Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Polisi Bawa Tiga Pegawai Kafe di Cipete Terkait Tiga Kasus Korupsi

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Polisi Bawa Tiga Pegawai Kafe di Cipete Terkait Tiga Kasus Korupsi Polisi Bawa Tiga Pegawai Kafe di Cipete - Dalam operasi penyidikan yang berlangsung di Kafe

Polisi Bawa Tiga Pegawai Kafe di Cipete Terkait Tiga Kasus Korupsi

Polisi Bawa Tiga Pegawai Kafe di Cipete Terkait Tiga Kasus Korupsi

Polisi Bawa Tiga Pegawai Kafe di Cipete – Dalam operasi penyidikan yang berlangsung di Kafe de’Clan, Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7), Polri membawa tiga pegawai kafe untuk diperiksa lebih lanjut. Tindakan ini terkait dengan tiga kasus korupsi yang sedang diteliti, termasuk dugaan pemalsuan dokumen, suap, dan gratifikasi. “Polisi Bawa Tiga Pegawai Kafe di Cipete sebagai bagian dari proses penyelidikan,” terang Kepala Korps Kriminal Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, di lokasi penggeledahan. Penyidikan ini menunjukkan bahwa tiga pegawai kafe menjadi saksi penting dalam upaya menelusuri jaringan korupsi yang diduga terkait pengadaan batu bara, kasus PT Asabri, dan pengelolaan utang perusahaan. Selain itu, polisi juga mengungkap bahwa penyelidikan ini memerlukan koordinasi lintas lembaga untuk mengungkap keseluruhan fakta.

Detail Penggeledahan dan Barang Bukti yang Disita

Penggeledahan di Kafe de’Clan Signature, Cipete, mencakup beberapa titik fokus, termasuk kantor, ruang penyimpanan, dan area operasional. Selama penyitaan, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang menjadi kunci dalam memperkuat dugaan tiga kasus korupsi. “Barang bukti yang disita meliputi dokumen-dokumen penting serta perangkat elektronik, seperti handphone, untuk menyelidiki alur uang yang diduga terlibat dalam kegiatan pidana,” jelas Totok. Uang tunai yang ditemukan mencapai Rp 259.159.000, sementara mata uang asing seperti SGD 3.13 juta dan USD 889.965 juga menjadi bagian dari hasil penyitaan. Nilai total uang yang disita dikonversi menjadi sekitar Rp 60 miliar, yang menunjukkan tingkat keberhasilan penyidikan dalam mengumpulkan bukti.

“Kita menyita dokumen dan perangkat elektronik untuk memperjelas dugaan korupsi yang melibatkan tiga pegawai kafe,” tutur Totok.

Kasus Korupsi yang Diselidiki dalam Operasi Ini

Penyidikan tiga kasus korupsi ini memang cukup kompleks, mengingat masing-masing kasus memiliki konteks dan jaringan yang berbeda. Pertama, dugaan korupsi dalam pengadaan batu bara untuk pembangunan PLTU periode 2018–2026, yang diduga terjadi melalui skema pemberian kontrak yang tidak transparan. Kedua, kasus PT Asabri, perusahaan asuransi yang terlibat dalam penggelapan dana investasi. Ketiga, terkait dengan pengelolaan utang PT CBS terhadap PT KNI, yang diduga diarahkan untuk keuntungan pribadi. Polisi Bawa Tiga Pegawai Kafe di Cipete menjadi bagian dari upaya mengungkap keterlibatan antar perusahaan dalam tiga kasus tersebut.

Salah satu hal yang menarik dalam kasus ini adalah hubungan antara kafe dan bisnis lainnya. “Polisi Bawa Tiga Pegawai Kafe di Cipete ternyata terkait dengan beberapa kegiatan yang terjadi di luar bidang mereka, seperti pengelolaan dana khusus,” papar Totok. Tiga pegawai kafe ini dianggap sebagai bagian dari jaringan yang memfasilitasi alur dana korupsi. Selain itu, penyidikan juga mengungkap bahwa beberapa lokasi seperti Kafe de’Clan dan Koin Money Changer digunakan sebagai tempat penyimpanan uang tunai dan transaksi kecil yang bisa dianggap sebagai bukti tambahan.

Penggeledahan di 12 Lokasi untuk Perkuat Bukti

Polri tidak hanya fokus pada Kafe de’Clan, tetapi juga menggeledah total 12 lokasi untuk mengumpulkan bukti lebih lengkap. Lokasi-lokasi tersebut meliputi PT CBS, Cengkareng Timur; PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan; PT KNI, Petojo Selatan; dan beberapa rumah serta kantor di Jakarta Selatan. “Polisi Bawa Tiga Pegawai Kafe di Cipete menjadi salah satu dari 12 lokasi yang dikunjungi dalam penyelidikan ini,” kata Totok. Dalam setiap penggeledahan, polisi menemukan dokumen, transaksi keuangan, serta bukti fisik yang mendukung dugaan korupsi. Penggeledahan di Kafe de’Clan, misalnya, menemukan bukti bahwa pegawai kafe terlibat dalam penyaluran dana ke pihak-pihak tertentu.

Koin Money Changer, Cipete Selatan, menjadi fokus dalam penyidikan uang tunai. “Barang bukti yang disita di Kafe de’Clan, termasuk uang tunai, berpotensi memperjelas alur dana korupsi,” tambah Totok. Di sisi lain, rumah Sdr. MN dan Sdr. TK di Serpong Utara serta Mega Kuningan juga diperiksa untuk melacak akun rekening atau transaksi kecil yang bisa menjadi petunjuk penting. Polisi Bawa Tiga Pegawai Kafe di Cipete diperkirakan akan menjadi saksi kunci dalam kasus korupsi PT CBS dan PT KNI.

Langkah Selanjutnya dalam Penyelidikan

Selain menggeledah 12 lokasi, Polri juga melakukan pemeriksaan terhadap tiga pegawai kafe sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut. “Tiga pegawai kafe akan diperiksa secara mendalam untuk melihat apakah mereka terlibat dalam transaksi korupsi atau hanya menjadi korban,” kata Totok. Penyidikan ini diharapkan bisa mengungkap lebih banyak fakta mengenai alur dana dan kepentingan pihak-pihak yang terlibat. Polisi Bawa Tiga Pegawai Kafe di Cipete juga akan ditelusuri apakah mereka terlibat dalam kegiatan pencucian uang atau gratifikasi. Pemeriksaan ini diperkirakan memakan waktu beberapa hari sebelum diberikan kesimpulan.

Menurut Totok, penggeledahan di Kafe de’Clan adalah bagian dari strategi penyelidikan yang lebih luas. “Polisi Bawa Tiga Pegawai Kafe di Cipete adalah tindakan untuk mempercepat proses penyidikan tiga kasus korupsi ini,” ujarnya. Dengan adanya bukti dari kafe, penyidik bisa memperkuat keterlibatan perusahaan-perusahaan yang terlibat. Penyidikan ini juga terbuka untuk memanggil pihak-pihak lain, termasuk masyarakat atau pelaku usaha lainnya, guna memperluas pemahaman terhadap kasus korupsi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *