Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

BSSN Akan Beri Pendidikan Gratis untuk Bocah SD yang Temukan Celah Keamanan NASA

Linda Brown - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Ibrahim Al Abrar, seorang murid kelas enam SDN 3 Genengsari berusia 12 tahun, kini mendapatkan kesempatan luar biasa untuk mengembangkan bakatnya di bidang

BSSN Akan Beri Pendidikan Gratis untuk Bocah SD yang Temukan Celah Keamanan NASA

BSSN Beri Pendidikan Gratis untuk Siswa SD Penemu Celah NASA

Kabarnusantaraku.com – Ibrahim Al Abrar, seorang murid kelas enam SDN 3 Genengsari berusia 12 tahun, kini mendapatkan kesempatan luar biasa untuk mengembangkan bakatnya di bidang keamanan siber. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah memutuskan untuk memberikan pendidikan gratis kepada anak yang berasal dari Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali ini. Keputusan ini diambil setelah sang siswa berhasil menemukan celah keamanan pada sistem domain publik milik NASA melalui pendekatan otodidak.

Proses Penemuan Celah Keamanan

Kisah menarik ini bermula ketika Ibrahim secara kebetulan menemukan kerentanan pada salah satu sistem NASA. Dengan kemampuan yang ia pelajari sendiri, anak berusia 12 tahun tersebut tidak langsung memanfaatkan temuan tersebut untuk kepentingan pribadi. Sebaliknya, ia memilih untuk melaporkan celah keamanan yang ditemukan kepada pihak terkait sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Sikap etis inilah yang kemudian menjadi perhatian khusus dari berbagai pihak, termasuk dari BSSN.

“Ibra tidak memanfaatkan celah yang ditemukan untuk hal-hal negatif. Ia justru melaporkan dengan benar kepada pihak yang berwenang,” jelas Aminudin, ayah dari Ibrahim.

Setelah laporan dari Ibrahim diverifikasi oleh tim teknis NASA, surat apresiasi resmi pun dikirimkan. Surat tersebut tertanggal 9 Juli 2026, yang memberikan pengakuan atas kontribusi sang siswa dalam membantu meningkatkan keamanan sistem NASA. Melalui Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA, Ibrahim berhasil membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk memberikan kontribusi berarti di bidang teknologi.

Reaksi BSSN dan Hadiah yang Diterima

Pertemuan antara keluarga Ibrahim dengan perwakilan BSSN berlangsung pada hari Selasa, 21 Juli di Pemkab Boyolali. Dalam pertemuan tersebut, BSSN menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang telah dicapai oleh sang siswa. Selain memberikan pengakuan, lembaga tersebut juga menawarkan program pendidikan gratis sebagai bentuk dukungan terhadap potensi yang dimiliki oleh Ibrahim.

“Kami sangat terkesan dengan kemampuan anak-anak Indonesia. Ibrahim menunjukkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berprestasi di bidang keamanan siber,” ungkap salah satu perwakilan BSSN.

Dalam kesempatan yang sama, BSSN juga memberikan sejumlah hadiah kepada Ibrahim. Hadiah-hadiah tersebut meliputi tumbler, kaus, serta sebuah tablet iPad. Ibra berencana memanfaatkan perangkat tersebut untuk mendukung aktivitas belajar coding-nya sehari-hari. Ia juga menyatakan bahwa ia bisa mengetik dengan sangat cepat menggunakan perangkat baru tersebut.

Rencana Masa Depan dan Harapan Keluarga

Ibrahim, anak dari pasangan Aminuddin Salas (36) dan Hannisa Oktaviani (36), memiliki rencana yang cukup ambisius untuk masa depannya. Ia tidak hanya ingin melanjutkan pendidikan, tetapi juga berencana membangun portofolio dengan mencari kerentanan di berbagai website. Tujuannya adalah untuk mendapatkan sertifikat yang dapat meningkatkan kredibilitas dan nama baiknya di dunia keamanan siber.

Meskipun tiket pendidikan sudah diberikan, realisasinya masih memerlukan waktu. Ibra saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar dan harus menyelesaikan pendidikan SMP hingga SMA terlebih dahulu sebelum dapat mengikuti sekolah khusus tersebut. Proses ini membutuhkan kesabaran dan konsistensi dari sang siswa maupun keluarganya.

“Ibra masih duduk di bangku sekolah dasar dan masih harus menyelesaikan pendidikan SMP hingga SMA. Sekolah khusus itu baru bisa dilakukan setelah lulus sekolah,” kata Aminudin.

Aminudin berharap kisah putranya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak maupun masyarakat lainnya. Ia menekankan bahwa jika anak kecil pun mampu menemukan celah keamanan di sistem global seperti NASA, maka orang dewasa seharusnya juga bisa melakukan hal serupa. Kisah ini membuktikan bahwa semangat belajar dan ketekunan bisa membawa hasil yang luar biasa, tanpa memandang usia.

“Ibrahim sudah memberikan contoh, bahwa anak kecil saja bisa, maka yang dewasa seharusnya juga bisa,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *