Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparannews

Viral Pria di Kalimantan Diduga Hina Al-quran dan Suku Dayak, Polisi Telusuri

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 2 mins read

Sebuah video yang kini menjadi perbincangan hangat di media sosial menunjukkan seorang pria tanpa busana bagian atas. Viral Pria di Kalimantan Diduga

Viral Pria di Kalimantan Diduga Hina Al-quran dan Suku Dayak, Polisi Telusuri

Pria Kalimantan Viral Diduga Hina Al-Quran dan Suku Dayak

Kabarnusantaraku.com – Sebuah video yang kini menjadi perbincangan hangat di media sosial menunjukkan seorang pria tanpa busana bagian atas. Viral Pria di Kalimantan Diduga melakukan penistaan terhadap kitab suci Al-Quran serta melontarkan ucapan kasar kepada masyarakat suku Dayak. Rekaman tersebut telah menyebar luas dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.

Dalam tayangan video yang viral tersebut, pria bersangkutan terlihat dengan jelas melakukan tindakan yang dianggap menistakan. Ia mengangkat Al-Quran kemudian buang air kecil di atasnya. Selain itu, ia juga tidak ragu untuk menghina suku Dayak dengan kata-kata yang cukup kasar. Aksi ini langsung menarik perhatian banyak orang dan menjadi topik pembicaraan di berbagai platform media sosial.

Proses Identifikasi oleh Kepolisian

Merespons kejadian yang viral ini, pihak kepolisian segera melakukan tindakan. Kombes Pol Bambang Suharyono, Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, menjelaskan bahwa pihaknya sedang dalam proses identifikasi terhadap pelaku. Proses ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan identitas pelaku dengan tepat.

Suku Daya itu tak punya moral. bab* dan anj*ng,

Ucapan tersebut merupakan salah satu contoh penghinaan yang dilontarkan oleh pria dalam video viral. Polisi menyatakan bahwa mereka sedang menelusuri informasi lebih lanjut mengenai pelaku. “Masih ditelusuri,” ujar Bambang saat dikonfirmasi oleh media pada hari Rabu, 22 Juli. Pernyataan ini menunjukkan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan final.

Lokasi dan Perkembangan Terkini

Hingga saat ini, lokasi pasti pria tersebut masih belum diketahui secara jelas. Berbagai informasi beredar mengenai kemungkinan tempat tinggal pelaku, namun belum ada konfirmasi resmi. Redaksi kumparan juga telah menghubungi Polda Kalimantan Tengah untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut dua hal penting, yaitu penghinaan terhadap kitab suci dan penghinaan terhadap suku tertentu. Masyarakat diharapkan tidak terpancing emosi dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. Proses hukum akan berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Video viral ini juga memicu diskusi tentang toleransi dan saling menghormati antar masyarakat. Banyak pihak yang meminta agar pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya. Kejadian ini menjadi contoh bagaimana media sosial dapat mempercepat penyebaran informasi dan memicu respons cepat dari berbagai pihak.

Pihak kepolisian terus berupaya untuk menemukan lokasi pasti pelaku. Mereka juga sedang mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk proses hukum selanjutnya. Masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat jika mengetahui lokasi atau identitas pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *