Komunitas Urban Kian Marak: Mengusir Kesepian
Kabarnusantaraku.com – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan metropolitan, fenomena baru mulai tumbuh subur. Banyak orang merasa kesepian meskipun dikelilingi ribuan orang. Untuk mengatasi hal ini, berbagai komunitas urban dengan fokus tertentu mulai bermunculan di mana-mana. Salah satu contohnya adalah The Supper Book Club atau yang dikenal dengan singkatan TSBC. Akun Instagram mereka dapat diakses melalui @thesupperbookcult. Kelompok ini menyediakan wadah bagi generasi muda berusia dua puluhan hingga awal tiga puluhan untuk bertemu orang-orang baru, saling bercerita, dan membangun pertemanan yang bermakna.
Bagi sebagian besar anggota, TSBC menawarkan kesempatan untuk melupakan rutinitas kerja yang itu-itu saja serta mendapatkan pengalaman berbeda. Tazkia, pendiri komunitas tersebut, berbagi pengalamannya saat berdiskusi dengan peserta lain. Ia menjelaskan bahwa banyak orang kantoran biasanya cuma pulang, terus kantor, pulang, kantor gitu kan. Mereka merasa komunitas buku ini jadi kegiatan lain seperti ekskul yang bisa diikuti di luar pekerjaan untuk sekadar share interest (membagikan ketertarikan) yang sama.
“Aku sempat ngobrol sama beberapa anak-anak book club juga. Mereka merasa komunitas bukuku seperti ekstrakurikuler atau ekskul saat kegiatan sekolah. Banyak orang kantoran biasanya cuma pulang, terus kantor, pulang, kantor gitu kan. Mereka merasa komunitas buku ini jadi kegiatan lain seperti ekskul yang bisa diikuti di luar pekerjaan untuk sekadar share interest (membagikan ketertarikan) yang sama,” jelas Tazkia kepada kumparan, Selasa (22/7).
Manfaat Komunitas bagi Profesional Sibuk
Menurut Tazkia, aktivitas membaca bersama ini memberikan manfaat tambahan bagi para profesional yang sibuk. Mereka tidak hanya sekadar membaca buku, tetapi juga terhubung dengan orang-orang yang memiliki minat serupa di luar lingkungan kerja sehari-hari. Hal ini sejalan dengan tren Komunitas Urban Kian Marak yang semakin berkembang di berbagai kota besar Indonesia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan manusia akan koneksi sosial tidak berkurang seiring dengan kemajuan teknologi. Justru, semakin digital dunia kita, semakin besar kebutuhan untuk bertemu secara langsung. Komunitas seperti TSBC menjadi jembatan antara dunia digital dan interaksi tatap muka yang autentik.
Dengan demikian, Komunitas Urban Kian Marak bukan sekadar tren sesaat. Ini adalah respons nyata terhadap kesepian yang dialami banyak orang di perkotaan. Melalui pertemuan rutin dan berbagi cerita, para anggota menemukan makna baru dalam kehidupan sosial mereka.
