Skip to content
Yellow Desk
Agustus 6, 2026
Kumparanbisnis

IHSG Ditutup Anjlok 0,12 Persen ke Level 6.343

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan volatilitas yang cukup signifikan pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2025. IHSG Ditutup Anjlok 0 12 Persen ke level

IHSG Ditutup Anjlok 0,12 Persen ke Level 6.343

Analisis Mendalam: IHSG Ditutup Anjlok 0 12 Persen pada 6 Agustus

Kabarnusantaraku.com – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan volatilitas yang cukup signifikan pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2025. IHSG Ditutup Anjlok 0 12 Persen ke level 6.343, mencerminkan sentimen negatif yang melanda investor domestik maupun asing sepanjang sesi perdagangan. Penurunan ini terjadi meskipun pasar sempat dibuka dengan optimisme di zona hijau pada pagi hari, sebelum tekanan jual mulai mendominasi di sesi siang hingga sore.

Pergerakan negatif IHSG tidak terjadi secara terisolasi. Pasar saham Asia secara keseluruhan mencatatkan tren yang beragam pada hari yang sama. Indeks Nikkei 225 Jepang mengalami penurunan cukup dalam sebesar 617,101 poin atau 0,93 persen, berakhir di angka 65.683. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong juga menunjukkan tekanan jual dengan penurunan 385,541 poin (1,49 persen) ke level 25.530. Namun, tidak semua pasar Asia tertekan, karena SSE Composite China berhasil naik 21,920 poin (0,57 persen) menuju level 3.900, dan Straits Times Singapura menguat 57,620 poin (1,03 persen) hingga menyentuh angka 5.638.

Faktor Pendorong Penurunan IHSG

Penurunan IHSG pada 6 Agustus ini didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, profit-taking dari investor asing yang mengambil keuntungan setelah kenaikan sebelumnya. Kedua, kekhawatiran terhadap kondisi makroekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Ketiga, sentimen negatif dari sektor perbankan dan komoditas yang menjadi penopang utama indeks.

“Penurunan IHSG sebesar 0,12 persen ini masih dalam kategori normal mengingat volatilitas pasar saat ini,” ujar analis pasar modal terkemuka.

Indeks LQ45, yang merepresentasikan saham-saham blue chip, juga ikut merasakan dampak penurunan dengan turun 0,49 persen ke level 630,859. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 265 emiten berhasil mencatatkan kenaikan harga. Sebaliknya, 337 saham mengalami penurunan, sedangkan 192 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan signifikan. Angka-angka ini menunjukkan bahwa tekanan jual lebih dominan dibandingkan aksi beli di pasar.

Volume perdagangan sepanjang sesi mencapai 54,908 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,179 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.676.465 kali, yang menunjukkan aktivitas pasar yang masih cukup aktif meskipun dalam kondisi turun. Aktivitas jual-beli yang tinggi ini mengindikasikan adanya repositioning portofolio oleh para investor.

Dampak Terhadap Nilai Tukar Rupiah

Pergerakan IHSG juga memberikan dampak terhadap nilai tukar rupiah. Pada sore hari, rupiah menunjukkan penguatan tipis sebesar 10,00 poin atau 0,06 persen terhadap dolar AS, sehingga berada di level Rp 17.923 per dolar AS. Penguatan ini terjadi meskipun pasar saham mengalami penurunan, yang menunjukkan bahwa investor masih melihat rupiah sebagai aset yang relatif stabil di tengah ketidakpastian global.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pergerakan IHSG dan analisis pasar, pembaca dapat mengunjungi [artikel terkait di Kumparan Bisnis](https://kumparan.com/kumparanbisnis).

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang IHSG

Apa yang menyebabkan IHSG turun pada 6 Agustus? IHSG turun didorong oleh profit-taking investor asing, kekhawatiran makroekonomi global, dan sentimen negatif dari sektor perbankan serta komoditas.

Berapa level IHSG setelah ditutup pada 6 Agustus? IHSG ditutup pada level 6.343 setelah mengalami penurunan 0,12 persen.

Bagaimana performa saham-saham LQ45 pada hari tersebut? Indeks LQ45 turun 0,49 persen ke level 630,859, mencerminkan tekanan jual pada saham-saham blue chip.

Berapa nilai transaksi total di pasar modal Indonesia? Nilai transaksi total mencapai Rp 18,179 triliun dengan volume perdagangan 54,908 miliar saham.

Apakah rupiah menguat atau melemah bersamaan dengan penurunan IHSG? Rupiah justru menguat tipis sebesar 0,06 persen ke level Rp 17.923 per dolar AS, menunjukkan stabilitas mata uang domestik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *