Mondy Tatto Resmi Jadi Tersangka dalam Kasus Pembunuhan Cinta Segitiga
Kabarnusantaraku.com – Polisi telah menetapkan Mondy Tatto sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan yang menimpa Faisal Anwar, berusia 29 tahun. Insiden tragis ini terjadi di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Mondy dikenal luas sebagai kreator konten TikTok dengan jumlah pengikut mencapai 1,3 juta orang.
Konfirmasi resmi mengenai status tersangka ini disampaikan oleh AKP Aliyani, Kasi Humas Polres Bekasi. Ia menyatakan bahwa Mondy telah diamankan oleh pihak berwajib. Pernyataan tersebut disampaikan pada hari Rabu, tanggal 22 Juli.
Peristiwa Pembunuhan dan Motif Cinta Segitiga
Kasus pembunuhan ini bermula dari hubungan cinta segitiga yang melibatkan tiga pihak, yaitu Mondy, Faisal sebagai korban, serta Darmin atau yang lebih dikenal dengan nama Donal sebagai pelaku utama. Darmin merasa tidak terima karena Mondy memiliki kedekatan dengan Faisal, sehingga memicu kemarahannya. Konflik antara Darmin dan Faisal kemudian berujung pada aksi pembunuhan.
Pihak kepolisian hingga saat ini masih menyelidiki peran Mondy secara lebih mendalam sebelum akhirnya menetapkan status tersangka. Sebelumnya, polisi telah menangkap Darmin pada hari Minggu, tanggal 28 Juni. Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Dimas Adhit Putranto, menjelaskan bahwa pelaku sempat kabur dari lokasi kejadian namun berhasil ditangkap dalam waktu kurang dari satu hari setelah pembunuhan terjadi.
“Benar sudah ditetapkan tersangka dan sudah diamankan,” kata Kasi Humas Polres Bekasi AKP Aliyani kepada kumparan, Rabu (22/7).
Detail Korban dan Rekaman Video Pertikaian
Polisi telah mengamankan sebuah pisau yang diyakini sebagai alat penikaman dalam kasus ini. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa Faisal mengalami luka tusuk di area dada kiri dan perut. Pertikaian antara Darmin dan korban sempat terekam dalam video amatir yang kini beredar luas.
Dalam rekaman tersebut terlihat jelas korban dan pelaku saling berhadapan di tengah jalan dengan disaksikan beberapa warga sekitar. Situasi tegang tersebut kemudian berubah menjadi aksi penikaman. Faisal menerima sejumlah tusukan di bagian dada dan perut hingga akhirnya terjatuh dengan tubuh bersimbah darah. Warga setempat segera membawa korban ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong karena luka yang cukup parah.
Pelaku sempat melarikan diri setelah kejadian, namun akhirnya ia berhasil ditangkap oleh polisi kurang dari 24 jam setelah pembunuhan, ujar Kapolsek Cikarang Barat Kompol Dimas Adhit Putranto.
Saksi Mata dan Latar Belakang Korban
Jenazah Faisal kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati di Jakarta Timur untuk menjalani proses autopsi. Boy Sandi, Ketua RT setempat, mengungkapkan bahwa sebelum peristiwa berdarah tersebut, korban dan pelaku sebenarnya sudah pernah berselisih di tempat lain.
Informasi awal yang kami terima, mereka sempat cekcok sejak sore di kawasan Pasar Beras. Menjelang subuh warga melapor kepada saya bahwa telah terjadi penikaman. Saat saya tiba di lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit, jelas Boy Sandi pada Senin (29/6).
Menurut keterangan Boy, baik korban maupun pelaku merupakan pengamen yang tinggal di lingkungan tersebut. Faisal telah menetap selama sekitar delapan bulan dan dikenal sebagai orang yang tidak pernah menimbulkan masalah serius. Motif cemburu atau asmara menjadi dugaan kuat dalam kasus ini. Korban mengalami lima luka tusukan menggunakan pisau, dan ini merupakan pertama kalinya kasus serupa terjadi hingga menimbulkan korban jiwa.
Profil Mondy Tatto
Mondy Tatto lahir pada 15 Juni 2001 dan merupakan anak punk yang identik dengan tato di seluruh tubuhnya, termasuk area wajah dan sekitar mata. Tato pada bagian matanya dibuat oleh seorang teman yang bukan merupakan tattoo artist profesional. Mondy dikabarkan pernah mengalami gangguan penglihatan akibat proses pembuatan tato tersebut.
Sebagai anak punk, Mondy sangat akrab dengan kehidupan jalanan. Ia sering berpindah-pindah tempat dan mencari nafkah dari mengamen. Mondy juga pernah gagal dalam membangun rumah tangga dan memiliki seorang anak. Popularitasnya meningkat setelah memutuskan untuk berhijrah, bahkan sempat mengubah penampilannya dengan memakai hijab setelah bertemu dengan seorang ustaz dari Malaysia.
Pada September 2023, dalam sebuah podcast YouTube, Mondy mengungkapkan dirinya pernah menjadi korban pelecehan seksual oleh ustaz terkenal Malaysia, Ebit Irawan Lew atau Ebit Lew. Ia menceritakan bahwa Ebit hendak menciumnya di dalam mobil, memegang tangannya, dan mengusap pipinya yang bertato. Klaim pelecehan tersebut dibantah oleh Ebit yang kemudian melaporkan Mondy atas tuduhan fitnah. Namun, kasus dugaan pelecehan ini tidak berlanjut ke pengadilan.
