Cerita Pemilik Rumah Ambruk di Benhil: Pengerukan Sungai Jadi Pemicu Longsor
Ali Nugroho Mengungkap Proses Pergerakan Tanah Sebelum Kecelakaan
Cerita Pemilik Rumah Ambruk di Benhil – Sebuah kejadian tanah longsor di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat (26/6) mengakibatkan ambruknya satu unit rumah warga. Pemilik rumah tersebut, Ali Nugroho, menjelaskan bahwa aktivitas pengerukan sungai yang dilakukan seminggu sebelumnya berperan dalam peristiwa ini. Menurutnya, retakan di tanah mulai terlihat sejak pengerukan dilakukan terlalu dekat dengan embankment.
“Ini pertama terjadinya ini setelah ada pengerukan kali atau normalisasi sungai ya, gitu. Di tanggal 19, itu ada pengerukan terlalu mepet ke tanggul. Jadi di tanggal selanjutnya itu pagi terjadi longsor sedikit. Saya perhatiin kok ini lama-lama melebar,”
Ali menambahkan, kondisi tanah yang melebar semakin parah akibat hujan deras yang mengguyur selama dua hari berturut-turut. “Proses nya itu dari tanggal hari Jumat kemarin ya tanggal 19 itu, itu makin hari tuh makin lebar retakannya itu. Iya sampai hari kemarin ambruk ya itu makanya makin lebar. Ditambah lagi ada hujan dua hari berturut-turut sama kemarin hujan seharian hari Kamis dari siang itu, ngaruh juga soalnya,”
Kejadian tersebut terjadi sejak pukul 05.48 WIB. Setelahnya, Ali langsung membuat laporan ke pihak kepolisian. “Longsornya di 05.48 pagi. Kita sudah buat laporan ke Polsek dan alhamdulillah malamnya sudah rilis semua,”
Sebelum longsor, Ali juga berusaha menghentikan sementara pengerukan dengan memberi tahu operator ekskavator. “Sudah ada kasih konfirmasi ke operator ekskavatornya tolong dihentikan. Misalnya iya, dari pihak sana juga sudah lihat, oh sepertinya ini ada apa nih, retakannya ini tolong dihentikan dulu iya. Takutnya longsor lebih parah itu aja,”
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menyatakan bahwa longsor di Jalan Administrasi Negara I, RT 01/RW 07, Kelurahan Bendungan Hilir diduga disebabkan oleh abrasi di bantaran Kali Banjir Kanal Barat (BKB). “Dugaan penyebab kejadian adalah abrasi di bantaran Kali Banjir Kanal Barat (BKB),”
