Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

New Policy: Prabowo Sebut Sudah Tutup 240 BUMN, Bakal Terus Bertambah Jadi 800

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Prabowo: New Policy Merupakan Penutupan 240 BUMN, Target 800 Perusahaan New Policy - Dalam pidatonya saat Penutupan Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar

New Policy: Prabowo Sebut Sudah Tutup 240 BUMN, Bakal Terus Bertambah Jadi 800

Prabowo: New Policy Merupakan Penutupan 240 BUMN, Target 800 Perusahaan

New Policy – Dalam pidatonya saat Penutupan Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, Selasa (23/6), Prabowo Subianto menyampaikan kebijakan baru terkait penutupan 240 BUMN yang telah dilakukan, dengan target penutupan mencapai 800 perusahaan dalam waktu dekat. Kebijakan ini menjadi fokus perhatian publik karena dianggap sebagai langkah strategis dalam menata sektor BUMN yang dianggap tidak efisien dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Penutupan BUMN sebagai Upaya Reformasi

Prabowo menekankan bahwa dalam masa pemerintahannya, jumlah BUMN yang beroperasi mencapai lebih dari 1.000 perusahaan. Namun, menurutnya, tidak semua BUMN mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian. “Saya sempat mengira jumlah BUMN hanya sekitar 300, tetapi saat memasuki jabatan presiden, ternyata lebih dari 1.000 perusahaan,” kata Prabowo. Ia menjelaskan bahwa penutupan BUMN dalam New Policy bertujuan mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi.

“Sekarang kita sudah tutup kurang lebih berapa, Mensesneg? Kurang lebih sudah 240 yang kita tutup. Enggak ada yang untung, rugi terus. Kalau tidak salah kita ujungnya akan menutup kurang lebih 800 perusahaan negara, minimal 700-lah,” imbuh Prabowo.

Menurut Prabowo, tindakan penutupan BUMN ini sangat penting karena menghemat anggaran negara. Dengan mengurangi jumlah direktur dan komisaris, ia memperkirakan penghematan hingga triliunan rupiah. “Anda bisa bayangkan yang sudah kita tutup 240, itu kalau dihitung umpamanya 4 direksi sama 4 komisaris itu 8 kali 200, 1.600. Kalau gajinya masing-masing Rp 50 juta rupiah sebulan, berapa itu?” jelasnya. Prabowo menambahkan bahwa para direksi BUMN yang merugi tetap mendapatkan gaji dan bonus, sehingga dianggap sebagai cara mereka menutupi korupsi.

Langkah Penyederhanaan BUMN dalam New Policy

Sebelumnya, BP BUMN dan Danantara Indonesia telah melakukan penyederhanaan dengan menggabungkan atau menutup beberapa anak usaha BUMN. Contohnya, PT PLN dipangkas menjadi 23 anak usaha, PT Pupuk Indonesia menjadi 17, PT Telkom Indonesia 19, PT Pelindo 24, PTPN 18, serta PT Semen Indonesia 12 anak usaha. Langkah ini sejalan dengan New Policy yang ditujukan untuk menyederhanakan struktur perusahaan milik negara.

Dalam New Policy, Prabowo juga menyoroti pentingnya mengevaluasi kinerja BUMN secara berkala. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya mengurangi jumlah perusahaan, tetapi juga mengarahkan fokus pada BUMN yang memiliki potensi kontribusi lebih besar. “Dengan menutup 240 BUMN, kita bisa fokus pada 800 perusahaan yang lebih layak mendapatkan dukungan pemerintah,” tegas Prabowo. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih transparan dan berkinerja optimal.

Analisis terhadap kebijakan New Policy menunjukkan bahwa penutupan BUMN bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah kerugian yang terus-menerus. Prabowo menyebutkan bahwa ratusan perusahaan yang ditutup bisa memberikan penghematan signifikan. “Sudah rugi minta bonus lagi. Saudara-saudara, sudah kita tutup, kita menghemat triliunan hanya dari perusahaan-perusahaan yang enggak bener,” ujarnya. Ia menekankan bahwa New Policy bukan sekadar kebijakan penutupan, tetapi juga reformasi struktural yang mengarah pada pertumbuhan ekonomi lebih sehat.

Perspektif Ekonomi dan Kepuasan Masyarakat

Dalam perspektif ekonomi, kebijakan New Policy dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap anggaran negara. Prabowo menyebutkan bahwa penutupan BUMN yang dianggap tidak produktif akan memberikan ruang bagi perusahaan-perusahaan yang lebih efisien. “Dengan menutup BUMN yang rugi, kita bisa alihkan dana ke sektor yang lebih berkontribusi,” jelasnya. Ia juga menyoroti bahwa New Policy diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap manajemen BUMN.

Sejumlah ekonom menyambut positif langkah penutupan BUMN dalam New Policy. Mereka menilai bahwa ini adalah langkah yang bijak untuk mengoptimalkan penggunaan dana negara. Namun, ada pihak yang khawatir bahwa penutupan tersebut bisa berdampak pada kesejahteraan karyawan BUMN. Prabowo menegaskan bahwa penghematan yang diperoleh akan digunakan untuk investasi yang lebih produktif, bukan hanya untuk keuntungan pribadi para direksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *