Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Key Strategy: Wagub DKI Akui Banyak Kerja Sama ‘Sister City’ Tak Aktif, Bakal Dihidupkan Lagi

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Key Strategy: Wagub DKI Jakarta Akan Bangun Kembali Kerja Sama dengan Kota-Kota Sister City Key Strategy - Dalam upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota

Key Strategy: Wagub DKI Akui Banyak Kerja Sama ‘Sister City’ Tak Aktif, Bakal Dihidupkan Lagi

Key Strategy: Wagub DKI Jakarta Akan Bangun Kembali Kerja Sama dengan Kota-Kota Sister City

Key Strategy – Dalam upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan bahwa strategi utama akan fokus pada revitalisasi kerja sama dengan kota-kota kemitraan atau ‘sister city’. Ia mengungkapkan bahwa beberapa perjanjian internasional yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga akan diaktifkan kembali dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kota. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Jakarta Twilight Soireè, yang digelar di kawasan Jakarta Pusat sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.

Penguatan Kemitraan Internasional sebagai Strategi Utama

Rano Karno menjelaskan bahwa kota-kota ‘sister city’ merupakan mitra strategis yang dapat membantu Jakarta mengakses sumber daya, teknologi, dan pengalaman pembangunan dari negara-negara lain. Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berdampak pada hubungan diplomatik, tetapi juga memperluas peluang investasi dan kerja sama bidang pendidikan serta budaya. “Strategi utama ini dirancang agar Jakarta bisa membangun konektivitas yang lebih kuat, sehingga bisa menjadi pusat global yang dinamis,” tambahnya saat memberikan sambutan di acara tersebut.

“Selama ini, beberapa sister city sudah ada, tetapi bisa dikatakan tertidur. Kini, kami ingin menggerakkan kembali kolaborasi ini, karena Jakarta membutuhkan pendekatan strategis untuk mempercepat transformasi,” papar Rano kepada tamu undangan.

Menurut Rano, revitalisasi kerja sama internasional ini merupakan bagian dari upaya membangun Jakarta menjadi kota yang memiliki daya saing tinggi di tingkat global. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada komitmen kedua belah pihak dan dukungan dari berbagai pihak yang terlibat, termasuk duta besar negara-negara sahabat. “Kami percaya, dengan Key Strategy yang tepat, Jakarta bisa menjadi model kota yang berkolaborasi secara efektif,” katanya.

Implementasi Strategi Berdasarkan Kebutuhan Jakarta

Acara Jakarta Twilight Soireè yang dihadiri sekitar 50 dari total 70 tamu undangan, menjadi momentum penting untuk mengevaluasi peran kemitraan internasional dalam pembangunan Jakarta. Rano menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini dirancang agar lebih banyak negara bisa melibatkan diri dalam program-program yang saling menguntungkan. “Dengan Key Strategy yang diterapkan, kami berharap bisa menarik lebih banyak perhatian dari kota-kota kemitraan untuk bergabung dalam inisiatif pembangunan baru,” tuturnya.

Kota-kota ‘sister city’ yang menjadi prioritas dalam strategi ini, menurut Rano, akan dipilih berdasarkan potensi kecocokan dalam bidang ekonomi, teknologi, dan pariwisata. Ia menilai bahwa kota-kota seperti Seoul, Paris, dan Tokyo memiliki pengalaman yang bisa diadopsi oleh Jakarta untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan publik. “Dukungan dari negara-negara sahabat sangat berharga, karena mereka menjadi jembatan untuk memperluas jaringan kerja sama Jakarta,” imbuhnya.

Peluang dan Tantangan dalam Strategi Utama

Sebagai bagian dari Key Strategy, Pemprov DKI Jakarta juga menyusun rencana kerja sama yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Rano Karno menyebutkan bahwa kota-kota kemitraan akan menjadi mitra dalam pengembangan sektor-sektor kunci seperti energi terbarukan, pendidikan tinggi, dan inovasi teknologi. “Kota-kota ini bisa menjadi contoh dalam membangun kota yang berkelanjutan, sehingga Jakarta bisa menjadi pusat keunggulan di Asia Tenggara,” jelasnya.

Di sisi lain, Rano mengakui bahwa terdapat tantangan dalam membangun kemitraan ini, seperti keselarasan tujuan antara Jakarta dan kota-kota luar negeri, serta keterlibatan aktif pihak-pihak terkait. Namun, ia yakin dengan Key Strategy yang dirancang secara komprehensif, Jakarta bisa mengatasi hambatan tersebut. “Kami berharap melalui kolaborasi ini, Jakarta bisa meraih prestasi besar dalam membangun kota yang layak ditiru oleh kota-kota lain,” pungkasnya.

“Kerja sama dengan sister city bukan hanya sekadar simbol, tetapi harus menjadi alat nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jakarta,” tambah Rano.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *