Skip to content
Yellow Desk
Agustus 6, 2026
Kumparanbisnis

Jumlah Terbanyak ke-6 di Dunia, Menperin Beberkan Hambatan Startup di RI

Linda Brown - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa Indonesia kini menduduki peringkat keenam secara global untuk jumlah perusahaan

Jumlah Terbanyak ke-6 di Dunia, Menperin Beberkan Hambatan Startup di RI

Indonesia Capai Posisi Keenam Dunia dalam Jumlah Startup, Menperin Soroti Tantangan Ekosistem

Kabarnusantaraku.com – Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyampaikan bahwa Indonesia kini menduduki peringkat keenam secara global untuk jumlah perusahaan rintisan. Dengan total lebih dari 3.100 startup, angka ini melampaui negara-negara seperti Jerman, Prancis, serta Uni Emirat Arab. Lebih dari itu, posisi tersebut menjadikan Indonesia sebagai pemimpin di kawasan Asia Tenggara.

Ungkapan tersebut disampaikan Agus saat membuka acara Peluncuran Indo Startup Expo 2026 yang berlangsung di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/8).

Kualitas Ekosistem Masih Tertinggal dari Kuantitas

Meski jumlah startup melimpah, Agus tidak menutup mata bahwa kualitas ekosistem masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan Global Startup Ecosystem Index 2026, Indonesia berada di posisi ke-45 dunia. Sementara itu, Jakarta menempati peringkat ke-30 di antara kota-kota besar global.

“Gap-nya besar sekali. Jarak di antara dua angka itulah yang menjadi pekerjaan rumah kita, agar pemerintah bersama pemangku kepentingan dapat memperkecil gap tersebut,” ujar Agus.

Menurut Menperin, Indonesia memiliki modal kuat berupa kuantitas startup yang masif. Namun, aspek krusial yang harus diperbaiki meliputi daya tahan, kemampuan berkembang, serta daya tarik untuk memperoleh pendanaan dari investor. Startup lokal perlu mampu menyelesaikan masalah nyata di sektor pabrik, industri, hingga manufaktur.

Pendanaan Startup Menurun Signifikan di 2025

Dari perspektif investasi, total pendanaan startup nasional sepanjang 2025 tercatat sebesar USD 355 juta atau setara Rp 6,36 triliun. Perhitungan ini menggunakan asumsi kurs Rp 17.923 per dolar Amerika Serikat. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 49 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai USD 695 juta, atau setara Rp 6,09 triliun.

Agus menambahkan bahwa pencapaian tersebut masih jauh dari puncak investasi yang pernah dicatat Indonesia pada tahun 2021, yaitu USD 7 miliar.

Data dari DealStreetAsia menunjukkan bahwa porsi investasi startup Indonesia hanya menyumbang 6,3 persen dari total pendanaan di kawasan ASEAN. Singapura berhasil menghimpun sekitar USD 4,2 miliar dari 283 transaksi, sementara Indonesia baru mencatatkan USD 340 juta dari 66 transaksi.

Membangun Startup yang Layak Dibiayai

Kendati tren pendanaan menurun, Agus mengajak pelaku industri melihat gambaran global secara objektif. Menurutnya, modal dan pendanaan internasional sebenarnya selalu tersedia, namun investor semakin selektif mencari startup dengan model bisnis kuat dan fundamental sehat.

“Kita harus mampu menciptakan startup-startup yang layak dibiayai (bankable). Seluruh pemangku kepentingan perlu fokus menciptakan ekosistem bisnis yang kuat dan berdaya saing,” pungkasnya.

Frequently Asked Questions

What is Jumlah Terbanyak ke 6 di Dunia?

Jumlah Terbanyak ke 6 di Dunia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jumlah Terbanyak ke 6 di Dunia matter?

Jumlah Terbanyak ke 6 di Dunia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *