Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Airlangga Pastikan PFII Dibangun di Jakarta dan Bali

Mary Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengonfirmasi bahwa pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan

Airlangga Pastikan PFII Dibangun di Jakarta dan Bali

PFII Akan Berkembang di Jakarta dan Bali: Penjelasan Airlangga dan Rosan Roeslani

Kabarnusantaraku.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah mengonfirmasi bahwa pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan dilakukan di dua wilayah utama, yaitu Jakarta dan Bali. Pernyataan ini disampaikan saat ia berada di Kantor Kemenko Perekonomian pada hari Kamis, tanggal 23 Juli. Langkah strategis ini menandai dimulainya era baru bagi sektor keuangan Indonesia yang bertujuan meningkatkan daya saing global.

Strategi Tahap Awal: Jakarta sebagai Prioritas

Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan lokasi mana yang paling siap untuk segera dioperasikan. Pendekatan ini didasarkan pada konsep “low hanging fruit,” yaitu memilih opsi yang paling mudah dan siap untuk segera direalisasikan sebelum pengembangan dilakukan secara lebih luas. Dengan demikian, Indonesia dapat memulai transformasi sektor keuangan tanpa menunggu semua persiapan selesai serentak.

“Memang disiapkan satu lokasi di Jakarta yang gedungnya sudah ada,” jelas Airlangga.

Menurutnya, pada tahap awal akan disiapkan satu lokasi di Jakarta, sementara di Bali pemerintah masih akan menentukan titik yang paling sesuai. “Di Jakarta satu tempat. Di Bali, sepulau Bali, nanti salah satu lokasi di sana,” tuturnya. Strategi bertahap ini memungkinkan evaluasi lebih baik terhadap efektivitas operasional PFII sebelum ekspansi lebih lanjut.

Visi Jangka Panjang: Bali sebagai Pusat Finansial Internasional

Sebelumnya, CEO Danantara, Rosan Roeslani, telah mengungkapkan bahwa pembangunan PFII dilakukan secara bertahap. Ia menyebutkan bahwa Bali memang kemungkinan besar akan menjadi lokasi pusat finansial tersebut. Namun, untuk sementara waktu, pembangunan PFII akan dimulai di Jakarta terlebih dahulu. Hal ini sejalan dengan rencana jangka panjang untuk menciptakan ekosistem keuangan yang terintegrasi.

“Dan memang rencananya itu akan dibuat di Bali, tetapi, kan, perlu ada persiapan mungkin selama dua atau tiga tahun sampai itu menjadi suatu financial center yang bertaraf internasional dan juga akan bisa membuat para investor itu melihat,” ujar Rosan.

Rosan menambahkan bahwa dalam masa transisi ini, yang diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga tahun ke depan, PFII akan dibangun di Jakarta terlebih dahulu. Setelah itu, baru kemudian dikembangkan di Jakarta dan juga di Bali. Proses ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk sektor swasta, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah.

Pemanfaatan Gedung Danareksa untuk Tahap Awal

Untuk tahap awal di Jakarta, Danantara berencana memanfaatkan aset Gedung Danareksa sebagai kantor operasional sementara. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa PFII dapat segera beroperasi dengan fasilitas yang memadai sebelum pengembangan lebih lanjut dilakukan. Gedung ini dipilih karena lokasinya yang strategis di pusat bisnis Jakarta serta infrastruktur yang sudah tersedia.

Keputusan untuk membangun PFII di Jakarta dan Bali mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan posisi Indonesia sebagai hub keuangan regional. Dengan pendekatan bertahap ini, diharapkan Indonesia dapat menarik lebih banyak investasi asing dan mengembangkan talenta lokal di sektor keuangan. Implementasi PFII juga akan mendukung transformasi digital dalam industri perbankan dan jasa keuangan nasional.

Sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045, PFII diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kolaborasi antara sektor publik dan swasta akan menjadi kunci keberhasilan inisiatif ini. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pasar domestik yang besar, tetapi juga pusat layanan keuangan internasional yang kompetitif di tingkat global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *