Skip to content
Yellow Desk
Agustus 6, 2026
Kumparanbisnis

Dirut Bulog Sidak Ritel Modern, Antisipasi Potensi Kekosongan Beras Premium

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Perum Bulog kembali melakukan Dirut Bulog Sidak Ritel Modern sebagai upaya preventif menjaga ketersediaan beras premium di pasaran. Inspeksi mendadak ini

Dirut Bulog Sidak Ritel Modern, Antisipasi Potensi Kekosongan Beras Premium

Dirut Bulog Sidak Ritel Modern: Langkah Strategis Jaga Stok Beras Premium

Kabarnusantaraku.com – Perum Bulog kembali melakukan Dirut Bulog Sidak Ritel Modern sebagai upaya preventif menjaga ketersediaan beras premium di pasaran. Inspeksi mendadak ini dilakukan secara serentak di berbagai kota besar Indonesia, meliputi Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Riau, hingga Bali. Kegiatan ini bertujuan memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan mengakses beras premium dengan harga terjangkau.

Pada Rabu (5/8), Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan sidak langsung ke salah satu toko modern di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons terhadap potensi kekosongan stok beras premium yang bisa terjadi. Dirut Bulog Sidak Ritel Modern kali ini juga menjadi momen untuk mengevaluasi efektivitas distribusi beras pemerintah.

“Beras Bulog di sini, yaitu Punakawan dengan Beefood Sentra juga ada di pasar ritel modern ataupun di toko-toko retail modern. Intinya kita memberikan harga yang paling rendah, yaitu Rp 74.500 per 5 kilogramnya,” ujar Rizal.

Ketersediaan Stok dan Strategi Harga

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, ketersediaan beras premium termasuk produk milik Bulog masih dalam kondisi memadai. Harga jual beras premium Bulog sebesar Rp 74.500 per kemasan 5 kilogram telah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Angka ini menjadikan produk tersebut sebagai opsi yang lebih terjangkau dibandingkan beberapa merek premium lainnya yang beredar di pasaran.

Rizal memberikan gambaran perbandingan harga untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada masyarakat. Merek Anak Raja dibanderol Rp 94.500 per 5 kilogram, sementara Topi Koki mencapai Rp 126.900 per 5 kilogram. Selisih harga ini cukup signifikan bagi konsumen yang sensitif terhadap fluktuasi harga pangan.

“Jadi, harganya cukup jauh ini dengan Anak Raja saja bedanya Rp 20.000. Apalagi dengan Topi Koki Bedanya hampir sekitar Rp 50.000 lebih,” jelasnya.

Antisipasi Dampak Beras Fortifikasi terhadap Pasar

Selain menjaga ketersediaan stok, sidak ini juga bertujuan mengantisipasi potensi gangguan pasokan beras premium. Hal ini terkait dengan perkembangan hasil pengujian yang dilakukan Satgas Pangan terhadap sejumlah produk beras fortifikasi. Bulog khawatir adanya dampak dari produk beras fortifikasi tersebut terhadap ketersediaan beras premium di pasaran.

“Kami khawatir dampak dari produk beras fortifikasi ini. Otomatis akan kami antisipasi jangan sampai kosong di pasaran. Kami cek, Alhamdulillah di ritel modern Radio Dalam ini ternyata masih ada beras Bulog,” tuturnya.

Rizal menegaskan bahwa kewenangan untuk menarik produk beras fortifikasi dari peredaran berada di tangan Satgas Pangan, bukan Bulog. Namun, Bulog tetap memastikan beras pemerintah tetap tersedia bagi masyarakat. Dirut Bulog Sidak Ritel Modern kali ini juga menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga pangan.

“Bulog memastikan supaya beras pemerintah, yaitu beras Punakawan dan Beefood Central Ramos ini harus ada, jangan sampai nanti masyarakat kehilangan produk beras premium di pasaran,” tambah Rizal.

Kapasitas Produksi dan Rencana Pengembangan

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Bulog saat ini memproduksi sekitar 300 ton beras premium setiap hari secara nasional. Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, kapasitas produksi mencapai 21 ton per hari. Angka ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan beras premium sepanjang tahun.

Ke depannya, Rizal menyatakan rencana untuk mendorong pengalihan sebagian cadangan pangan pemerintah (CPP) menjadi beras premium. Langkah ini diambil dengan pertimbangan beban ekonomi masyarakat yang mungkin terasa jika harga beras premium terus meningkat. Dirut Bulog Sidak Ritel Modern ini juga membuka peluang untuk evaluasi kebijakan distribusi ke depan.

“Kasihan kepada masyarakat kalau harganya sampai Rp 126.000 per 5 kilo, itu kan terlalu berat untuk masyarakat,” pungkasnya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Sidak Bulog

Apa itu sidak ritel modern? Sidak ritel modern adalah inspeksi mendadak yang dilakukan Bulog ke toko-toko modern untuk memastikan ketersediaan dan harga beras premium sesuai ketentuan.

Berapa harga beras premium Bulog? Beras premium Bulog dijual seharga Rp 74.500 per 5 kilogram, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

Apakah ada dampak beras fortifikasi terhadap beras premium? Bulog mengantisipasi potensi dampak beras fortifikasi terhadap ketersediaan beras premium, meskipun kewenangan penarikan produk berada di Satgas Pangan.

Berapa kapasitas produksi beras premium Bulog? Bulog memproduksi sekitar 300 ton beras premium per hari secara nasional, dengan 21 ton untuk wilayah DKI Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *