Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Prananda Paloh: Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana Jika Pemuda Tak Siap & Apatis

Linda Brown - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Malam hari Selasa (21/7) menjadi momen bersejarah bagi organisasi kepemudaan Partai NasDem. Acara pembukaan Kongres II sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun

Prananda Paloh: Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana Jika Pemuda Tak Siap & Apatis

Prananda Paloh: Bonus Demografi Bisa Jadi Bencana Jika Pemuda Tak Siap

Kongres II Garda Pemuda NasDem: Peringatan Kritis untuk Generasi Muda

Kabarnusantaraku.com – Malam hari Selasa (21/7) menjadi momen bersejarah bagi organisasi kepemudaan Partai NasDem. Acara pembukaan Kongres II sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-15 Garda Pemuda NasDem diselenggarakan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara. Dalam pidato pembukaannya, Prananda Surya Paloh, Ketua Umum organisasi ini, menyampaikan peringatan penting mengenai bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia dalam beberapa dekade mendatang. Ia menegaskan bahwa kondisi demografis ini tidak serta-merta memberikan keuntungan bagi bangsa, melainkan bisa menjadi tantangan besar jika tidak dikelola dengan baik.

Menurut Prananda Paloh, momentum demografis tersebut justru berpotensi berubah menjadi bencana apabila generasi muda tidak memiliki kesiapan yang memadai dan kehilangan semangat untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi situasi ini, mengingat jumlah penduduk usia produktif yang sangat besar di Indonesia saat ini. Tanpa persiapan yang matang, bonus ini bisa menjadi beban yang menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kongres ini digelar dalam masa yang sangat krusial. Bangsa kita sedang berada dalam periode bonus demografi. Namun perlu diingat, saya tekankan sekali lagi, kita harus hati-hati. Bonus demografi bisa saja menjadi bencana demografi,”

Belajar dari Pengalaman Bangsa Lain untuk Menghindari Jebakan Demografis

Prananda Paloh menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh melewatkan kesempatan ini jika ingin mewujudkan cita-cita menjadi negara yang maju, mandiri, dan sejahtera. Ia mengajak seluruh pihak untuk mempelajari pengalaman negara-negara lain yang berhasil mengubah bonus demografi menjadi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, banyak negara yang gagal memanfaatkan momentum ini karena kurangnya investasi dalam pendidikan dan penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda.

“Untuk mencapai cita-cita sebagai negara maju yang mandiri dan sejahtera, kita tidak boleh melewatkan momentum ini. Kita perlu belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain yang berhasil mengonversi bonus demografi menjadi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakatnya,”

Generasi Muda Sebagai Motor Penggerak Perubahan

Menurut Prananda Paloh, generasi muda harus berperan sebagai motor penggerak dalam memanfaatkan bonus demografi. Ia mengajak anak muda untuk tidak hanya menuntut peran negara, tetapi juga aktif memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Pemuda tidak boleh menjadi generasi yang apatis dan pasif, melainkan harus menjadi agen perubahan yang proaktif dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita pemuda harus menjadi penggerak dan katalis bonus demografi agar cita-cita ini tercapai. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?”

Lebih lanjut, Prananda Paloh mengajak seluruh pemuda untuk mengembalikan semangat persatuan dengan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun afiliasi politik. Ia berharap pemuda bisa menjadi episentrum pertemuan semua kepentingan demi bangsa yang berdaulat. Dengan semangat persatuan ini, generasi muda diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan global dengan lebih percaya diri dan kompetitif.

Garda Pemuda Sebagai Sumber Kaderisasi dan Regenerasi Kepemimpinan

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menjelaskan bahwa Garda Pemuda NasDem berperan sebagai sumber kaderisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan partai. Organisasi kepemudaan ini harus mampu menjaga integritas dan melahirkan pemimpin yang kredibel untuk menghadapi kompetisi politik yang semakin ketat. Saan menekankan pentingnya profesionalitas dan militansi dalam setiap kegiatan organisasi.

“Pemuda dalam hal ini Garda Pemuda NasDem adalah sumber lahirnya kepemimpinan partai ke depan. Karena itu partai menaruh harapan besar agar Garda terus memperkuat sistem pengkaderan, kepemimpinan, integritas, kredibilitas, profesionalitas, militansi, dan loyalitas terhadap partai,”

Saan menambahkan bahwa pemilih muda diperkirakan akan menjadi kelompok terbesar pada Pemilu 2029. Karena itu, Garda Pemuda NasDem diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara partai dengan generasi muda di Indonesia. Siapa yang bisa menarik hati para pemuda, maka itulah yang bisa memenangkan kompetisi politik di masa depan. Dengan demikian, investasi dalam pengembangan generasi muda bukan hanya soal masa depan bangsa, tetapi juga strategi politik yang cerdas.

“Nah karena pemuda itu adalah demografi yang terbesar di 2029, kita berharap Garda ini menjadi jembatan penghubung antara partai dengan generasi muda yang ada di Indonesia. Siapa yang bisa menarik hati para pemuda, maka itulah yang bisa memenangkan kompetisi politik,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *