Galaxy AI: Samsung Ukur Keberhasilan Melalui Kebiasaan Pengguna Harian
Kabarnusantaraku.com – Samsung memiliki pandangan berbeda mengenai keberhasilan teknologi kecerdasan buatan. Alih-alih melihat dari besar kecilnya anggaran pemasaran atau iklan, perusahaan ini menilai kesuksesan AI berdasarkan seberapa aktif konsumen memanfaatkannya dalam rutinitas sehari-hari. Oleh karena itu, Samsung secara konsisten melacak tingkat adopsi serta frekuensi penggunaan ulang Galaxy AI sebagai tolok ukur utama.
Chon Hong, yang menjabat sebagai Head of Marketing Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania (SEAO), menyampaikan pandangannya selama sesi roundtable interview di sela-sela acara Galaxy Unpacked yang berlangsung di London, Inggris. Menurutnya, Galaxy AI melampaui statusnya sebagai fitur tambahan pada perangkat Galaxy. Lebih dari itu, ini merupakan filosofi perusahaan untuk menciptakan pengalaman yang lebih komprehensif melalui integrasi AI ke dalam seluruh ekosistem Galaxy.
Pengalaman nyata pengguna menjadi fondasi utama dalam pengembangan Galaxy AI. Samsung tidak hanya menghitung jumlah orang yang mencoba fitur AI, tetapi juga memperhatikan seberapa sering mereka kembali menggunakannya. Itulah sebabnya kami mengukur seberapa besar nilai yang kami berikan kepada konsumen dengan melihat seberapa sering mereka menggunakan Galaxy AI dan seberapa sering mereka kembali menggunakannya. Chon Hong, Head of Marketing Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania (SEAO).
Hasil Nyata dari Pendekatan Berbasis Pengguna
Samsung merancang Galaxy AI agar benar-benar membantu aktivitas sehari-hari pengguna, bukan hanya menjadi fitur yang menarik saat peluncuran produk. Untuk mewujudkan hal tersebut, Samsung memanfaatkan kekuatan ekosistem Galaxy serta ekosistem AI perusahaan secara lebih luas. Berbagai sinyal penggunaan dikumpulkan untuk memahami kebutuhan pengguna sehingga AI dapat memberikan pengalaman yang lebih menyeluruh.
“Galaxy AI bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi merupakan filosofi kami untuk menghadirkan pengalaman terbaik dan paling holistik bagi konsumen,” katanya, kepada jurnalis kumparanTECH, Habib Allbi Ferdian, yang meliput Galaxy Unpacked di London, Inggris.
Samsung mengklaim pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil. Saat seri Galaxy Z diperkenalkan, sekitar 84 persen penggunanya memanfaatkan fitur Galaxy AI. Setelah satu tahun, tingkat adopsinya meningkat menjadi sekitar 96 persen. Data tersebut, menurut Chon Hong, menunjukkan bahwa pengguna tidak hanya mencoba Galaxy AI sekali, tetapi terus kembali menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari.
Membangun Ekosistem yang “Sticky”
Selain meningkatkan jumlah pengguna, Samsung juga ingin membuat ekosistem Galaxy semakin relevan dan bermanfaat bagi konsumennya. Chon Hong berkata, tujuan perusahaan bukan sekadar membuat pengguna bertahan di dalam ekosistem Galaxy, melainkan memastikan seluruh layanan yang tersedia benar-benar memberikan nilai tambah.
“Hanya jika ekosistem tersebut mampu memberikan nilai nyata, ekosistem Galaxy akan menjadi semakin sticky bagi pengguna,” ujarnya. Yang dimaksud stickiness, lanjut dia, adalah seberapa sering seseorang memanfaatkan layanan dan aplikasi dalam ekosistem Galaxy untuk mendukung aktivitas sehari-harinya. Karena itu, Samsung berupaya membantu pengguna memahami manfaat dari interaksi antar-perangkat dan layanan yang ada di dalam ekosistem Galaxy.
Maju Menuju Era Agentic AI
Chon Hong juga menyoroti perkembangan AI yang kini bergerak menuju era agentic AI, yakni AI yang semakin mampu bertindak secara mandiri untuk membantu penggunanya. Agar dapat bekerja lebih cerdas, AI tidak cukup hanya memahami perintah yang diberikan pengguna. AI juga harus memahami konteks di balik setiap interaksi.
Sebagai contoh, AI perlu mengetahui kapan pengguna mengajukan permintaan, apakah pada pagi hari, saat jam kerja, atau ketika baru pulang ke rumah. Dari informasi tersebut, AI dapat memberikan rekomendasi konten, layanan, maupun pengaturan perangkat yang lebih relevan dengan kondisi pengguna saat itu.
“Semua itu baru bisa menjadi benar-benar cerdas ketika AI sudah memahami siapa Anda dan dalam konteks seperti apa Anda menggunakannya,” kata Chon Hong.
Karena itu, Samsung menjadikan pemahaman terhadap konteks pengguna sebagai salah satu fokus utama dalam pengembangan Galaxy AI ke depan. Dengan pendekatan tersebut, Samsung berharap Galaxy AI tidak hanya menjadi asisten digital, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman yang semakin personal melalui pemahaman yang lebih baik terhadap kebiasaan dan kebutuhan setiap pengguna.
