Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Key Discussion: Purbaya: Panda Bond Buat Biayai Proyek Infrastruktur RI

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Key Discussion: Purbaya: Panda Bond untuk Mendanai Infrastruktur RI Key Discussion - Pada pertemuan Komite IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPD RI) pada Senin

Key Discussion: Purbaya: Panda Bond Buat Biayai Proyek Infrastruktur RI

Key Discussion: Purbaya: Panda Bond untuk Mendanai Infrastruktur RI

Key Discussion – Pada pertemuan Komite IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPD RI) pada Senin (22/6), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan rencana penerbitan panda bond yang akan menggunakan mata uang yuan. Strategi ini bertujuan untuk memperkuat pendanaan proyek infrastruktur nasional, seperti pembangunan jalan tol dan proyek strategis lainnya, dengan mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Menurut Purbaya, pendekatan ini akan memberikan hasil yang lebih menjanjikan bagi negara, karena menawarkan pengembalian dana yang lebih kompetitif.

Strategi Diversifikasi Sumber Dana

Dalam Key Discussion, Purbaya menegaskan bahwa panda bond adalah bagian dari upaya untuk mengalihkan sumber dana ke dalam mata uang lokal. “Pada dasarnya, panda bond tidak menambah utang, tapi memperkuat fleksibilitas pendanaan,” ujarnya. Ia menjelaskan, dengan menggunakan yuan, pemerintah dapat memperoleh dana yang lebih murah dibandingkan dolar, sekitar 3 persen lebih rendah. Langkah ini juga membantu mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar rupiah, sekaligus memastikan aliran dana tetap stabil dari pasar eksternal.

“Daripada saya undang investor asing dengan uang yang sama, kita bisa beli barang yang return-nya ke sini. Jadi, kalau di Tiongkok, return-nya hanya 3 persen, sementara di sini bisa lebih baik,”

Kelompok penerima panda bond akan terdiri dari investor Tiongkok, termasuk lembaga keuangan besar di Beijing. Dengan penggunaan yuan sebagai alat transaksi, Purbaya menilai ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan investor dalam negeri dan luar negeri. Ia juga menekankan bahwa panda bond akan memudahkan transaksi keuangan dalam skala besar, terutama dalam proyek infrastruktur yang membutuhkan dana miliaran rupiah.

Kerja Sama dengan Tiongkok

Purbaya telah melakukan kunjungan ke Beijing pada Rabu (17/6) dan bertemu dengan Menteri Keuangan Tiongkok, Lan Fo’an, serta para pemangku kebijakan ekonomi. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerja sama bilateral dan mengoptimalkan akses ke pasar keuangan Tiongkok. Dalam Key Discussion, ia menjelaskan bahwa penggunaan panda bond akan diintegrasikan dengan kerja sama swap mata uang dan transaksi lokal, yang sudah terjalin sebelumnya.

Dalam lawatan tersebut, Purbaya juga berdiskusi dengan People’s Bank of China (PBOC), Shanghai Cooperation Organization (SCO) Development Bank, serta Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Langkah ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penerbitan obligasi berdenominasi yuan untuk membiayai proyek jangka panjang. Pemerintah Indonesia menargetkan panda bond sebagai bentuk kerja sama ekonomi yang bisa mengurangi paparan terhadap dolar AS secara bertahap.

“Dengan panda bond, kita bisa mengoptimalkan hasil transaksi, karena investor Tiongkok lebih percaya pada yuan. Sementara itu, kita juga bisa mengurangi beban dari dolar AS yang selama ini menjadi penghalang pertumbuhan ekonomi,”

Key Discussion mengungkapkan bahwa penerbitan panda bond akan dilakukan dalam skala besar, termasuk melibatkan investor lokal dan asing. Purbaya menambahkan, strategi ini tidak hanya menguntungkan Indonesia, tapi juga memberikan peluang kepada Tiongkok untuk mengembangkan investasinya di pasar keuangan global. Ia menilai kerja sama bilateral seperti ini menjadi fondasi penting untuk membangun ekonomi yang lebih seimbang dan stabil.

Manfaat Jangka Panjang untuk Infrastruktur

Pandangan Key Discussion menyebutkan bahwa panda bond akan menjadi solusi jangka panjang dalam membiayai proyek infrastruktur RI. Proyek seperti jalan tol, pelabuhan, dan pembangunan energi terbarukan membutuhkan dana besar, dan panda bond memberikan kemudahan dalam mengakses dana asing tanpa harus mengubah mata uang pokok. Purbaya menjelaskan, pendanaan ini bisa diberikan dalam bentuk pinjaman jangka panjang dengan suku bunga yang lebih terjangkau, sehingga negara tidak terbebani oleh tekanan kenaikan bunga dolar AS.

Key Discussion juga mengungkapkan bahwa penerbitan panda bond akan memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia. Dengan adanya alat transaksi dalam yuan, Purbaya berharap para investor akan lebih tertarik untuk berpartisipasi, terutama dalam proyek infrastruktur yang menawarkan return yang menjanjikan. Ia menegaskan bahwa ini adalah bagian dari strategi diversifikasi sumber dana yang diperlukan untuk mencapai kemandirian finansial dan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan.

Key Discussion memastikan bahwa penerbitan panda bond akan dilakukan secara bertahap, dengan keterlibatan lembaga keuangan Tiongkok dan pemerintah Indonesia. Purbaya menjelaskan bahwa langkah ini bisa menjadi pilot project yang akan diikuti oleh negara-negara lain di Asia Tenggara. Dengan demikian, Key Discussion menjadi bagian penting dalam mengubah paradigma pendanaan proyek nasional dan memperkuat kemitraan ekonomi dengan Tiongkok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *