Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

56 Ton Hasil Perikanan Kaltim Dikirim ke China Tiap Bulannya

Christopher Wilson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Provinsi Kalimantan Timur Perkenalkan Jalur Ekspor Perikanan Segar ke China 56 Ton Hasil Perikanan Kaltim Dikirim - Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat

56 Ton Hasil Perikanan Kaltim Dikirim ke China Tiap Bulannya

Provinsi Kalimantan Timur Perkenalkan Jalur Ekspor Perikanan Segar ke China

56 Ton Hasil Perikanan Kaltim Dikirim – Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat kehadirannya dalam pasar ekspor internasional dengan memperkenalkan rute penerbangan langsung untuk pengiriman hasil perikanan segar ke China. Tahun ini, rata-rata volume pengiriman mencapai 56 ton per bulan, menjadikan Kaltim sebagai salah satu pelaku ekspor yang memiliki kapasitas signifikan di sektor maritim. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim mengungkapkan bahwa jalur ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing produk perikanan dalam pasar global. Dalam wawancara dengan Antara, Minggu (21/6), Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan, Irma Listiawati, menjelaskan bahwa rute ekspor ke Wenzhou, Zhejiang, difokuskan pada komoditas yang memiliki kualitas kesegaran tinggi, seperti belut, kepiting, dan ikan segar.

Detail Ekspor Perikanan Segar

Jalur penerbangan langsung ini memberikan kemudahan dalam pengiriman hasil perikanan Kaltim dengan kapasitas hingga 12 ton per penerbangan. Pesawat logistik yang digunakan oleh Rimbun Cargo melayani jadwal pengiriman dua kali seminggu, dengan lepas landas rutin setiap hari Senin dan Kamis pukul 22.00 Wita dari Bandara Sepinggan di Balikpapan. Fasilitas kargo udara dipilih karena kemampuannya mempertahankan kualitas produk laut segar, menjadikan Kaltim sebagai pilihan utama untuk ekspor ke negara tetangga tersebut. Peningkatan ekspor ini juga didukung oleh sinergi antara pemerintah daerah dan eksportir, yang memastikan kestabilan pasokan dan kepuasan pelanggan di luar negeri.

Dalam lima bulan pertama tahun 2026, total ekspor perikanan dari Kaltim mencapai 1.262 ton dengan nilai mencapai Rp 230 miliar. Dari jumlah tersebut, udang windu menjadi komoditas utama, dengan volume 769,9 ton dan kontribusi devisa sebesar Rp 173,3 miliar. Ekspor ini berdampak signifikan pada perekonomian lokal, terutama pada masyarakat nelayan dan pelaku usaha perikanan. Dengan pengiriman langsung ke Wenzhou, waktu tempuh dari Kalimantan Timur ke Tiongkok berkurang drastis, sehingga menjaga kualitas produk yang menjadi andalan daerah.

Komitmen Eksportir dan Pengembangan Infrastruktur

Komoditas hasil perikanan Kaltim tidak hanya dikirim melalui udara, tetapi juga melalui jalur laut untuk produk beku seperti udang pink. Meski penerbangan langsung menjadi prioritas, dua perusahaan eksportir utama, CV 3A dan PT Atlas Agung Abadi, tetap menjaga konsistensi dalam memasok berbagai jenis produk perikanan. Dalam wawancara, Irma Listiawati menyatakan, “Jalur ekspor ini bukan hanya meningkatkan volume, tetapi juga memperkuat daya saing hasil perikanan Kaltim di pasar internasional.” Pemerintah Kaltim juga terus berupaya meningkatkan kapasitas pelabuhan dan fasilitas logistik untuk mendukung pertumbuhan sektor perikanan.

Ekspor ke Tiongkok menjadi salah satu pasar utama bagi hasil perikanan Kaltim, dengan permintaan yang stabil terutama untuk produk segar. Kaltim memiliki potensi besar dalam ekspor karena keberagaman jenis ikan dan udang yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Dengan adanya jalur udara, pelaku usaha dapat mempercepat proses pengiriman dan mengurangi risiko kerusakan produk selama perjalanan. Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim juga berkomitmen untuk terus mengembangkan jaringan ekspor, termasuk menggali potensi pasar di luar Tiongkok.

Peluang Pertumbuhan dan Dampak Ekonomi

Ekspor hasil perikanan Kaltim ke Tiongkok berpotensi meningkatkan pendapatan daerah dan memperkuat ketergantungan ekonomi pada sektor maritim. Dengan rata-rata 56 ton per bulan, ekspor ini berkontribusi pada ekosistem usaha kecil menengah (UKM) yang terlibat dalam produksi dan distribusi produk perikanan. Kaltim juga menjadi contoh bagus bagaimana inisiatif logistik yang inovatif dapat mengubah dinamika ekspor, terutama di wilayah yang sebelumnya dianggap kurang strategis. Pertumbuhan ekspor ini juga diharapkan mendorong pengembangan industri pengolahan perikanan lokal.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor perikanan Kaltim telah mengalami peningkatan produksi dan kualitas. Hal ini didukung oleh program pemerintah yang memberikan pelatihan kepada nelayan dan pengusaha untuk memenuhi standar ekspor internasional. Keberhasilan ekspor 56 ton hasil perikanan per bulan menjadi bukti bahwa Kaltim mampu bersaing dalam pasar global, terutama karena kemampuannya mempertahankan rasa dan kualitas produk yang menjadi daya tarik bagi konsumen di Tiongkok. Dengan terus menambahkan varian komoditas dan memperluas rute ekspor, Kaltim berharap dapat menjadi salah satu pusat ekspor perikanan yang diakui secara internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *