Pemerintah Dorong Perpanjangan Perpres Stunting dan Sinkronisasi Data MBG 3B
Topics Covered menjadi fokus utama dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan stunting. Mendukbangga Wihaji, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6), menyebutkan bahwa regulasi Perpres Nomor 72 Tahun 2021 akan segera diperpanjang setelah masa berlakunya berakhir pada 2024. Hal ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dan meningkatkan hasil program pencegahan stunting.
Program MBG 3B dan Keterlibatan Lembaga Pemerintah
Dalam rapat tersebut, Topik yang dibahas termasuk evaluasi program stunting dan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (kelompok 3B). Wihaji menjelaskan bahwa Perpres 72/2021 membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), tetapi program ini dianggap kurang optimal karena terlalu banyak kementerian yang terlibat. “Kita perlu mengoptimalkan koordinasi agar fokus utama adalah kualitas intervensi, bukan jumlah lembaga yang terlibat,” tegasnya.
“Perpres ini telah habis masa berlakunya, sehingga hasil rapat menyarankan percepatan regulasi pengganti agar lebih adaptif dengan dinamika data dan kebutuhan masyarakat,” kata Wihaji.
Proses Sinkronisasi Data dan Tantangan Utama
Pengembangan program MBG 3B yang menjadi Topik utama juga memerlukan sinkronisasi data antarlembaga. Wihaji mengungkapkan bahwa data penerima manfaat masih dalam proses penyesuaian antara Kemendukbangga dan Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menekankan bahwa pendataan kelompok sasaran harus diperbarui secara berkala karena status ibu hamil bisa berubah setiap minggu.
“Koordinasi yang dinamis sangat penting untuk memastikan data akurat dan program berjalan tepat sasaran,” tambah Wihaji.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah mendorong Tim Pendamping Keluarga (TPK) di daerah untuk memperbarui informasi penerima manfaat. Langkah ini bertujuan mempercepat sinkronisasi data dan mengurangi kesenjangan informasi yang dapat memengaruhi keberhasilan program. Topik ini juga menjadi perhatian utama dalam menjaga konsistensi data nasional yang diperlukan untuk mengevaluasi progres pencegahan stunting.
Stunting, atau gagal tumbuh, tetap menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat Indonesia. Data SSGI 2024 menunjukkan bahwa angka stunting nasional mencapai 19,8 persen, meskipun pemerintah telah berupaya menurunkannya hingga 18,8 persen pada 2025. Dengan memperpanjang Perpres stunting, diharapkan peraturan tersebut bisa memperkuat pelaksanaan MBG 3B dan program lainnya yang terkait.
Program MBG 3B, yang merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk Topik pencegahan stunting, menyasar kelompok rentan yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penyelarasan data antarinstansi dianggap krusial agar distribusi bantuan bergizi bisa tepat sasaran. Wihaji menegaskan bahwa sinkronisasi data harus dilakukan secara rutin dan terpadu untuk menghindari kesalahan distribusi dan penyalahgunaan anggaran.
Di samping itu, pemerintah juga menekankan pentingnya pendekatan multidimensi dalam mengatasi stunting. Program Genting dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting menjadi dua inisiatif utama yang diharapkan bisa mengurangi stunting melalui edukasi, pengurangan pernikahan dini, dan pengadaan fasilitas layak huni. Topik ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mencapai target RPJMN 2025.
Koordinasi antarlembaga, khususnya dalam penyusunan regulasi baru, akan terus diperkuat. Wihaji mengatakan bahwa substansi penting dari Perpres 72/2021 telah menjadi dasar untuk mengembangkan regulasi pengganti. Dengan memperpanjang Perpres stunting, pemerintah ingin memastikan bahwa program ini bisa berlanjut secara efektif tanpa kesenjangan dalam pelayanan. Topik ini juga menjadi wacana dalam diskusi kementerian terkait dan lembaga pemerintah daerah.
Sejalan dengan itu, pemerintah berharap program MBG 3B bisa menjadi pusat perhatian dalam pencegahan stunting. Wihaji menargetkan bahwa proses sinkronisasi data akan segera tervaksinasi agar keberhasilan program bisa diukur secara lebih akurat. Dengan Topik yang diusulkan, pemerintah ingin menjamin keberlanjutan program MBG 3B dan keberhasilan pencegahan stunting di masa depan.
