Visit Agenda: Investasi KEK Capai Rp 353 Triliun, Buka 260 Ribu Lapangan Kerja
Visit Agenda menjadi salah satu pendorong utama peningkatan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia. Hingga kuartal pertama tahun 2026, total realisasi investasi KEK mencapai Rp 353 triliun atau sekitar USD 19,7 miliar, menunjukkan momentum positif dalam penarikan investasi langsung. Angka ini berasal dari 471 perusahaan yang beroperasi di 25 KEK tersebar di berbagai wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau, menegaskan peran strategis KEK dalam mendorong ekonomi nasional.
KEK Masuk dalam Rangka Visit Agenda, Membuka Peluang Ekonomi
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan bahwa program Visit Agenda membantu memperkuat daya tarik KEK bagi investor. Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kemenko Perekonomian, menyatakan, “Hingga kuartal I 2026, KEK di Indonesia secara kumulatif merealisasikan investasi sebesar Rp 353 triliun, dengan Visit Agenda menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan minat investor.” Investasi ini telah menciptakan lebih dari 260.000 lapangan kerja, menandai kontribusi signifikan KEK dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Artinya iklim investasi di Indonesia masih sangat kondusif, dan Visit Agenda berhasil menarik perhatian investor langsung, terutama di bidang manufaktur,” tambah Susi.
Dalam rangka mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, beberapa KEK kini mengajukan perluasan wilayah karena tingkat penggunaan lahan telah mencapai kapasitas maksimal. Tiga kawasan industri manufaktur yang sedang mengusulkan ekspansi yaitu KEK Gresik di Jawa Timur, KEK Kendal di Jawa Tengah, serta KEK Galang Batang di Kepulauan Riau. “Contoh di tiga KEK industri manufaktur, Visit Agenda telah memicu permohonan perluasan lahan dan pengembangan kawasan, rata-rata dua kali lipat dari luasannya saat ini,” ujarnya.
Susi menambahkan bahwa sebagian besar KEK sudah beroperasi penuh, sehingga sebagian besar calon investor yang menunggu belum bisa masuk. Untuk menghadapi peningkatan permintaan investasi, pemerintah sedang menyiapkan ekspansi lahan serta pengembangan beberapa KEK. “Hampir semua KEK mengajukan, khususnya yang industri manufaktur besar, mengajukan permohonan perluasan dan sudah mengkonfirmasi potensi investasi, kalau nggak salah kemarin Rp 846 triliun dalam beberapa tahun ke depan,” katanya.
Program Visit Agenda juga memperlihatkan keberhasilan KEK dalam mendorong keberlanjutan industri. Dengan investasi yang terus meningkat, KEK tidak hanya menjadi pusat ekonomi lokal tetapi juga menarik perhatian investor internasional. Penyelarasan kebijakan pemerintah, seperti insentif pajak dan fasilitas logistik, menjadi pendorong utama keberhasilan ini. Susi mengungkapkan, inisiatif seperti KEK Gresik, Kendal, dan Galang Batang mengilustrasikan potensi KEK dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Manfaat dari Visit Agenda terlihat jelas dalam kontribusi KEK terhadap perekonomian. Dengan total investasi Rp 353 triliun, KEK berperan sebagai penyerap tenaga kerja yang signifikan. Susi menjelaskan, keberhasilan ini juga didukung oleh kerja sama dengan pihak swasta dan pemerintah daerah, sehingga mampu mempercepat proses pengembangan. Investasi langsung yang masuk melalui KEK tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga mendorong pengembangan industri nasional.
Kawasan KEK juga memberikan peluang bagi sektor manufaktur yang menjadi prioritas pemerintah. Dengan Visit Agenda sebagai ajang pameran dan diskusi, KEK berhasil menjadi tujuan utama investasi langsung. Susi menekankan bahwa KEK memiliki keunggulan dalam infrastruktur, akses pasar, serta kemudahan regulasi, sehingga sangat diminati oleh investor. Dalam beberapa tahun ke depan, potensi KEK dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi diharapkan terus meningkat.
