Skip to content
Yellow Desk
Agustus 3, 2026
Kumparanbisnis

BPS Catat Harga Beras Premium di Penggilingan Melonjak 10 persen dalam Setahun

Susan Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data terkini seputar pergerakan harga beras di Indonesia. Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada awal Agustus

BPS Catat Harga Beras Premium di Penggilingan Melonjak 10 persen dalam Setahun

BPS Catat Harga Beras Premium Melonjak 10 Persen

Kabarnusantaraku.com – Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data terkini seputar pergerakan harga beras di Indonesia. Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada awal Agustus 2026, terdapat kenaikan signifikan yang terjadi pada komoditas pangan pokok ini. Salah satu temuan menarik adalah BPS Catat Harga Beras Premium di tingkat penggilingan mengalami lonjakan mencapai 10 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Data tersebut memberikan gambaran jelas mengenai dinamika pasar beras nasional. Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada satu jenis beras saja, melainkan merambah berbagai kategori kualitas. Namun, beras premium menjadi yang paling merasakan dampak kenaikan harga secara tahunan. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi konsumen maupun pelaku usaha di sektor pangan.

Nilai Tukar Petani dan Sektor Perikanan

Selain fokus pada harga beras, BPS juga melaporkan perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Juli 2026. Angka NTP tercatat sebesar 127,84, menunjukkan peningkatan sebesar 0,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini terjadi karena indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan lebih tajam dibandingkan dengan indeks harga yang mereka terima dari penjualan komoditas.

Ateng Hartono, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, menjelaskan bahwa penurunan indeks harga yang diterima petani terutama dipengaruhi oleh melemahnya harga sejumlah komoditas hortikultura. Komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, tomat, serta cabai merah menjadi faktor utama. Kondisi ini menjadikan subsektor hortikultura sebagai sektor dengan penurunan NTP terdalam pada Juli 2026.

Subsektor hortikultura mengalami penurunan NTP sebesar 8,49 persen. Kondisi ini disebabkan karena indeks harga yang diterima oleh petani hortikultura turun sebesar 8,74 persen. Turun lebih dalam jika dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar yaitu turun 0,28 persen, ungkap Ateng.

Di sisi lain, BPS mencatat nilai tukar perikanan meningkat 1,01 persen. Kenaikan tersebut didorong oleh membaiknya nilai tukar nelayan maupun pembudidaya ikan, dengan komoditas seperti rajungan, tongkol, rumput laut, bandeng, dan udang menjadi penyumbang utama kenaikan indeks harga yang diterima.

Pergerakan Harga Beras di Tingkat Penggilingan

Menurut Ateng, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Juli 2026 naik 0,94 persen secara bulanan dan meningkat 5,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika dirinci berdasarkan kualitasnya, beras premium di tingkat penggilingan mengalami kenaikan 0,44 persen secara bulanan dan melonjak 10,02 persen secara tahunan.

Rata-rata harga beras di penggilingan pada kondisi Juli 2026 secara total naik 0,94 persen atau secara mtm dan naik sebesar 5,11 persen secara yoy, kata Ateng dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin (3/8).

Pada Juli 2026, harga rata-rata beras di penggilingan kualitas premium sebesar Rp 14.880 per kilogram. Sementara untuk penggilingan beras medium sebesar Rp 13.694 per kg. Sementara itu, harga beras medium di tingkat penggilingan naik 1,25 persen secara bulanan dan 3,24 persen secara tahunan.

Inflasi Beras di Tingkat Grosir dan Eceran

Selain kenaikan harga di tingkat penggilingan, BPS juga mencatat inflasi harga beras di tingkat grosir maupun eceran sepanjang Juli 2026. Di tingkat grosir, inflasi beras mencapai 0,61 persen secara bulanan dan 4,11 persen secara tahunan. Adapun di tingkat eceran, inflasi tercatat sebesar 0,49 persen secara bulanan dan 3,10 persen secara tahunan.

Ateng menegaskan bahwa angka tersebut merupakan rata-rata harga beras nasional yang dihitung dari berbagai kualitas beras di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini penting untuk dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai representasi data harga yang dirilis.

Sebagai informasi, teman-teman media, harga beras yang kami sampaikan yang tadi saya sebutkan merupakan rata-rata harga beras yang mencakup berbagai jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia, katanya.

Frequently Asked Questions

Berapa persen kenaikan harga beras premium dalam setahun?

Berdasarkan data BPS, harga beras premium di tingkat penggilingan melonjak sebesar 10,02 persen secara tahunan pada Juli 2026. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi dibandingkan jenis beras lainnya.

Apa yang menyebabkan penurunan NTP subsektor hortikultura?

Penurunan NTP subsektor hortikultura sebesar 8,49 persen disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani hortikultura turun sebesar 8,74 persen, lebih dalam dibandingkan indeks harga yang dibayar yang turun 0,28 persen.

Bagaimana tren nilai tukar perikanan pada Juli 2026?

Nilai tukar perikanan meningkat 1,01 persen, didorong oleh membaiknya nilai tukar nelayan maupun pembudidaya ikan dengan komoditas seperti rajungan, tongkol, dan bandeng sebagai penyumbang utama.

Apakah harga beras yang dirilis BPS sudah mencakup seluruh Indonesia?

Ya, harga beras yang dirilis BPS merupakan rata-rata nasional yang mencakup berbagai jenis kualitas dan seluruh wilayah di Indonesia, sehingga representatif untuk menggambarkan kondisi pasar secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *