Blok Masela: Harapan Baru Warga Tanimbar Setelah Dekade Menanti
Kabarnusantaraku.com – Hampir tiga puluh tahun telah berlalu sejak cadangan minyak dan gas bumi raksasa ditemukan di perairan lepas pantai Laut Arafura pada tahun 1998. Proyek yang dikenal sebagai Blok Masela ini kini akhirnya melangkah ke fase baru setelah sekian lama menghadapi ketidakpastian. Saat kumparan tiba di Bandara Mathilda Batlayeri, Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (15/7), angin sejuk monsun timur dari Australia menyambut. Meskipun monsun timur biasanya membawa udara kering, hujan deras masih sering turun di kepulauan ini hampir setiap hari.
Posisi Geografis yang Strategis
Kepulauan Tanimbar terletak di Provinsi Maluku. Bagian selatan wilayah ini berbatasan langsung dengan perairan Australia, sementara di sisi barat berdekatan dengan Timor Leste. Jaraknya masing-masing sekitar 500 kilometer, bahkan lebih dekat dibandingkan dengan Kota Ambon. Di sebelah barat Kepulauan Tanimbar terdapat Kabupaten Maluku Barat Daya, tempat Pulau Masela berada. Lapangan Abadi di Blok Masela berlokasi sekitar 12 mil laut dari pulau terdekat. Sementara itu, fasilitas pengolahan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) akan dibangun di daratan (onshore) Pulau Yamdena, tepatnya di Desa Lermatang. Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, kondensat 35 ribu barel per hari, dan gas alam 150 juta kaki kubik per hari.
Kehidupan Sehari-hari di Saumlaki
Sehari sebelum seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Blok Masela, kumparan menyusuri Saumlaki, ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kawasan di selatan Pulau Yamdena itu terasa tenang dan asri, jauh berbeda dengan hiruk-pikuk kota-kota besar di Pulau Jawa. Meski demikian, denyut aktivitas ekonomi tetap terasa. Di sekitar Saumlaki Town Square, sejumlah warga menjajakan jagung kacang goreng, makanan khas daerah yang dikemas dalam botol bekas air mineral dan menjadi salah satu oleh-oleh unik dari Tanimbar. Tak jauh dari sana, beberapa sopir ojek tampak menunggu penumpang. Di hadapan mereka berdiri baliho bergambar Mayjen TNI Dody Triwinarto dengan tulisan, “Sukseskan Blok Masela! Bersama Masyarakat Tanimbar, Menuju Masa Depan yang Sejahtera.”
“Ya sudah lama sih (tahu proyek Blok Masela), baru jalan. Harapannya kalau jalan dengan baik pasti Saumlaki berjalan dengan baik (ekonominya). Sekarang belum berdampak, masih proses,” kata Roni, seorang pengemudi ojek di Saumlaki.
Roni mengaku belum merasakan dampak berarti dari pengembangan proyek yang telah bergulir selama hampir tiga dekade itu. Menurut dia, perekonomian Saumlaki masih bertumpu pada sektor pertanian, perdagangan, dan perikanan. “Kami senang, malah menunggu,” tegas Roni.
Harapan Warga untuk Masa Depan
Harapan serupa disampaikan Muhardi, perantau asal Suku Bugis yang telah lama menetap di Saumlaki. Berprofesi sebagai penjahit, ia berharap rampungnya proyek Blok Masela akan menarik lebih banyak pendatang sehingga turut meningkatkan usahanya. “Insyaallah pasti ada dampaknya, karena nanti banyak karyawannya. Otomatis sebagai penjahit ya ada dampaknya (tambahan pelanggan). Itu yang kita harapkan,” ujarnya.
Muhardi mendengar proyek Blok Masela akan menyerap ribuan tenaga kerja. Ia berharap sebagian pekerja menetap di Saumlaki sehingga kebutuhan akan jasa penjahit ikut meningkat. Saat ini, menurutnya, usaha jahit yang dijalankan sudah cukup ramai. “Saya cuma harap kalau itu betul-betul sudah jalan, pesanan jahitan tambah banyak,” ungkapnya kepada kumparan sambil tetap menjalankan mesin jahit.
Toko milik Muhardi berdiri berdampingan dengan deretan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lain yang tidak jauh dari Pelabuhan Saumlaki. Beragam kebutuhan tersedia di kawasan tersebut, mulai dari tekstil, sayuran, obat-obatan, hingga mainan anak-anak. Selain ojek, masyarakat setempat juga mengandalkan angkutan kota sebagai transportasi umum, yang khas dengan warna mencolok dan alunan musik yang menggelegar.
Persiapan Tenaga Kerja Lokal
Salah satu sopir yang mendampingi rombongan media, Ongky, mengaku antusias menyambut dimulainya pembangunan Blok Masela. Ia mengatakan telah mengikuti perkembangan proyek tersebut sejak awal. Menurut Ongky, operator Blok Masela, Inpex Corporation, telah menyelenggarakan sejumlah pelatihan bersertifikat bagi masyarakat lokal. Pelatihan itu ditujukan untuk berbagai profesi, mulai dari sopir, petugas keamanan, petani, operator alat berat, hingga petugas kebersihan, sebagai bagian dari persiapan kebutuhan tenaga kerja pendukung proyek. Setidaknya terdapat dua gelombang pelatihan bagi sopir. Pelatihan tersebut dipersiapkan untuk mendukung kegiatan survei lokasi dan studi kelayakan lahan sebelum pembangunan proyek beser
