Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Pemkab Cianjur Tetapkan Status Darurat Tanggap Bencana Kekeringan

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Pemerintah Kabupaten Cianjur secara resmi mengumumkan penetapan status darurat tanggap bencana kekeringan yang akan berlaku hingga September 2026. Keputusan

Pemkab Cianjur Tetapkan Status Darurat Tanggap Bencana Kekeringan

Pemkab Cianjur Tetapkan Status Darurat Tanggap Bencana Kekeringan

Kabarnusantaraku.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur secara resmi mengumumkan penetapan status darurat tanggap bencana kekeringan yang akan berlaku hingga September 2026. Keputusan strategis ini diambil oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Iwan Karyadi, dengan masa berlaku resmi dimulai dari tanggal 15 Juli 2024 hingga September 2026. Penetapan ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang semakin parah di wilayah Cianjur.

Menurut arahan Iwan Karyadi, seluruh pemerintah desa hingga tingkat kecamatan di Kabupaten Cianjur diminta untuk terus memantau ketersediaan sumber air di wilayah masing-masing secara berkala. Langkah monitoring ini sangat penting untuk memastikan pasokan air tetap terjaga dan tidak mengalami kelangkaan selama musim kemarau berlangsung. Pemantauan rutin ini juga akan membantu identifikasi dini wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami krisis air.

Pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, serta masyarakat di daerah rawan, agar segera mengidentifikasi sumber-sumber air yang tersedia, seperti sumur resapan dangkal, kolam retensi, bendungan, dan sumur bor, serta memaksimalkan fasilitas penampungan air sebagai cadangan kebutuhan rumah tangga selama musim kemarau.

Iwan Karyadi juga menyampaikan bahwa jajarannya telah menyelesaikan pemetaan wilayah dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi peralihan musim. Kondisi tanah yang retak akibat kemarau panjang memiliki potensi menimbulkan bencana longsor atau pergerakan tanah ketika musim hujan tiba. Oleh karena itu, selain fokus pada penanganan kekeringan, BPBD Cianjur juga mempersiapkan mitigasi bencana tanah longsor.

Retakan tanah yang muncul akibat musim kemarau dapat berpotensi menimbulkan bencana longsor atau pergerakan tanah saat memasuki musim hujan. Jadi, tidak hanya mengantisipasi kekeringan selama musim kemarau, kami juga memetakan wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah pada masa peralihan musim nanti.

Wilayah Terdampak Krisis Air Bersih

Sebelumnya, tercatat sebanyak 14 kecamatan di Kabupaten Cianjur mengalami dampak krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Cianjur, Taufik Zuhrizal, menjelaskan bahwa beberapa wilayah telah dipetakan sebagai area berpotensi terdampak parah. Pemetaan ini dilakukan berdasarkan data historis dan kondisi geografis setiap kecamatan.

Daerah-daerah yang terdampak krisis air bersih meliputi Kecamatan Ciranjang, Cibeber, Cibinong, Sukaluyu, Gekbrong, Campaka Mulya, Kadupandak, dan Agrabinta. Selain itu, wilayah Cianjur bagian utara seperti Kecamatan Cugenang juga masuk dalam kategori terdampak. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekeringan tidak hanya menyerang wilayah selatan Cianjur, tetapi juga meluas ke wilayah utara.

Termasuk wilayah Cianjur bagian utara, seperti Kecamatan Cugenang. Berdasarkan catatan, wilayah-wilayah tersebut hampir setiap musim kemarau mengalami krisis air bersih.

Taufik Zuhrizal menambahkan bahwa puncak musim kemarau di Cianjur diperkirakan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi ancaman kekeringan serta krisis air bersih yang mungkin terjadi. Langkah-langkah seperti penghematan air, pemanfaatan sumber air alternatif, dan persiapan logistik menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi ini.

Pemkab Cianjur Tetapkan Status Darurat sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari dampak bencana kekeringan. Melalui penetapan ini, berbagai program bantuan dan penanganan darurat dapat segera diimplementasikan. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi seluruh warga Cianjur hingga musim hujan tiba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *