Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Serangan Israel Tewaskan 2 Warga Gaza, Gudang Obat Rumah Sakit Hancur

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Dua warga Palestina kehilangan nyawa dalam Serangan Israel Tewaskan 2 Warga Gaza pada Sabtu (1/8). Serangan udara yang melanda Jalur Gaza tersebut juga

Serangan Israel Tewaskan 2 Warga Gaza, Gudang Obat Rumah Sakit Hancur

Korban Tewas dan Hancurnya Fasilitas Medis Gaza

Kabarnusantaraku.com – Dua warga Palestina kehilangan nyawa dalam Serangan Israel Tewaskan 2 Warga Gaza pada Sabtu (1/8). Serangan udara yang melanda Jalur Gaza tersebut juga menghancurkan dua gudang penyimpanan obat milik Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah. Otoritas kesehatan Palestina mengonfirmasi bahwa kedua korban tewas berada di kawasan Sheikh Radwan, Kota Gaza.

Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menyasar anggota Hamas, meskipun tidak memberikan rincian maupun bukti pendukung atas klaim tersebut. Beberapa jam kemudian, serangan udara kembali terjadi di Deir al-Balah, Gaza bagian tengah. Kali ini, dua gudang penyimpanan obat milik Rumah Sakit Martir Al-Aqsa hancur akibat ledakan yang kuat.

Dampak Terhadap Fasilitas Kesehatan

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan bahwa gudang tersebut menyimpan berbagai perlengkapan medis penting. Di antaranya terdapat obat-obatan bagi pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah, kain kasa, serta peralatan medis untuk perawatan rutin. Selain menghancurkan dua gudang utama, serangan juga merusak gudang penyimpanan lain dan klinik rawat jalan rumah sakit. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan diarahkan ke lokasi yang disebut sebagai tempat persembunyian Hamas di dekat rumah sakit. Menurut Israel, lokasi itu digunakan untuk menyimpan senjata dan menjadi bagian dari operasi yang didasarkan pada informasi intelijen Shin Bet. Namun, militer Israel tidak menyertakan bukti yang mendukung tuduhan bahwa Hamas menyimpan persenjataan di area rumah sakit tersebut.

"Pendudukan Israel telah melakukan kejahatan keji. Di tengah malam mereka menargetkan gudang yang berisi persediaan medis untuk rumah sakit dan menghancurkannya sepenuhnya," kata Khalil al-Daqran, dokter Rumah Sakit Martir Al-Aqsa, kepada Reuters.

Rekaman Reuters dari lokasi menunjukkan kawah besar bekas ledakan di sekitar kompleks rumah sakit. Puing-puing bangunan dan perlengkapan medis tampak berserakan di area yang berdekatan dengan permukiman tenda pengungsi. Khalil al-Daqran mengecam serangan tersebut dan menyebut fasilitas yang dihancurkan berisi stok medis yang sangat dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan.

Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa militer Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi sebelum melancarkan serangan di kawasan tersebut. Salah seorang pengungsi, Fatima Sharab (34), mengatakan ledakan juga menghancurkan tenda-tenda yang menjadi tempat berlindung sekitar 60 hingga 70 orang. Menurut Fatima, banyak keluarga memilih tinggal di sekitar rumah sakit agar lebih mudah mengakses layanan kesehatan.

Rumah sakit dan fasilitas sipil pada prinsipnya mendapat perlindungan berdasarkan hukum humaniter internasional. Namun Israel berulang kali menyatakan Hamas menggunakan rumah sakit dan fasilitas sipil sebagai lokasi operasi militer maupun penyimpanan senjata, tuduhan yang berkali-kali dibantah Hamas. Serangan Israel Tewaskan 2 Warga Gaza ini terjadi ketika masa depan kesepakatan gencatan senjata di Gaza masih belum jelas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengeklaim telah terjadi terobosan dalam upaya mengakhiri perang dan menyebut, Hamas bersedia meletakkan senjata sebagai bagian dari kesepakatan damai. Namun hingga kini Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim tersebut. Sebaliknya, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menolak rencana itu.

Ia menilai Israel seharusnya tetap melanjutkan operasi militer terhadap Hamas. Situasi di Gaza terus memanas dengan hilangnya nyawa warga sipil dan kerusakan fasilitas vital yang berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *