Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Solving Problems: Wamendagri Bima Arya Dorong Mahasiswa Poltek Unhan NTT Miliki Visi & Disiplin

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Wamendagri Bima Arya Dorong Mahasiswa Poltek Unhan NTT Miliki Visi & Disiplin Solving Problems menjadi tema utama dalam arahan yang diberikan oleh Wakil

Solving Problems: Wamendagri Bima Arya Dorong Mahasiswa Poltek Unhan NTT Miliki Visi & Disiplin

Wamendagri Bima Arya Dorong Mahasiswa Poltek Unhan NTT Miliki Visi & Disiplin

Solving Problems menjadi tema utama dalam arahan yang diberikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto kepada para mahasiswa Politeknik “Ben Mboi” Universitas Pertahanan (Unhan) di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungannya, Bima Arya menekankan bahwa Solving Problems adalah keterampilan inti yang dibutuhkan generasi muda untuk mewujudkan perubahan positif di masa depan. Ia mengatakan, kemampuan mengatasi tantangan dan berpikir kritis akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Membangun Visi untuk Memecahkan Masalah

Bima Arya menyoroti bahwa visi adalah fondasi utama dalam Solving Problems. “Visi membedakan antara individu yang hanya mengikuti arus dan mereka yang mampu menentukan arah,” jelasnya. Menurut Wamendagri, visi tidak hanya berupa harapan semata, melainkan juga perencanaan jangka panjang yang mendorong mahasiswa untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Ia mencontohkan bahwa dalam dunia kerja, seseorang dengan visi jelas akan lebih mudah menemukan solusi inovatif di tengah keterbatasan sumber daya.

“Jika kalian sudah memiliki visi tentang masa depan, kalian akan lebih mudah menentukan langkah-langkah konkret untuk mencapainya. Ini adalah kunci utama dalam Solving Problems sehari-hari.”

Dalam konteks pendidikan, Bima Arya menekankan bahwa Poltek Unhan NTT memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa yang siap menghadapi tantangan kekinian. “Para mahasiswa ini tidak hanya belajar teknik, tetapi juga harus terlatih dalam berpikir sistematis dan mengambil keputusan berbasis data,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa visi yang jelas akan memperkuat kemampuan Solving Problems, terutama dalam menghadapi isu-isu sosial, ekonomi, dan lingkungan yang kompleks.

Disiplin sebagai Alat untuk Mewujudkan Visi

Disiplin dianggap sebagai elemen pendukung penting dalam proses Solving Problems. “Tanpa disiplin, visi yang hebat bisa jadi hanya mimpi,” ujarnya. Bima Arya menekankan bahwa kebiasaan rutin, seperti menyelesaikan tugas tepat waktu, mengikuti aturan institusi, dan menjaga kesehatan fisik dan mental, adalah langkah awal untuk menciptakan disiplin yang mantap. Ia mencontohkan bahwa mahasiswa yang disiplin akan lebih mampu mengelola waktu dan energi secara efektif, sehingga bisa berkontribusi secara maksimal dalam Solving Problems.

“Disiplin tidak hanya tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga tentang menjaga konsistensi dalam berpikir jernih dan bertindak tepat. Ini adalah cara terbaik untuk mengasah kemampuan Solving Problems secara terus-menerus.”

Bima Arya juga meminta mahasiswa untuk memperkuat disiplin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di lingkungan pergaulan. “Lingkungan yang baik akan mempercepat pertumbuhan keterampilan Solving Problems,” katanya. Ia menambahkan bahwa mahasiswa harus proaktif dalam menciptakan lingkungan belajar dan kerja yang saling mendukung, karena disiplin yang terbentuk di sini akan menjadi bekal untuk menghadapi tantangan nyata di luar kampus.

Menurut Bima Arya, Solving Problems adalah bagian dari tanggung jawab sosial mahasiswa. “Masa depan tidak bisa dibangun oleh satu orang saja. Kalian harus siap berkolaborasi dan saling menolong,” pungkasnya. Ia menegaskan bahwa visi dan disiplin yang terlatih selama masa studi akan membentuk generasi pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah dengan pendekatan holistik dan berkelanjutan. Kebiasaan belajar dan berpikir kritis yang dibentuk di Poltek Unhan NTT, ia harapkan, bisa menjadi pola untuk meningkatkan kualitas SDM lokal yang berkontribusi pada penyelesaian isu-isu nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *