Skip to content
Yellow Desk
Agustus 7, 2026
Kumparannews

Paper Mob ala Siswa Sekolah Rakyat Sulsel

Emily Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Jumat (7/8/2026) menjadi hari istimewa bagi ratusan pelajar di Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan. Kedatangan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang

Paper Mob ala Siswa Sekolah Rakyat Sulsel

Siswa Sekolah Rakyat Sulsel Sambut Gus Ipul dengan Paper Mob yang Memukau

Kabarnusantaraku.com – Jumat (7/8/2026) menjadi hari istimewa bagi ratusan pelajar di Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan. Kedatangan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul disambut meriah melalui pertunjukan paper mob. Acara ini berlangsung di kawasan Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman juga hadir mendampingi sang menteri dalam kunjungan tersebut.

Sebanyak 190 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA, tampil serempak. Mereka mengangkat lembaran-lembaran kertas berwarna merah dan kuning yang disusun membentuk pola serta tulisan penyambutan. Di balik kekompakan yang terlihat sempurna, terdapat sosok Muhammad Yunus, seorang siswa kelas XI SRMA berusia 17 tahun. Ia dipercaya memegang peran penting sebagai pemandu dalam pertunjukan paper mob tersebut.

Yunus Bangga Memimpin Ratusan Teman

Meskipun hanya memiliki waktu dua hari untuk berlatih, Yunus merasa sangat beruntung. Ia mengaku bangga bisa memberikan penampilan terbaik bersama para temannya. Dalam sebuah wawancara, ia menyampaikan perasaannya:

“Bangga, senang juga ketemu Pak Menteri Sosial dan bisa tampilin penampilan terbaik juga. Saya ke depannya mau lebih baik lagi, mandu teman-teman biar lebih kompak lagi,” kata Yunus.

Bagi pemuda berusia 17 tahun ini, kesempatan memimpin ratusan temannya menjadi bagian dari perjalanan hidupnya di Sekolah Rakyat. Ia merasa mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk guru, wali asuh, dan lingkungan sekolah sekitarnya.

“Di-treat baik banget sama guru, wali asuh dan semua. Enggak ada yang kurang, senang terus, enggak ada minusnya,” ujarnya.

Yunus kini memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang tentara. Ia ingin bisa berbakti kepada negara melalui profesi tersebut.

Beragam Penampilan Menunjukkan Potensi Siswa

Tidak hanya paper mob, para siswa juga menampilkan berbagai kemampuan lainnya. Mereka melakukan baris variasi, karate, dan silat dengan penuh semangat. Selain itu, pidato dalam empat bahasa juga menjadi sorotan, yaitu Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin. Penampilan tari juga tidak kalah menarik, dengan Tari A’Bulo dan Tari Empat Etnis yang ditampilkan. Paduan suara juga menjadi bagian dari rangkaian pertunjukan tersebut.

Gus Ipul memberikan apresiasi tinggi atas semua penampilan yang ditampilkan. Menurutnya, perkembangan anak-anak tidak hanya terlihat dari kemampuan akademik dan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya keberanian serta kepercayaan diri setelah mendapatkan pendidikan dan pendampingan di Sekolah Rakyat.

“Alhamdulillah setelah satu tahun beroperasi kita lihat lebih percaya diri, pertumbuhan juga cukup bagus dari sisi fisik, dari sisi mental,” kata Gus Ipul.

Menteri Sosial menjelaskan bahwa setiap anak yang masuk ke Sekolah Rakyat membawa kemampuan dan latar belakang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pendidikan di lembaga ini diarahkan untuk menemukan sekaligus mengembangkan kekuatan masing-masing anak.

“Di Sekolah Rakyat semuanya didampingi. Tidak ada tes akademik, yang ada adalah siapa yang memenuhi kriteria. Ada yang lancar Bahasa Inggris, ada yang pintar matematika, tapi ada juga yang belum bisa membaca. Semua dilayani sesuai dengan minat dan bakatnya,” ujar Gus Ipul.

Perubahan Nyata yang Terlihat Jelas

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman juga merasakan perubahan yang signifikan. Ia mengenang saat awal sebagian siswa pertama kali datang masih canggung, menangis, bahkan belum terbiasa dengan lingkungan sekolah. Kini, mereka berani tampil dan mulai memiliki gambaran tentang masa depan yang ingin diraih.

“Anak-anak kita di sini luar biasa. Dari anak-anak yang sebelumnya bukan siapa-siapa, sekarang menjadi seseorang yang memiliki cita-cita ke depan,” ujar Andi Sudirman.

Menurutnya, kesempatan yang diberikan melalui Sekolah Rakyat membuka ruang bagi anak-anak untuk mengenali kemampuan yang sebelumnya belum sempat berkembang. Ia menyebut Sekolah Rakyat sebagai lembaga yang tidak memiliki sekat, melainkan sekolah yang berpengetahuan luas.

Saat ini, Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan menampung total 414 siswa. Jumlah tersebut terdiri atas 24 siswa SRD, 125 siswa SRMP, 120 siswa kelas X SRMA, dan 145 siswa kelas XI SRMA.

Frequently Asked Questions

What is Paper Mob ala Siswa Sekolah Rakyat?

Paper Mob ala Siswa Sekolah Rakyat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Paper Mob ala Siswa Sekolah Rakyat matter?

Paper Mob ala Siswa Sekolah Rakyat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *