Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

BGN Sebut Penerima hingga Anggaran MBG Akan Berkurang usai Refocusing

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi bahwa baik jumlah penerima manfaat maupun alokasi anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengalami

BGN Sebut Penerima hingga Anggaran MBG Akan Berkurang usai Refocusing

Refocusing MBG: Penyesuaian Anggaran dan Penerima Manfaat Menurut BGN

Kabarnusantaraku.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi bahwa baik jumlah penerima manfaat maupun alokasi anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengalami penurunan signifikan. Penyesuaian ini menyusul proses refocusing dan penyisiran data yang telah diselesaikan oleh lembaga tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Penyisiran Data dan Tenggat Waktu dari Presiden

Agustinus Arumsari, yang menjabat sebagai Wakil Ketua BGN sekaligus Juru Bicara, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan tenggat waktu satu bulan kepada pihaknya. Masa tersebut digunakan untuk mempertajam tata kelola program serta melakukan penyisiran ulang terhadap data penerima manfaat MBG secara menyeluruh.

Kami diberi waktu lagi oleh Bapak Presiden untuk mempertajam lagi tata kelolanya, diberi waktu sebulan. Jadi nanti dengan hasil penyisiran lagi dari 62,7 (juta penerima manfaat), itu saya yakin sebenarnya nanti akan otomatis mengikuti.

Menurut Arumsari, angka final untuk kedua komponen tersebut masih dalam tahap perhitungan sehingga belum dapat diumumkan secara resmi. Namun, ia meyakini bahwa tren penurunannya sudah pasti terjadi dibandingkan dengan rencana awal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Penurunan Anggaran Sementara untuk 2026

Lili Khamiliyah, Sekretaris Utama BGN, menjelaskan bahwa alokasi anggaran MBG untuk tahun 2026 sementara telah dikurangi dari Rp 268 triliun menjadi Rp 229 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran yang sedang dilakukan oleh pemerintah.

Untuk sementara 2026 ini kita juga sudah ada efisiensi anggaran. Dari Rp268 triliun itu menjadi Rp229 triliun sementara. Tapi itu sebelum dilakukan penyisiran ulang, refocusing penerima manfaat, dan juga perubahan tata kelola.

Lili menegaskan bahwa angka Rp 229 triliun tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah setelah proses refocusing selesai sepenuhnya. BGN saat ini masih mengevaluasi berbagai aspek agar penggunaan anggaran negara dapat berjalan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Pembenahan Data untuk Ketepatan Sasaran

Arumsari menambahkan bahwa pengurangan jumlah penerima dan anggaran bukan semata-mata untuk menghemat pengeluaran. Hal ini merupakan hasil dari pembenahan data agar program benar-benar tepat sasaran. Sebagai contoh, dalam proses penyisiran data, BGN menemukan adanya sekolah yang dilayani oleh dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bersamaan.

Kalau ketemu nanti yang begitu, otomatis penerima manfaatnya juga berarti ada yang kemungkinan kemarin terbuang, karena sebenarnya harusnya enggak segitu. Karena Dapodik sebenarnya memang enggak segitu jumlahnya.

Temuan semacam itu dinilai berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran yang tidak perlu. Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto meminta agar fokus tidak lagi pada mengejar target jumlah penerima, melainkan pada kualitas pelaksanaan program secara keseluruhan.

Perubahan Fokus dan Pengumuman Final

Hasil dari refocusing tersebut akan dibahas bersama Kementerian Keuangan di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan. Pengumuman angka final untuk penerima manfaat maupun anggaran MBG akan dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Presiden.

Nanti finalnya ya yang disampaikan oleh Pak Presiden, didengarkan saja waktu Nota Keuangan.

Arumsari menambahkan bahwa setelah proses selesai, anggaran MBG tidak akan lagi mencapai angka Rp 268 triliun seperti rencana semula. Masyarakat dapat menunggu pengumuman resmi untuk mendapatkan kepastian mengenai angka final tersebut. Proses ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas program makan bergizi gratis di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *