Topics Covered: Arahan Gus Ipul Jelang MPLS Siswa Baru Sekolah Rakyat
Topics Covered menjadi fokus utama dalam rapat koordinasi yang digelar oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, untuk mempersiapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan dilaksanakan pada 14 Juli 2026. Dalam sesi tersebut, Gus Ipul menekankan bahwa Topics Covered harus dipertimbangkan secara menyeluruh agar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah berjalan lancar dan efektif. “Ini adalah prioritas bagi seluruh Kementerian Sosial, bukan hanya tugas satu pihak saja, jadi semua harus tahu, terlibat, mendengarkan, dan berkontribusi,” ujarnya saat rapat di kantor Kemensos, Kamis (2/7/2026).
Empat Klaster Kesiapan MPLS
Rapat koordinasi tersebut membahas empat klaster utama yang menjadi bagian dari Topics Covered dalam rangkaian persiapan MPLS. Pertama, kesiapan fisik seperti sarana dan prasarana, serta perlengkapan di setiap Sekolah Rakyat. Gus Ipul meminta semua unit memastikan lingkungan belajar siap digunakan, termasuk pengecekan infrastruktur dan alat pendukung. Kedua, persiapan migrasi dan rekrutmen siswa baru, yang mencakup koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Ketiga, kesiapan para kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik, agar mereka siap menjalankan tugas pengenalan lingkungan sekolah secara profesional. Keempat, kegiatan pelaksanaan MPLS itu sendiri, yang meliputi pengenalan tata tertib, pemeriksaan kesehatan, dan pembentukan karakter siswa.
Dalam menyampaikan arahan, Gus Ipul menekankan pentingnya pemantauan perpindahan siswa dari Sekolah Rakyat Rintisan ke Sekolah Rakyat Permanen. Menurutnya, perlengkapan yang ditinggalkan di lokasi sebelumnya harus tetap dirawat dan dipertahankan. “Jangan sampai kursi, bangku, atau perlengkapan lainnya rusak karena ditinggalkan. Semua harus dipertahankan dan tidak hilang,” ujarnya dalam pembahasan Topics Covered terkait penyelesaian transisi sekolah.
Six Arah untuk Memperkuat Persiapan
Di samping empat klaster utama, Gus Ipul menyebutkan enam arahan kunci yang menjadi bagian dari Topics Covered dalam memastikan kelancaran MPLS. Pertama, memulai kembali operasional Sekber Sekolah Rakyat dan Satker terkait, serta memastikan transisi SR Rintisan ke SR Permanen selesai tepat waktu. Kedua, melakukan simulasi penuh perpindahan SR Rintisan ke SR Permanen, mulai dari uji coba di satu titik sebelum diterapkan secara menyeluruh. Ketiga, mempercepat distribusi perlengkapan sekolah dan pengadaan bahan untuk siswa baru, agar tidak ada keterlambatan dalam proses penerimaan.
Keempat, meningkatkan koordinasi dengan Kementerian PU terkait pengelolaan fasilitas seperti listrik, air bersih, keamanan, dan pendukung lainnya. Kelima, mengaktifkan kembali Gugus Tugas Pengendalian untuk mengatasi hambatan, memetakan risiko, serta menetapkan PIC di setiap titik Sekolah Rakyat. Keenam, Gus Ipul meminta evaluasi kebutuhan anggaran tambahan, jika diperlukan, untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. “Saya berharap semua jajaran turun tangan. Turun tangan, bukan tangan turun ya,” tegasnya dalam pembahasan Topics Covered terkait manajemen anggaran.
Dalam penjelasan Topics Covered, Gus Ipul juga menyoroti peran penting guru dan tenaga pendidik dalam membangun hubungan dengan siswa baru. Ia meminta mereka mengikuti pelatihan khusus agar lebih siap dalam menjelaskan kebijakan sekolah dan menyambut siswa. “Kepala sekolah dan guru harus menjadi panutan dalam memastikan Topics Covered mencakup semua aspek yang relevan untuk pembelajaran awal,” imbuhnya. Selain itu, ia menekankan bahwa kegiatan MPLS tidak hanya sekadar pengenalan lingkungan, tetapi juga menjadi wadah untuk melatih siswa dalam beradaptasi dengan sistem pendidikan yang berbeda.
Menurut Gus Ipul, Topics Covered harus mencakup pula aspek psikologis siswa. Ia menyarankan bahwa pengenalan lingkungan sekolah diiringi dengan kegiatan yang mendorong kerja sama, kebersamaan, dan komunikasi antar siswa. “Siswa baru tidak hanya perlu memahami aturan sekolah, tetapi juga merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar,” lanjutnya. Dalam hal ini, kegiatan pembentukan karakter menjadi bagian tak terpisahkan dari Topics Covered yang ditetapkan.
“Karena ini menjadi kepentingan seluruh Kementerian Sosial bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja, jadi semua harus tahu, semua harus terlibat, semua harus ikut mendengarkan, dan semua harus berkontribusi,”
kata Gus Ipul saat memimpin rapat koordinasi di Kementerian Sosial. Ia menekankan bahwa keterlibatan semua pihak menjadi kunci keberhasilan Topics Covered dalam penyelenggaraan MPLS. Dengan menggabungkan persiapan fisik, logistik, dan manusia, kegiatan MPLS yang dijadwalkan selama 17 hari, dari 14 hingga 31 Juli 2026, akan menciptakan suasana belajar yang optimal. Selanjutnya, masa matrikulasi akan berlangsung dari 3 Agustus hingga 30 September 2026, yang juga menjadi bagian dari Topics Covered untuk melanjutkan proses adaptasi siswa. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan pemenuhan standar Sekolah Rakyat secara keseluruhan.
