New Policy Boosts Public Trust in Polri, Commission III Member: Strengthen Reform Momentum
Survei Menunjukkan Peningkatan Kepuasan Publik terhadap Polri
New Policy – Kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatatkan peningkatan signifikan, menurut survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas. Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menyebut hasil survei ini sebagai bukti keberhasilan dari new policy yang diterapkan dalam rangka memperkuat reformasi internal Polri. Dalam wawancara bersama media, ia menekankan bahwa momentum ini wajib dimanfaatkan secara optimal untuk memperbaiki kinerja lembaga penegak hukum dan menumbuhkan citra yang lebih baik di mata publik.
“Kepuasan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen, meningkat dari 76,2 persen tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa new policy yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasilnya. Kepolisian kini lebih responsif, profesional, dan mampu memberikan pelayanan yang efektif kepada masyarakat,” kata Rudianto, Sabtu (27/6).
Manfaat dan Tanggung Jawab dalam Menerapkan New Policy
Peningkatan ini terjadi dalam kondisi yang dinamis, di mana tantangan sosial dan teknologi terus berkembang. Rudianto menjelaskan bahwa new policy mencakup berbagai inisiatif, seperti modernisasi sistem pelayanan publik, peningkatan transparansi dalam operasional Polri, serta penguatan pengawasan terhadap personel. Ia menambahkan bahwa perubahan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap konsistensi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Selain itu, Rudianto menyoroti bahwa new policy juga membantu mengatasi masalah yang selama ini menghambat reputasi Polri, seperti kasus korupsi dan penegakan hukum yang kurang tepat. Ia berharap dengan adanya kebijakan baru, institusi kepolisian bisa terus bertransformasi dan memperkuat komitmen untuk menjadi lembaga yang dihormati oleh seluruh lapisan masyarakat. “New policy ini bukan hanya tentang peningkatan kinerja, tetapi juga tentang perubahan mental dan budaya dalam tubuh Polri,” ujarnya.
Faktor-Faktor yang Mendukung Peningkatan Kepercayaan Masyarakat
Beberapa faktor utama yang turut berkontribusi pada peningkatan kepercayaan publik ke Polri adalah adanya peningkatan kualitas pelayanan langsung kepada warga. Berdasarkan survei, 67,6 persen responden menyatakan bahwa kepolisian kini lebih cepat dalam merespons keluhan dan tuntutan masyarakat. Faktor ini sangat berpengaruh karena masyarakat semakin mengharapkan keberadaan Polri sebagai mitra yang andal dalam menyediakan perlindungan dan layanan hukum.
Peningkatan kepercayaan juga didukung oleh keberhasilan Polri dalam memperbaiki struktur organisasi dan sistem internal. Rudianto menekankan bahwa reformasi yang diusung dalam new policy mencakup penyederhanaan proses pengambilan keputusan, pemberdayaan personel, serta peningkatan akuntabilitas. Ia menambahkan bahwa kinerja Polri yang konsisten dan profesional menjadi penentu utama dalam membangun citra positif di tengah masyarakat. “Dengan new policy, Polri semakin mampu menjawab ekspektasi masyarakat dalam berbagai aspek, mulai dari pelayanan hingga penegakan hukum,” jelas Rudianto.
Analisis Survei Litbang Kompas dan Perbandingan dengan Lembaga Lain
Survei Litbang Kompas yang meneliti kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum di Indonesia dilakukan pada 9–18 April 2026, melalui wawancara tatap muka dengan 1.200 responden. Hasil survei menunjukkan bahwa Polri tetap menjadi lembaga yang paling dipercaya oleh masyarakat, dengan angka kepercayaan mencapai 82,4 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan lembaga penegak hukum lainnya, seperti Kejaksaan Agung (69,2 persen), Mahkamah Agung (66,8 persen), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan 72,1 persen.
Peningkatan kepercayaan terhadap Polri juga terlihat dari peningkatan angka kepuasan terhadap layanan mereka. Dalam survei, kepuasan masyarakat terhadap Polri mencapai 67,6 persen, meningkat dari 65,1 persen tahun sebelumnya. Sementara itu, citra kelembagaan Polri juga naik menjadi 71,5 persen dari 64,4 persen tahun lalu. Rudianto menilai bahwa new policy menjadi faktor kunci dalam mencapai perbaikan ini, karena mengubah cara Polri berinteraksi dengan masyarakat dan memperkuat kapasitasnya dalam memberikan rasa aman.
Langkah-Langkah untuk Mempertahankan dan Meningkatkan Kepercayaan
Rudianto Lallo berharap hasil survei ini menjadi momentum untuk terus mengembangkan new policy yang lebih komprehensif. Ia menyarankan agar Polri terus melakukan evaluasi berkala dan melibatkan masyarakat dalam proses perbaikan. “Kepuasan publik tidak bisa dipertahankan hanya dengan hasil yang sekarang, tetapi harus terus ditingkatkan melalui inovasi dan kolaborasi yang lebih luas,” katanya.
Dalam rangka memperkuat reformasi, Rudianto juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan terhadap seluruh jajaran Polri. Ia menilai bahwa new policy harus diiringi tindakan nyata, seperti penghapusan praktik korupsi, peningkatan kualitas pendidikan bagi personel, serta penerapan teknologi dalam operasional polisi. “New policy adalah langkah awal, tetapi untuk menjaga kepercayaan publik, Polri harus terus bergerak dan menunjukkan perubahan yang konkret,” tutupnya.
