Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbola

Pelatih Mesir Tuding FIFA Tak Ingin Lionel Messi Gugur Duluan di Piala Dunia

Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Pelatih Mesir Tuding FIFA Tak Ingin Lionel Messi Gugur Duluan di Piala Dunia Pelatih Mesir Tuding FIFA Tak Ingin - Dalam pertandingan 16 besar Piala Dunia

Pelatih Mesir Tuding FIFA Tak Ingin Lionel Messi Gugur Duluan di Piala Dunia

Pelatih Mesir Tuding FIFA Tak Ingin Lionel Messi Gugur Duluan di Piala Dunia

Pelatih Mesir Tuding FIFA Tak Ingin – Dalam pertandingan 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Argentina, pelatih tim Mesir, Hossam Hassan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang menurutnya berdampak besar pada hasil akhir. Ia menuding FIFA sengaja tidak ingin Lionel Messi gugur duluan di babak penyisihan grup, sehingga wasit melakukan keputusan yang dianggap memihak tim tuan rumah. Mesir sempat unggul dua gol di babak pertama, namun kekalahan 2-3 pada masa injury time membuat pelatih mengkritik sejumlah tindakan wasit yang dianggap tidak adil.

Kontroversi di Lapangan dan Faktor Eksternal

Kritik Hassan muncul setelah pertandingan berlangsung dramatis, dengan Argentina menunjukkan performa yang lebih tajam di babak kedua. Lionel Messi menjadi pusat perhatian karena dua kali memimpin gol, termasuk assist yang memastikan keunggulan timnya. Mesir, yang kalah dalam pertandingan tersebut, menilai keputusan wasit tidak meninjau ulang gol yang dianulir melalui VAR dan juga merugikan mereka dengan beberapa keputusan kontroversial. “FIFA mungkin ingin menjaga Messi tetap berada dalam persaingan, sehingga keputusan di lapangan disesuaikan dengan keinginan tersebut,” ujar Hassan, seperti yang dilaporkan media resmi FIFA.

Pernyataan dan Keberatan Hassan

Sebelum pertandingan, Hassan telah menyampaikan keberatan terhadap penunjukan wasit François Letexier. Ia menilai keputusan tersebut dipengaruhi oleh latar belakang Letexier, yang pernah kalah dari Argentina di final Piala Dunia 2022. Meski demikian, Hassan tidak menyebutkan detail spesifik mengenai alasan penolakannya. Kiper Mesir, Mostafa Shobeir, mengakui timnya membuat kesalahan di 10 menit akhir, tetapi tetap mengapresiasi usaha pemain lain. “Kami sudah bermain bagus, tapi keputusan wasit memengaruhi alur pertandingan. Mungkin mereka ingin Messi tetap berada di tengah permainan,” tambahnya.

“Kami bermain lebih baik daripada juara dunia di berbagai aspek. Namun, faktor di luar lapangan seperti keinginan FIFA untuk menjaga Messi tetap hidup memengaruhi hasil akhir. Mungkin mereka ingin memastikan bahwa Messi tidak gugur duluan di babak ini,” kata Hassan, yang menekankan bahwa keputusan wasit memiliki pengaruh signifikan terhadap pertandingan.

Pelatih Mesir Tuding FIFA Tak Ingin dan Dampak pada Turnamen

Pernyataan Hassan memberi gambaran bahwa ada tindakan diskriminatif dalam menilai pertandingan. Ia menilai FIFA lebih mengutamakan keberlangsungan karier Messi dibandingkan keadilan di lapangan. Kritik ini muncul di tengah persaingan sengit di Piala Dunia 2026, di mana Argentina dinilai sebagai salah satu tim kuat. Dengan kekalahan Mesir, Messi kini mungkin akan menjadi bintang utama dalam babak penyisihan grup, seiring dengan kemungkinan tim berikutnya yang lebih kuat akan menjadi lawannya.

FIFA, sebagai organisasi yang mengatur turnamen, perlu mengevaluasi konsistensi keputusan wasit dalam beberapa pertandingan. Dalam beberapa pertandingan, wasit sempat menunjukkan kecenderungan menolong tim-tim kuat. Hassan menyebut hal ini sebagai indikasi bahwa FIFA ingin memastikan Messi tetap bersinar, bahkan di tengah kesulitan timnya. “Keputusan VAR dan wasit perlu lebih transparan agar tidak membuat penonton merasa tidak adil,” tambah pelatih Mesir tersebut.

Pelatih Mesir Tuding FIFA Tak Ingin dan Peran Teknologi

Pertandingan kontra Argentina menjadi contoh bagus tentang penggunaan teknologi dalam sepak bola. Meski VAR meninjau ulang beberapa keputusan, Hassan menilai bahwa teknologi tersebut tidak mampu menyelamatkan Mesir dari kekalahan. Ia menyoroti bahwa keputusan kunci dalam pertandingan justru tidak dikoreksi, yang membuat timnya merasa tidak adil. “VAR bisa membantu, tapi keputusan wasit tetap memiliki pengaruh besar. Kami mengharapkan FIFA untuk menjaga netralitas dalam menilai pertandingan,” kata pelatih Mesir tersebut.

Dalam konteks Piala Dunia 2026, kritik Hassan menunjukkan bahwa ada tekanan untuk menjaga Messi tetap berada di garda depan. Pertandingan melawan Argentina memang menjadi momen penting bagi perjalanan Messi, dan kekalahan Mesir dianggap sebagai langkah yang disengaja untuk memastikan kemungkinan keberhasilan Argentina. Hassan menyatakan bahwa keputusan wasit perlu diperiksa kembali, terutama mengenai keputusan yang dianggap merugikan timnya. “Kami ingin tahu apakah ada faktor eksternal yang memengaruhi pertandingan ini, termasuk keinginan FIFA untuk melindungi Messi,” jelasnya.

Pelatih Mesir Tuding FIFA Tak Ingin dan Strategi Tim

Meski kekalahan datang di akhir pertandingan, Hassan menyebut bahwa tim Mesir tetap bermain dengan baik dan memiliki strategi yang jelas. Ia menilai bahwa keputusan wasit memengaruhi arus permainan, terutama saat Argentina menunjukkan keunggulan di masa injury time. “Kami sudah mempersiapkan diri untuk pertandingan ini, tapi faktor-faktor di luar lapangan membuat hasil akhir tidak sepenuhnya adil,” kata pelatih tersebut. Kritik ini menunjukkan bahwa keputusan FIFA dalam menilai pertandingan bisa memengaruhi jalannya turnamen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *