Gula Semut Banyumas Menembus Pasar AS
Latest Program – Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan setelah salah satu produk unggulannya, gula semut kelapa, sukses diekspor ke pasar internasional. Ekspor senilai USD 46.000 ini ditujukan ke kota Chicago, Amerika Serikat, dan menjadi bagian dari strategi penguatan ekspor produk gula kelapa organik. Berdasarkan pernyataan Menteri Perdagangan Budi Santoso, gula semut Banyumas memiliki potensi besar untuk menguasai pasar dunia, terutama dengan peningkatan permintaan global dan akses yang lebih luas melalui perjanjian perdagangan internasional.
“Semoga gula semut Banyumas dapat menjadi salah satu pemasok terpenting di dunia. Ke depan, kalau ada hilirisasi, nilai tambahnya akan semakin tinggi,” ujar Budi Santoso saat melepas ekspor di halaman PT Integral Mulia Cipta (IMC), Desa Wiradadi, Kecamatan Sokaraja, Kamis (25/6), seperti dilaporkan Antara.
Kepala Badan Pajak dan Dana Perimbangan (Kemendag) menekankan bahwa produk berbasis desa seperti gula semut mampu bersaing di pasar global. Ini juga berkontribusi pada peningkatan ekspor nasional, terutama di negara-negara seperti Amerika Serikat yang menjadi salah satu pasar utama Indonesia. Dalam 2025, AS mencatat surplus perdagangan terbesar sebesar 18,11 miliar dolar AS dari total ekspor sekitar 30,9 miliar dolar AS.
Kemendag sedang mengoptimalkan peran 46 perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, termasuk Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), untuk membantu pengembangan pasar dan meningkatkan volume ekspor. Penguatan sistem sertifikasi serta standar mutu produk melalui kerja sama saling pengakuan (MRA) juga ditekankan, agar hasil uji laboratorium Indonesia bisa diterima oleh negara tujuan ekspor.
Ekspor ke Pasar Internasional
Sebanyak 98 persen produksi gula semut PT IMC sudah ditujukan ke luar negeri dan telah menjangkau 56 negara. Mendag menyatakan bahwa prospek ekspor gula semut masih sangat menggiurkan, terutama dengan dukungan kebijakan pemerintah yang terus memperluas akses pasar. Saat ini, Indonesia memiliki 20 perjanjian perdagangan yang sudah diimplementasikan dan 11 lainnya dalam proses negosiasi, termasuk dengan Uni Ekonomi Eurasia dan Kanada.
Upaya Perluasan Pasar
Dalam sambutan resmi, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyoroti peran PT IMC sebagai pelopor pengembangan gula kelapa organik. Perusahaan ini bekerja sama dengan koperasi dan kelompok petani yang sudah mendapatkan sertifikasi organik internasional sejak 2016. Program ini memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi petani melalui CSR premium dari pembeli di Jerman, asalkan bahan baku berasal dari koperasi yang terakreditasi.
Walaupun sempat mengalami hambatan selama pandemi akibat penolakan beberapa kontainer ekspor karena ketidaksesuaian standar, koperasi dan perusahaan telah melakukan perbaikan tata kelola. Kini kualitas produk kembali memenuhi syarat pasar internasional. Bupati berharap ekspor ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan berkolaborasi agar produk Banyumas lebih dikenal secara global.
