Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparantech

Main Agenda: Dari Papua ke Pasar Global: Telkomsel DCE Buktikan AI Jadi Teman UKM Naik Kelas

Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com 4 mins read

AI Naik Kelas ke Pasar Global Main Agenda menjadi fokus utama Telkomsel dalam menghadirkan program CSR Digital Creative Entrepreneurs (DCE) 2026, yang membawa

Main Agenda: Dari Papua ke Pasar Global: Telkomsel DCE Buktikan AI Jadi Teman UKM Naik Kelas

Main Agenda: Telkomsel DCE Bantu UKM Manfaatkan AI Naik Kelas ke Pasar Global

Main Agenda menjadi fokus utama Telkomsel dalam menghadirkan program CSR Digital Creative Entrepreneurs (DCE) 2026, yang membawa kisah UKM dari Papua hingga kancah global. Acara ini, digelar di Bandung pada 2 Juli 2026, tidak hanya menampilkan 12 UKM terpilih dari berbagai daerah, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi seperti AI dapat menjadi alat bantu yang efektif bagi pengusaha kecil untuk memperkuat daya saing dan meraih pasar yang lebih luas.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Ruma Papua, brand minuman teh probiotik dari Jayapura yang meraih penghargaan Best of the Best DCE 2026. Dian Lestari, perwakilan Ruma Papua, mengungkapkan bahwa program Main Agenda memberikan ruang bagi UKM lokal untuk berkembang dengan pendekatan inovatif. Produk Ruma Papua, yang terbuat dari bahan alami Papua, tidak hanya berfokus pada kualitas tetapi juga pada keberlanjutan bisnis melalui produksi kolektif yang melibatkan perempuan di wilayah setempat.

“Dengan pendampingan yang relevan, teknologi seperti AI bisa diubah menjadi alat untuk memperkuat bisnis lokal,” ujar Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel. Program Main Agenda menekankan bahwa inovasi digital tidak hanya menjadi pilihan bagi perusahaan besar, tetapi juga menjadi jalan bagi UKM kecil untuk bersaing di pasar global.

Seleksi Ketat untuk 12 UKM Terpilih

DCE 2026 telah menyaring sekitar 2.900 pendaftar menjadi 500 peserta, lalu memperseleksi 12 brand terbaik untuk hadir dalam acara utama. Proses seleksi ini mencakup evaluasi kualitas produk, inovasi, serta kemampuan UKM dalam mengadopsi teknologi digital. Peserta berasal dari berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, dan DKI Jakarta, menunjukkan keberagaman usaha lokal yang diakui oleh Telkomsel.

Kehadiran UKM dari Papua dalam acara ini menegaskan bahwa Main Agenda tidak hanya mengangkat usaha dari daerah kota besar, tetapi juga mendukung kewirausahaan di wilayah yang lebih terpencil. Selain Ruma Papua, UKM lain seperti Guru Batik dari Sleman dan LAF Project dari Bandung juga menunjukkan potensi besar dalam menggabungkan budaya lokal dengan inovasi modern. Mereka masing-masing menghadirkan desain kontemporer dan produk sepatu yang telah menembus pasar Asia Tenggara, membuktikan bahwa Main Agenda adalah bagian dari upaya mendorong transformasi digital yang inklusif.

Kategori dan Inovasi yang Beragam

Program DCE 2026 mengelompokkan peserta dalam empat kategori utama: Fashion, Food & Beverages, Craft, dan Personal Care. Di kategori Fashion, Guru Batik menghadirkan produk dengan filosofi budaya visual yang menarik, sementara LAF Project menunjukkan kreativitas dalam menyusun strategi pemasaran berbasis teknologi. Di sektor Craft, Sugar Souvenir dari Bandung menciptakan suvenir fungsional dari limbah plastik, Play and Replay dari Sidoarjo menggali potensi kayu sebagai bahan baku, dan Redivivus dari Bali mengubah limbah gabus anggur menjadi aksesori unik.

Dalam kategori Food & Beverages, Rangu Pisan dari Garut mengungkapkan bagaimana kemasan modern memperkuat eksistensi baso aci khas Sunda. Sementara Coffest Roastery dari Pematang Siantar menciptakan produk yang berasal dari kebutuhan pribadi pendirinya, memperlihatkan bahwa Main Agenda juga mendorong UKM untuk menemukan solusi inovatif dari kebutuhan sehari-hari. Di sektor Personal Care, Shaany Collagen dari Probolinggo dan TallowNara dari Bogor menegaskan bahwa teknologi AI dapat diaplikasikan dalam menghasilkan produk dengan nilai ekonomi dan lingkungan yang tinggi.

Main Agenda tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga pada peningkatan kemampuan digital UKM. Selama program ini, peserta dilatih untuk menggunakan alat AI seperti chatbot, analisis data, dan otomasi pemasaran. Dengan pendekatan yang mudah dipahami, Telkomsel berhasil memastikan bahwa teknologi digital bukan lagi barang mahal, melainkan alat yang dapat diakses oleh berbagai jenis UKM untuk membangun bisnis yang lebih modern. Selain itu, Main Agenda juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk membangun jaringan bisnis dan berbagi pengalaman dengan sesama pelaku usaha.

Program DCE 2026 telah membuktikan bahwa Main Agenda menjadi bagian dari strategi Telkomsel dalam memperluas akses digital bagi UKM. Selama dua tahun terakhir, acara ini telah menghasilkan banyak kisah sukses yang menunjukkan dampak positif dari teknologi AI dalam memperkuat daya saing usaha kecil. Dengan Main Agenda sebagai jembatan, UKM dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua, kini memiliki peluang besar untuk meraih pasar global dengan dukungan teknologi terkini.

Kehadiran UKM di Papua dalam Main Agenda juga menjadi sinyal kuat bahwa transformasi digital tidak memandang batas geografis. Ruma Papua, sebagai salah satu contoh, menunjukkan bagaimana keahlian lokal bisa diintegrasikan dengan teknologi untuk menciptakan nilai tambah. DCE 2026 tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menjadikan Main Agenda sebagai wahana untuk menumbuhkan ekosistem usaha kecil yang lebih kuat dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang holistik, Telkomsel terus berkomitmen untuk mengubah narasi tentang kemampuan UKM dalam menghadapi persaingan di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *