What Happened During: Prabowo Akan Jadi Inspektur Upacara Hari Bhayangkara Ke-80 di Cikeas
What Happened During memperoleh perhatian luas setelah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, diumumkan akan menjadi inspektur upacara dalam perayaan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7). Acara ini dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan seluruh menteri Kabinet Merah Putih, yang menunjukkan kepentingan tinggi pemerintah terhadap peran polisi dalam membangun bangsa. Upacara tersebut akan menjadi momen penting dalam menegaskan komitmen Polri untuk terus memberikan layanan yang profesional dan modern.
Signifikansi Pemindahan Lokasi Upacara
Penyelenggaraan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini dipindahkan ke Satlat Brimob Cikeas karena memiliki makna filosofis yang mendalam. Sebagai pusat pembentukan personel kepolisian, lokasi ini menjadi simbol transparansi dalam proses pelatihan, pengembangan karakter, serta peningkatan kualitas SDM. “Pemilihan Cikeas sebagai lokasi upacara tahun ini memberikan kesan bahwa kepolisian terus berupaya meningkatkan profesionalisme, keberanian, dan kemampuan dalam melayani masyarakat,” kata Jenderal Johnny Eddizon Isir, Kadiv Humas Polri, dalam wawancara dengan media Selasa (30/6).
“Hari Bhayangkara ke-80 adalah momentum untuk memperkuat pengabdian Polri kepada bangsa dan negara, sekaligus memperingati sejarah yang menjadi fondasi tugas kepolisian,” tutur Isir. Dalam upacara tersebut, selain parade dan pemberian tanda kehormatan, akan dilakukan demontrasi kemampuan serta ritual syukuran yang melibatkan seluruh peserta.
Detil Kegiatan dan Peserta
Upacara Hari Bhayangkara ke-80 akan diikuti oleh sekitar 9.000 peserta, yang terdiri dari personel Polri, TNI, dan elemen masyarakat. Jumlah peserta ini mencerminkan kolaborasi antarlembaga dalam membangun keamanan nasional. “Kurang lebih 9.000 peserta akan turut serta dalam acara ini, baik dari institusi kepolisian, militer, maupun masyarakat,” tambah Isir, menjelaskan bahwa kehadiran masyarakat adalah bagian dari pengabdian Polri kepada rakyat.
“Kegiatan ini juga melibatkan pameran produk dalam negeri seperti alat utama sistem senjata (alsus) dan alat utama militer (alut), yang menunjukkan upaya mendukung kemandirian bangsa,” jelas Isir. Selain itu, acara sosial seperti distribusi bantuan kepada warga sekitar akan menjadi bagian dari kegiatan memperingati hari besar kepolisian.
Sebelum upacara utama, Polri telah melakukan berbagai kegiatan sejak Mei hingga Juni 2026, termasuk bakti sosial, pelayanan kesehatan, anjangsana, serta acara zikir dan doa bersama lintas agama. What Happened During pada masa persiapan menunjukkan koordinasi yang intensif antarlembaga untuk memastikan pelaksanaan yang sukses. “Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari rangkaian memperingati hari besar kepolisian, sehingga masyarakat merasakan dampak nyata dari pengabdian Polri,” terang Isir.
Perayaan Hari Bhayangkara ke-80 ini juga mengusung tema “80 Tahun Pengabdian Polri untuk Masyarakat”, yang menggambarkan perjalanan kepolisian sejak berdirinya organisasi tersebut. What Happened During selama beberapa bulan terakhir telah menjadi bukti bahwa Polri terus berupaya meningkatkan kinerja dan kepercayaan masyarakat. Dengan kehadiran Prabowo sebagai inspektur upacara, acara ini diharapkan menjadi peristiwa yang akan diingat dalam sejarah kepolisian Indonesia.
Upacara tersebut akan diawali dengan seruan bendera, diikuti oleh parade pasukan, demonstrasi kemampuan, serta pemberian tanda kehormatan kepada personel yang telah berjasa. What Happened During di Cikeas akan mencakup berbagai momen penting yang menggambarkan prestasi dan tanggung jawab Polri. Selain itu, acara sosial seperti distribusi bantuan juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan baik dengan masyarakat.
