Polisi Belum Temukan Titik Kebocoran Ledakan Pipa Gas Grand Polonia
Kabarnusantaraku.com – Tim kepolisian Polda Sumatera Utara hingga saat ini masih melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi lokasi pasti sumber kebocoran yang memicu ledakan pipa gas di kawasan Perumahan Grand Polonia, Medan. Insiden tragis tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 20 Juli 2025 sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah melaksanakan serangkaian prosedur olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh pada Kamis (23/7), pihak berwajib secara resmi menyatakan bahwa titik kebocoran belum terdeteksi secara definitif hingga saat ini.
Kombes Pol Ferry Walintukan, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, menjelaskan bahwa proses identifikasi sumber kebocoran sedang berlangsung secara intensif. “Saat ini kami tengah berupaya menemukan sumber kebocoran gas metana yang terjadi di area perumahan tersebut,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian pada Kamis (23/7). Proses pencarian ini melibatkan berbagai metode teknis untuk memastikan akurasi hasil investigasi.
Tantangan Teknis dalam Pencarian Titik Kebocoran
Menurut AKBP Roy Tenno Siburian, Kasubdit Fiskom Bidang Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara, kesulitan utama yang dihadapi tim investigasi terletak pada dimensi pipa yang sangat panjang dan tertanam rapat di dalam dinding-dinding rumah warga. “Pipa tersebut memiliki panjang yang signifikan dan seluruhnya tersembunyi di balik tembok-tembok rumah. Inilah hambatan utama yang kami hadapi dalam proses pencarian,” jelas Roy dengan tegas.
Untuk mengatasi masalah teknis ini, kepolisian berencana membongkar seluruh struktur tembok yang mengandung pipa gas di area terdampak. “Kami perlu membobol semua dinding untuk mengeluarkan pipa guna melakukan pengujian per segmen,” tambah Roy. Langkah strategis ini sangat penting agar setiap bagian pipa dapat diperiksa secara sistematis dan akurat.
Kolaborasi dengan PGN untuk Pengujian Teknis
Sebagai bagian integral dari proses investigasi, kepolisian bekerja sama erat dengan PGN (Perusahaan Gas Negara) untuk melakukan Leak Test atau uji kebocoran pipa secara komprehensif. Pengujian menggunakan alat Header Gas dengan kandungan CNG tabung 200 bar yang memiliki presisi tinggi. Pengecekan telah dilakukan di tiga terminal utama, yaitu di lantai 1 dan lantai 4, yang mencakup dua kompor gas dan genset sebagai titik pengujian kritis.
“Kami memeriksa beberapa titik seperti di dapur, genset, dan area atas. Namun, karena pipa ini sangat panjang, pemeriksaan baru mencakup ujung-ujungnya saja. Semua masih tertanam di dalam tembok sehingga membutuhkan waktu lebih untuk memastikan tidak ada kebocoran,” imbuh Roy dengan penjelasan detail mengenai proses yang sedang berlangsung.
Menentukan Tanggung Jawab Hukum
Penentuan titik kebocoran dinilai sangat krusial untuk penyelidikan lebih lanjut terkait siapa yang bertanggung jawab atas insiden tragis tersebut. Roy menjelaskan bahwa jika kebocoran ditemukan pada sambungan atau karet, maka dapat dianalisis apakah ada ketidakstandaran dalam pemasangan awal pipa. “Apakah ada kelalaian dari pihak yang memasang atau faktor lain, semuanya akan terungkap setelah titik kebocoran ditemukan,” jelasnya.
Sebelumnya, ledakan di Grand Polonia mengakibatkan tujuh korban jiwa. Empat di antaranya selamat dan berhasil dievakuasi, sementara tiga orang lainnya meninggal dunia. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan mendapat pertolongan medis secara menyeluruh. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat untuk meminimalkan korban jiwa.
“Kita mau urut pipanya tentu harus membobol semua tembok-tembok yang ada di sana untuk mengeluarkan pipa itu untuk menguji nanti per segmennya,” ucap Roy.
“Jadi untuk siapa yang bertanggung jawab itu kan harus jelas dulu. Misalnya kalau anggap lah, kalau itu dikaret atau di persambungan. Nah itu apakah dari semula ini misalnya enggak standar pemakaian, nanti bisa dirunut,” jelas Roy.
Proses Investigasi Berlanjut
Tim investigasi terus melakukan pemantauan dan pengujian secara berkala untuk memastikan tidak ada perkembangan baru dalam proses pencarian titik kebocoran. Proses pembongkaran tembok akan dilakukan secara bertahap untuk meminimalkan gangguan terhadap penghuni perumahan. Hasil akhir investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab utama ledakan dan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
