Dokter PPDS Tewas di Siak, Mahasiswa FK Universitas Riau Tak Ada Tanda Kekerasan
Peristiwa Meninggalnya Dokter PPDS di Area Semak Belukar
Latest Program – Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, jenazah seorang dokter yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ditemukan di semak belukar di luar pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Riau. Peristiwa ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena korban, dr. Alex Cristo Loris (30), tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Ia adalah mahasiswa PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) yang menjalani pendidikan residen di rumah sakit tersebut sejak 1 Juli 2026.
Menurut Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos, korban hilang sejak Senin (13/7/2026) sore. Istrinya, dr. YM (31), yang tinggal di asrama RSUD Tengku Rafian, mencoba menghubungi lewat telepon genggam tanpa berhasil. Setelah memperhatikan situasi yang mencurigakan, pasangan tersebut memutuskan untuk melakukan pencarian di lingkungan rumah sakit. Dari rekaman CCTV, korban terlihat berjalan sendirian ke Jalan Raja Kecik.
“Korban ditugaskan di rumah sakit ini dalam rangka menjalani pendidikan sejak 1 Juli lalu dari Universitas Riau,” ujar Raja Kosmos.
Proses Penyelidikan dan Temuan Awal
Setelah ditemukan, petugas keamanan dan sopir ambulans melakukan pencarian intensif di area semak belukar. Arif Syahdu (31) dan Yudi Arianto (35) berhasil menemukan jenazah korban sekitar lima meter dari pagar rumah sakit. Jenazah ditemukan dalam kondisi terlentang di tepi Jalan Raja Kecik, dan tas sandang korban juga ditemukan di lokasi tersebut.
Barang-barang pribadi korban seperti alat medis, dompet, telepon genggam, dan kartu identitas RSUD Tengku Rafian masih lengkap. Tidak ada indikasi kehilangan barang, bahkan telepon genggam korban tidak terpakai. “Sementara ini belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Raja Kosmos, sambil menambahkan bahwa penyebab kematian masih dalam investigasi.
“Polisi segera memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengamankan sejumlah barang bukti,” jelas Raja Kosmos.
Profil Korban dan Latar Belakang Pendidikan PPDS
Dokter muda yang tewas ini adalah salah satu peserta Latest Program PPDS di FK Unri. Program tersebut bertujuan mempersiapkan calon dokter spesialis melalui pendidikan praktek di rumah sakit selama dua tahun. Selama menjalani pendidikan, korban aktif di bagian anestesiologi dan terapi intensif, sektor yang membutuhkan keterampilan tinggi.
dr. Alex Cristo Loris dan istrinya menikah pada 2024. Keduanya dinilai harmonis dan tidak memiliki riwayat konflik rumah tangga. Sebelum kejadian, korban juga tidak menunjukkan gejala kesehatan yang mengarah pada kondisi kritis. “Korban dalam kondisi sehat dan tidak ada keluhan khusus sebelumnya,” tambah Raja Kosmos.
Korban mengikuti Latest Program PPDS yang memperkuat kompetensi medis melalui kombinasi teori dan praktik. Proses ini sangat penting bagi mahasiswa FK Unri untuk mencapai standar profesi dokter spesialis. Selain itu, penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengetahui apakah ada faktor luar atau internal yang menyebabkan kematian korban.
Kondisi Lingkungan dan Keterangan Saksi
Korban ditemukan di semak belukar yang terletak di dekat ruang gawat darurat RSUD Tengku Rafian. Area tersebut sering dipakai sebagai jalur pejalan kaki atau akses kebagian tertentu rumah sakit. Petugas menyebut bahwa kondisi lingkungan di sekitar TKP tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan atau kecelakaan.
Tim penyelidik saat ini mengumpulkan keterangan saksi, termasuk petugas keamanan, rekan korban, dan para pengguna jalan di Jalan Raja Kecik. Raja Kosmos menyatakan bahwa seluruh proses akan memakan waktu beberapa hari untuk memastikan penyebab pasti kematian dr. Alex Cristo Loris. “Kami akan memastikan setiap detail selama investigasi berlangsung,” ujarnya.
Dalam Latest Program PPDS, para mahasiswa diberikan tanggung jawab utama dalam mempraktikkan keterampilan medis di bawah bimbingan dosen dan dokter senior. Meski demikian, korban ditemukan dalam kondisi terlentang tanpa tanda-tanda kekerasan, yang membuat kasus ini lebih misterius.
Penyelidikan Lanjutan dan Dampak pada Masyarakat
Korban merupakan salah satu dari sekitar 200 peserta Latest Program PPDS di FK Unri yang sedang menjalani pendidikan. Kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan mahasiswa dan staf rumah sakit. Sejumlah rekan korban menyatakan kekecewaan atas hilangnya salah satu anggota mereka.
Saat ini, pihak rumah sakit sedang mengkoordinasikan dengan penyidik untuk melengkapi data medis korban. Raja Kosmos menegaskan bahwa investigasi akan terus dilakukan hingga semua fakta terungkap. “Kami membutuhkan waktu beberapa hari untuk analisis lengkap,” katanya.
Tim penyelidik juga mengajukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap lingkungan sekitar rumah sakit. Dengan mempertimbangkan jalur yang ditempuh korban sebelum ditemukan, penyidik akan melacak apakah ada kesempatan untuk penyebab kematian yang tidak terlihat langsung.
