Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Topics Covered: Gubernur DKI Menangis Haru Mengenang Masa Lalu saat Open House Sekolah Rakyat

Joseph Garcia - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Topics Covered: Gubernur DKI Jakarta Menangis Haru Saat Open House Sekolah Rakyat Topics Covered - Jumat, 3 Juli 2026, suasana SRMA 10 Jakarta berubah menjadi

Topics Covered: Gubernur DKI Menangis Haru Mengenang Masa Lalu saat Open House Sekolah Rakyat

Topics Covered: Gubernur DKI Jakarta Menangis Haru Saat Open House Sekolah Rakyat

Topics Covered – Jumat, 3 Juli 2026, suasana SRMA 10 Jakarta berubah menjadi semarak saat Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir dalam acara open house. Hadirnya dua tokoh tersebut menarik perhatian para orang tua siswa, menciptakan antusiasme yang terus berlanjut. Siswa-siswa SRMA 10, berpakaian seragam PDL hijau army, tampak bersemangat dengan menampilkan yel-yel dan pertunjukan kreatif yang memukau.

Interaksi antara para siswa dan pemimpin menciptakan momen emosional yang tak terlupakan. Dalam kesempatan ini, Pramono Anung terlihat terharu saat berbincang dengan Muhammad Sesa, siswa yang turut serta dalam pertunjukan baris variasi. “Sebelumnya sekolah di mana?” tanya Pramono dengan penuh perhatian. “Saya putus sekolah, Pak,” jawab Sesa. Sesi wawancara singkat ini memicu refleksi mendalam dari Gubernur DKI, yang kemudian berbagi cerita tentang peran pendidikan dalam membuka peluang masa depan bagi para anak-anak kurang beruntung.

“Ketika ditanya perasaannya, Sesa menyampaikan rasa gembira karena akhirnya dapat kembali belajar,” ujar Pramono. “Wajahmu penuh harapan. Yang rajin ya sekolahnya,” tambahnya, menunjukkan dukungan penuh terhadap pendidikan sebagai kunci kemajuan.

Dalam suasana yang penuh semangat, Pramono mengungkapkan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat memberikan jalan bagi anak-anak yang membutuhkan. “Dari tadi sebenarnya saya meneteskan air mata. Saya mengalami hal yang sama dulu. Kalau tidak ada bantuan pemerintah melalui beasiswa, mungkin saya juga tidak bisa bersekolah,” ujarnya sambil menunjukkan keharuan yang terlihat di wajahnya.

Pengaruh Sekolah Rakyat pada Masa Depan Generasi

Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga wadah untuk membangun masa depan generasi muda. Dalam pidatonya, Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi Presiden Prabowo Subianto untuk menekan angka kemiskinan melalui pendidikan. “Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan dengan program bapak presiden. Kolaborasi dengan Pak Gubernur DKI. Nanti akan dibangun rumahnya, diperbaiki supaya lebih layak huni,” jelas Gus Ipul, yang diterima oleh peserta acara dengan tepuk tangan antusias.

Pramono Anung juga menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki dua jalur masa depan bagi lulusannya: melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil sesuai minat dan bakat. “Siapa tahu beberapa puluh tahun ke depan Presiden Indonesia adalah lulusan Sekolah Rakyat,” ujarnya, menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi yang mengubah nasib. Hal ini sesuai dengan fokus Topics Covered yang menyoroti peran pendidikan dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Sekolah Rakyat saat ini melayani lebih dari 15 ribu siswa di 166 lokasi di seluruh Indonesia,” kata Kepala SRMA 10 Jakarta, Ratu Mulyanengsih. “Jumlah tersebut akan meningkat menjadi sekitar 45 ribu siswa pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk SRMA 10 Jakarta, jumlah calon siswa tahun ini mencapai 90 siswa SMA, 90 siswa SMP, dan 27 siswa SD. Pendaftaran siswa SD masih berlangsung hingga kuota terpenuhi.”

Menurut Ratu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. “Awalnya saya menangis karena melihat keterbatasan mereka. Berbicara kurang lembut, baris…” lanjutnya, menggambarkan perjalanan emosional yang dialami oleh para pendidik dan siswa.

Langkah Pemimpin dalam Menjaga Kualitas Pendidikan

Pramono Anung menjelaskan bahwa tiga hal utama harus dihindari di lingkungan Sekolah Rakyat: bullying, kekerasan fisik atau seksual, serta intoleransi. “Siapa pun yang melanggar akan kami tindak tegas,” tegasnya, menunjukkan komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. Hal ini menjadi salah satu Topics Covered dalam acara open house yang juga memperlihatkan upaya pengelolaan kualitas pendidikan secara sistematis.

Sebagai bagian dari Topics Covered, acara ini menjadi wadah untuk mengevaluasi dan menegaskan komitmen pemimpin terhadap pendidikan inklusif. Pemimpin daerah dan nasional berupaya memastikan bahwa setiap anak, terlepas dari latar belakangnya, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Dukungan dari pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *