapkan berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya. MTQ DKI Jakarta kini dimulai dari tingkat kelurahan, kemudian berlanjut ke kecamatan, kota atau kabupaten administrasi, dan berakhir di tingkat provinsi. Perubahan ini dinilai berhasil meningkatkan antusiasme masyarakat serta memunculkan bakat-bakat baru dalam bidang tilawah Al-Qur’an. Sistem ini memungkinkan lebih banyak peserta terlibat dalam proses seleksi.

Acara yang kita selenggarakan ini adalah acara yang berjenjang, yang dulunya hanya mulai pada level provinsi, sekarang dimulai dari kelurahan, kemudian kecamatan, kabupaten/kota sampai dengan provinsi, ujarnya.

Pramono mengungkapkan bahwa inisiatif perubahan format tersebut berasal dari dirinya sendiri. Ia menilai langkah ini telah membuat pelaksanaan MTQ di Jakarta semakin meriah. Sebelumnya, kompetisi ini langsung dimulai dari tingkat provinsi tanpa melalui tahapan lebih rendah. Transformasi ini menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kualitas peserta MTQ DKI Jakarta.

Saya adalah orang yang paling bergembira pelaksanaan MTQ ini, karena dulu MTQ langsung pada tingkat provinsi. Saya yang mengusulkan untuk diubah mulai dari tingkat kelurahan. Kelurahan naik ke kecamatan, kecamatan, kota, kabupaten, baru provinsi, dan nanti pemenangnya akan kita kirim secara nasional. Inilah yang membuat MTQ di Jakarta begitu bergemuruh, yang dulu adem ayem, sekarang muncul bakat-bakat yang luar biasa, tuturnya.

MTQ sebagai Sarana Syiar dan Pembentukan Generasi Muslim

Menurut Pramono, MTQ tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi media syiar Islam dan membentuk generasi muda yang mencintai kitab suci. Ia berharap semangat mencintai Al-Qur’an terus tumbuh di kalangan masyarakat Jakarta. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk melestarikan budaya keislaman di ibu kota.

Bagi saya pribadi perlombaan ini bukan hanya sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi lebih bagaimana syiar agama Islam dan juga pembentukan generasi yang mencintai Al-Qur’an itu di Jakarta semakin bersemai dengan sangat baik, ucapnya.

Pramono juga menyebutkan bahwa Kota Administrasi Jakarta Selatan telah diumumkan sebagai juara umum MTQ kali ini. Ia berharap prestasi ini menjadi modal bagi Jakarta untuk meraih juara umum di tingkat nasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa sistem baru yang diterapkan telah memberikan hasil yang positif bagi perkembangan MTQ di Jakarta.

Persiapan Kader untuk MTQ Nasional dan Internasional

Sementara itu, Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) DKI Jakarta, M Ali Fahmi, menjelaskan bahwa MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta 2026 telah berlangsung selama delapan hari. Kompetisi dimulai pada 29 Juli dan ditutup pada 5 Agustus 2026. Selama periode tersebut, berbagai cabang lomba telah diselenggarakan untuk menemukan talenta terbaik.

Ali menambahkan bahwa MTQ tahun ini berhasil melahirkan kader-kader potensial di berbagai cabang lomba. Para pemenang akan mengikuti pembinaan intensif melalui training center sebagai persiapan mewakili DKI Jakarta pada MTQ Nasional. Ia menargetkan para kader siap secara fisik maupun mental untuk menjadi Duta Provinsi DKI Jakarta pada MTQ ke-32 Tingkat Nasional Tahun 2027.

MTQ Piala Gubernur DKI Jakarta Tahun 2026 Tingkat Provinsi DKI Jakarta telah menghasilkan kader potensial dan berkualitas pada semua cabang dan golongan. Kader-kader tersebut selanjutnya akan dibina secara intensif melalui pembinaan (di) training center sehingga benar-benar siap, baik fisik maupun mental, untuk menjadi Duta Provinsi DKI Jakarta pada event MTQ ke-32 Tingkat Nasional Tahun 2027, ujar Ali.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang MTQ DKI 2026

Kapan MTQ DKI 2026 diselenggarakan? MTQ DKI 2026 berlangsung selama delapan hari, dimulai pada 29 Juli dan ditutup pada 5 Agustus 2026 di Balai Kota DKI Jakarta.

Apa yang membedakan MTQ DKI 2026 dengan tahun-tahun sebelumnya? Perbedaan utamanya terletak pada sistem penyelenggaraan yang dimulai dari tingkat kelurahan, bukan langsung dari tingkat provinsi seperti sebelumnya.

Kapan MTQ Nasional XXXI akan berlangsung? MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung di Semarang antara tanggal 11 hingga 20 September 2026.

Siapa juara umum MTQ DKI 2026? Kota Administrasi Jakarta Selatan diumumkan sebagai juara umum MTQ DKI 2026 kali ini.

Apakah ada rencana untuk MTQ tingkat internasional? Para kader yang terpilih akan dipersiapkan tidak hanya untuk MTQ Nasional, tetapi juga berpotensi mewakili Indonesia di ajang MTQ internasional di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *