Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Main Agenda: Kelapa Parut Gorontalo Tembus Eropa, Barantin RI Beri ‘Karpet Merah’ Hilirisasi

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Main Agenda: Gorontalo Kelapa Parut Ekspor ke Eropa Main Agenda – Badan Karantina Indonesia (Barantin) resmi meluncurkan ekspor 26 ton kelapa parut olahan

Main Agenda: Kelapa Parut Gorontalo Tembus Eropa, Barantin RI Beri ‘Karpet Merah’ Hilirisasi

Main Agenda: Gorontalo Kelapa Parut Ekspor ke Eropa

Main Agenda – Badan Karantina Indonesia (Barantin) resmi meluncurkan ekspor 26 ton kelapa parut olahan dari Gorontalo ke Jerman, Selasa (23/6). Ekspor ini diproses melalui Bandar Udara Djalaluddin dengan nilai total mencapai Rp1,2 miliar. Pelepasan barang diawasi oleh Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, yang menilai hal ini sebagai bukti bahwa produk lokal daerah Gorontalo mampu bersaing di pasar internasional, termasuk Eropa yang dikenal memiliki standar kualitas ketat.

Peluncuran Hilirisasi Produk Lokal

Karding menekankan bahwa ekspor kelapa parut dengan nilai tambah tinggi merupakan bagian dari upaya hilirisasi yang menjadi prioritas pemerintah. Ia menyampaikan, Barantin berperan sebagai pengawas sekaligus penunjang dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk ekspor nasional. “Kami berkomitmen memberikan dukungan ekspor yang komprehensif agar produk Indonesia, termasuk dari Gorontalo, bisa memenuhi standar internasional,” tambahnya.

“Pelepasan ini bukan sekadar simbolis, tapi menggambarkan keseriusan Gorontalo dalam mengembangkan industri lokal dan menembus pasar global,” jelas Karding.

Dalam upaya mengakselerasi hilirisasi, Barantin memberikan fasilitas teknis, konsultasi, dan layanan sertifikasi yang terintegrasi dengan sistem digital. Penyertifikasiannya yang terstruktur ini membantu pelaku usaha daerah meningkatkan kualitas produk hingga siap dikirim ke pasar internasional. Dengan dukungan tersebut, Gorontalo semakin yakin bisa menjaga keberlanjutan ekspor, termasuk ke negara-negara anggota Uni Eropa.

Perkembangan Ekspor Gorontalo

Ekspor kelapa parut Gorontalo tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan. Menurut data dari Badan Karantina Indonesia, total ekspor daerah tersebut dari Januari hingga Mei 2026 mencapai Rp643,72 miliar, naik 10,76 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara volume ekspor mencapai 149,50 juta kilogram, meningkat 21,55 persen secara tahunan, dengan total 477 pengiriman.

Keberhasilan ekspor ini terutama didorong oleh percepatan hilirisasi yang menekankan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. Kelapa parut, yang sebelumnya hanya dijual sebagai bahan mentah, kini bisa diolah menjadi makanan olahan seperti kue tradisional, minyak kelapa, atau produk lain yang diminati pasar luar negeri. “Ini menunjukkan bahwa hilirisasi bukan hanya tentang ekspor, tetapi juga meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat lokal,” tambah Kepala Karantina Gorontalo, Iswan Hariyanto.

Barantin juga aktif memberikan pendampingan teknis kepada pelaku usaha, termasuk pelatihan pengelolaan sertifikasi, sistem traceability, dan inspeksi berbasis sains. Dukungan ini memastikan komoditas daerah bisa memenuhi persyaratan ekspor, sehingga lebih mudah masuk ke pasar Eropa yang sangat kompetitif. Dengan sistem digitalisasi, proses sertifikasi bisa lebih efisien, mengurangi waktu dan biaya.

Persiapan untuk Pasar Global

Menyambut ekspor ke Eropa, Barantin terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah serta pengusaha lokal. Upaya ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan hilirisasi serta meningkatkan kapasitas industri. “Kami berupaya menjadikan Gorontalo sebagai pusat produksi produk berbasis kelapa yang kompetitif di tingkat internasional,” ujar Iswan Hariyanto.

Menurutnya, ekspor kelapa parut ke Jerman menjadi momentum penting untuk memperkenalkan produk Gorontalo ke pasar global. Dengan nilai ekonomi yang tinggi, komoditas ini diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. Selain itu, pengembangan hilirisasi juga dianggap sebagai langkah strategis dalam meningkatkan keberdayaan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan.

Kepala Karantina Gorontalo menambahkan bahwa dukungan sertifikasi dan layanan digital menjadi kunci keberhasilan hilirisasi. Proses pengawasan yang ketat diawal dan pengembangan produk yang terencana bisa memastikan kualitas tetap terjaga. “Dengan layanan yang terintegrasi, kami yakin ekspor Gorontalo akan terus tumbuh,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *