Skip to content
Yellow Desk
Agustus 6, 2026
Kumparanbisnis

Saat AI Gerus Penghasilan Pelukis Pasar Baru

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Sentra Lukisan Pasar Baru selama ini dikenal sebagai pusat tempat para seniman mengandalkan keahlian tangan mereka untuk bertahan hidup. Namun, kehadiran

Saat AI Gerus Penghasilan Pelukis Pasar Baru

Seniman Pasar Baru Hadapi Tantangan Era Digital

Kabarnusantaraku.com – Sentra Lukisan Pasar Baru selama ini dikenal sebagai pusat tempat para seniman mengandalkan keahlian tangan mereka untuk bertahan hidup. Namun, kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mampu menciptakan visual dari sekadar teks perintah telah mengubah lanskap bisnis lukisan konvensional. Kumparan melakukan kunjungan ke kawasan tersebut di Jakarta Pusat pada Rabu (5/8) untuk melihat langsung bagaimana para pelukis merespons perubahan ini.

Wawan Setiadi: Pendapatan Terpotong Separuh

Wawan Setiadi, seorang pelukis berusia 51 tahun, telah menghabiskan tiga dekade penuh di dunia seni rupa. Ia tidak hanya melukis tetapi juga mengelola kios dagangannya sendiri. Menurut pengakuannya, kemajuan teknologi digital membuka lebih banyak alternatif bagi pembeli. Di satu sisi, konsumen memiliki opsi antara karya digital maupun manual. Namun, bagi para pelukis tradisional, hal ini terasa memberatkan karena karya buatan mesin biasanya dijual dengan tarif yang lebih rendah.

“Ya banyak dampaknya, satu sisi mungkin orang jadi punya banyak pilihan, artinya digital atau manual. Cuma buat pelukis agak berat, satu sisi kita berkurang incomenya, di satu sisi mereka (AI) lebih murah, jadi buat kita agak merugikan si,” cerita Wawan kepada kumparan.

Wawan mencatat bahwa penghasilannya saat ini turun sekitar setengah dari masa sebelumnya. Dulu, ia bisa meraup Rp 6 juta hingga Rp 8 juta setiap bulannya. Kini, angka tersebut hanya berkisar antara Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Meskipun demikian, ia tidak melihat AI sebagai musuh total. Justru, teknologi ini ia manfaatkan sebagai asisten dalam mengembangkan ide awal, khususnya untuk karya karikatur.

Untuk tetap bersaing, Wawan terus menyempurnakan keunikan gaya lukisannya agar berbeda dari hasil generasi AI. Saat ini, ia menawarkan karya mulai dari Rp 500 ribu untuk ukuran A4 maupun varian lainnya yang lebih kecil. “Kita ini kan sekadar mengandalkan skil manual kan, ya lebih lagi kita harus berkompetisinya gimana lukisan kita harus berbeda dari AI,” tegasnya.

Yanto: Penurunan Pesanan Signifikan

Situasi serupa juga dialami oleh Yanto, seorang pelukis berusia 46 tahun yang telah berkecimpung sejak tahun 2006. Bagi Yanto, dampak yang dirasakan bahkan lebih parah dibandingkan rekan-rekannya. Ia melaporkan bahwa pendapatan turun drastis hingga 70 persen sejak AI mulai populer. Faktor utama yang mendorong perpindahan konsumen adalah perbedaan harga yang cukup mencolok antara kedua jenis karya tersebut.

“Hampir 70 persen (turun). Semenjak AI ada aja. Ya banyakan pakai digital kan daripada pakai manual. Kadang-kadang faktor persaingan harga, hampir 70 persen lah perbandingan harganya juga 70 persen,” ujarnya.

Penurunan ini juga tercermin dari volume pesanan yang masuk. Yanto kini hanya menerima satu atau dua kali pesanan lukisan dalam sebulan. Namun, ia tetap optimis dan memilih untuk beradaptasi. Sama seperti Wawan, Yanto mulai memanfaatkan AI sebagai sumber inspirasi dan pendukung proses kreatifnya. “Di sisi AI ya membantu juga sebenarnya sih, cuma kalau penghasilan pendapatan ya kita turun drastis,” pungkasnya.

Frequently Asked Questions

What is Saat AI Gerus Penghasilan Pelukis Pasar?

Saat AI Gerus Penghasilan Pelukis Pasar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Saat AI Gerus Penghasilan Pelukis Pasar matter?

Saat AI Gerus Penghasilan Pelukis Pasar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *