Kakek Juru Parkir Korban Tabrak Lari di Sleman Meninggal Dunia
Kakek Juru Parkir Korban Tabrak Lari – Satu kejadian tragis terjadi di Jalan Monjali, Gemawang, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (17/7). Seorang lansia berusia 64 tahun, yang dikenal sebagai S, meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari. S merupakan seorang juru parkir yang bekerja di daerah tersebut. Menurut informasi yang diperoleh dari Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, korban mengalami cedera serius akibat benturan dengan mobil yang melaju kencang di Jalan Monjali. Setelah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, kondisi kesehatannya tidak membaik hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Kronologi Kejadian dan Detail Cedera Korban
Kejadian terjadi sekitar pukul 18.01 WIB pada Kamis (16/7). Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Monjali sedang lancar, korban terpental ke arah berlawanan setelah kendaraan berpapasan menabraknya. Pihak kepolisian menyatakan bahwa korban mengalami patah tulang dan luka-luka serius, yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. Meski demikian, penyidik masih belum bisa memastikan apakah kecelakaan tersebut tergolong tabrak lari atau hanya kecelakaan biasa.
“Korban sempat dibawa ke RSUP Dr. Sardjito oleh warga setelah terjadi benturan. Kondisinya memburuk dalam beberapa jam dan akhirnya meninggal dunia,” jelas Argo. Menurut keterangan polisi, pengemudi mobil yang menabrak korban belum diketahui identitasnya. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban menyeberang jalan saat mobil melaju, tetapi masih perlu konfirmasi lebih lanjut.
Insiden ini menimbulkan kejutan bagi warga sekitar karena lokasi kejadian berada di area yang cukup padat dan berlalu lintas tinggi. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa mobil yang menabrak korban melaju cukup cepat, dan korban sempat mengangkat tangan untuk menghindar, tetapi tidak berhasil. Polisi juga mengungkapkan bahwa mobil Toyota Agya mengalami kerusakan pada bagian bemper akibat benturan. Namun, kondisi mobil tidak menunjukkan tanda-tanda ada pengemudi yang terluka.
Penyelidikan Polisi dan Langkah-Langkah Investigasi
Unit Gakkum Satlantas Polresta Sleman sedang berupaya maksimal untuk mengidentifikasi pengemudi mobil yang menabrak korban. Dalam rangka mempercepat proses penyelidikan, polisi memprioritaskan pencarian CCTV yang jelas di sekitar lokasi kejadian. “Saat ini, penyidik tengah mengecek kamera di sepanjang Jalan Monjali serta mengumpulkan saksi-saksi untuk memperjelas kronologi tabrak lari,” terang Argo. Selain itu, pihak kepolisian juga akan meninjau video dari dashboard camera (dashcam) yang terpasang di kendaraan yang melintas di lokasi tersebut.
Korban dikenal sebagai warga setempat yang sering membantu warga sekitar dengan tugasnya sebagai juru parkir. Dalam komunitas tersebut, S mempunyai reputasi sebagai sosok ramah dan setia. Menurut seorang tetangga, korban sering berjalan di sekitar Jalan Monjali, termasuk di waktu sore hari. “Saya melihat S tadi pagi sebelum kejadian. Dia terlihat sehat dan aktif. Saya tidak menyangka dia akan menjadi korban tabrak lari,” katanya. Kematian S meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Dalam proses penyelidikan, polisi juga mengumpulkan data dari kendaraan yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Diperkirakan bahwa mobil yang menabrak korban bergerak dengan kecepatan tinggi, sehingga kurang mungkin terjadi tabrak lari akibat kesalahan pengemudi yang sengaja. Namun, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan data dari CCTV untuk menentukan apakah kejadian ini merupakan tabrak lari atau kecelakaan lalu lintas biasa.
“Penyidik sedang mempelajari rekaman kamera pengintai di sekitar Jalan Monjali untuk memastikan apakah ada tanda-tanda mobil berhenti sebelum atau setelah benturan,” kata Argo. Dalam waktu dekat, polisi akan menggelar rekonstruksi kejadian untuk melengkapi informasi yang diperoleh. Selain itu, pihak kepolisian juga berupaya untuk melacak identitas pengemudi melalui sertifikasi plat nomor mobil yang terlibat.
Kejadian ini memicu perhatian warga setempat dan para pelaku usaha di sekitar Jalan Monjali. Banyak dari mereka menyesali peristiwa yang terjadi, terutama karena korban adalah sosok yang sering membantu pengendara dan pejalan kaki. “Kakek Juru Parkir Korban Tabrak Lari ini adalah orang yang sangat baik. Dia selalu ramah dan memperhatikan keselamatan para pengguna jalan,” ujar seorang pemilik toko di sekitar area kejadian. Kematian S menjadi pengingat bagi warga Sleman untuk lebih waspada dalam berlalu lintas.
