Skip to content
Yellow Desk
Agustus 7, 2026
Kumparannews

Erlan Diduga ke Rumah ASN Bangkalan Sebelum Membunuh, Curi Emas 1 Kg-Rp 200 Juta

Robert Hernandez - kabarnusantaraku.com 4 mins read

Erlan Diduga ke Rumah ASN Bangkalan - Kasus pembunuhan Ruly Yunis Setiawati, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten

Erlan Diduga ke Rumah ASN Bangkalan Sebelum Membunuh, Curi Emas 1 Kg-Rp 200 Juta

Erlan Diduga ke Rumah ASN Bangkalan Sebelum Kasus Pembunuhan

Kabarnusantaraku.com – Erlan Diduga ke Rumah ASN Bangkalan – Kasus pembunuhan Ruly Yunis Setiawati, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan, semakin menarik perhatian publik. Risang Bima Wijaya, kuasa hukum keluarga korban, mengungkap temuan penting bahwa Erlan (54) yang dituduh membunuh Ruly pernah singgah di kediaman korban di Bangkalan. Peristiwa kunjungan tersebut diperkirakan terjadi pada hari Kamis tanggal 18 Juni lalu, beberapa hari sebelum jenazah Ruly ditemukan tewas.

Ruly ditemukan dalam kondisi tewas di dalam mobil dinas berplat merah dengan nomor M 1090 GP. Jenazah korban ditemukan di area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo, pada hari Rabu tanggal 24 Juni. Menurut Risang, Erlan juga diduga mengambil beberapa barang berharga saat berada di rumah korban. Temuan ini menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan kasus tersebut.

Barang Berharga Hilang dari Rumah Korban

Kesimpulan bahwa Erlan pernah berada di rumah korban muncul setelah penyidik melakukan pencocokan barang-barang milik Ruly dengan yang ada di rumah. Saat proses pemeriksaan berlangsung, ternyata banyak harta milik korban yang telah hilang. Risang menjelaskan kepada kumparan pada hari Jumat tanggal 7 Agustus bahwa penyidik meminta keluarga untuk mengenali barang-barang yang tersisa.

“Kan penyidik minta keluarga untuk mengenali barang-barang kan. Terus dicocokkanlah dengan barang-barang yang di rumah dari periksa kotaknya, ternyata tinggal sedikit. Banyak yang tidak ada di situ,” jelas Risang.

Setelah dilakukan pengecekan bersama, suami dan anak korban menyadari bahwa sebagian besar barang berharga Ruly telah lenyap dari lemari penyimpanannya. Risang menambahkan bahwa anak dan suami korban terus mengenali barang-barang yang hilang satu per satu.

“Anaknya mengenali, suaminya mengenali, ‘ini enggak ada, ini enggak ada, ini enggak ada’ nah itu jumlahnya banyak,” tambahnya.

Emas Lebih dari 1 Kg dan Uang Tunai Rp 200 Juta

Barang-barang yang hilang meliputi perhiasan dan uang tunai dalam jumlah signifikan. Risang mendeskripsikan perhiasan emas yang diambil, termasuk gelang, bros, dan cincin berukuran besar. Total emas yang hilang diperkirakan mencapai lebih dari satu kilogram. Nilai emas tersebut diperkirakan mencapai Rp 200 juta sesuai dengan informasi yang beredar.

Selain perhiasan, uang tunai senilai Rp 200 juta juga hilang. Uang tersebut rencananya akan digunakan Ruly untuk membeli rumah. Risang menyampaikan dugaannya bahwa Erlan membawa lari uang dan emas tersebut:

“Termasuk ini soal uang, karena takutnya uang itu dimasukkan ke rekening. Jadi uangnya mau beli rumah ada uang tunai Rp 200 juta, rupanya belum beli tapi uangnya tidak ada. Takutnya dimasukkan ke rekening tapi dugaan saya dibawa lari Erlan, teori saya,” papar Risang.

Indikasi Erlan di Rumah Korban

Menurut Risang, indikasi Erlan pernah berada di rumah korban berasal dari kesaksian para tetangga. Pada hari Kamis, warga sempat melihat sebuah kendaraan berhenti sebentar di depan rumah Ruly sebelum kemudian pergi. Risang menjelaskan bahwa kendaraan tersebut kemungkinan adalah mobil dinas yang digunakan Erlan.

“Menurut berdasarkan keterangan beberapa tetangga itu sempat melihat ada mobil datang terus pergi lagi sebentar. Mengganti mobil dinas itu. Datang 15 menit mungkin kalau enggak salah terus langsung pergi,” jelasnya.

Warga setempat tidak mencurigai kehadiran Erlan karena mengira sosok yang datang menggunakan mobil tersebut adalah suami korban. Erlan dan keluarganya berharap aparat kepolisian terus memaksimalkan upaya pencarian untuk mengusut kasus ini dan segera menangkap pelaku.

“Harapannya ya walaupun sampai sekarang polisi belum menemukan jejak persembunyiannya Erlan ini kita berharap tidak berhenti berupaya,” katanya.

Sementara itu, AKBP Arbaridi Jumhur, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, menyatakan bahwa pihaknya masih terus mengejar Erlan. Tim gabungan saat ini masih melakukan pemantauan terhadap pergerakan tersangka. Kumparan News akan terus melaporkan perkembangan kasus ini.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kasus Erlan

Kapan Erlan Diduga ke Rumah ASN Bangkalan? Erlan diperkirakan singgah di rumah Ruly pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2024, beberapa hari sebelum jenazah korban ditemukan.

Barang apa saja yang hilang dari rumah korban? Barang-barang yang hilang meliputi perhiasan emas lebih dari 1 kg, uang tunai Rp 200 juta, serta berbagai barang berharga lainnya.

Bagaimana posisi Erlan dalam kasus ini? Erlan (54 tahun) dituduh membunuh Ruly Yunis Setiawati dan diduga membawa lari barang-barang berharga dari rumah korban.

Dimana jenazah Ruly ditemukan? Jenazah Ruly ditemukan tewas di dalam mobil dinas berplat merah M 1090 GP di area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo.

Bagaimana status pencarian Erlan saat ini? Polda Jatim melalui Jatanras Ditreskrimum masih terus melakukan pemantauan dan pengejaran terhadap Erlan yang menjadi tersangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *