Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

BRI Kucurkan KUR Perumahan Rp 880 Miliar ke 7.100 Nasabah di Akad Massal Jateng

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 3 mins read

BRI Kucurkan KUR Perumahan Rp 880 Miliar dalam rangkaian akad massal yang akan diselenggarakan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Bank Rakyat Indonesia (BRI)

BRI Kucurkan KUR Perumahan Rp 880 Miliar ke 7.100 Nasabah di Akad Massal Jateng

BRI Salurkan Rp 880 Miliar KUR Perumahan di Batang

Kabarnusantaraku.com – BRI Kucurkan KUR Perumahan Rp 880 Miliar dalam rangkaian akad massal yang akan diselenggarakan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp 880 miliar kepada kurang lebih 7.100 debitur. Penyaluran ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/7) mendatang sebagai bagian dari program pembiayaan rumah yang digagas pemerintah.

Aris Hartanto, Direktur Consumer Banking BRI, menjelaskan bahwa penyaluran KUR Perumahan di Batang mencerminkan dukungan penuh BRI terhadap program perumahan nasional. “Insyaallah kita akan menyalurkan sebesar Rp 880 miliar, total 7.100 penerima, di kredit program perumahan (KPP) ini,” ujar Aris setelah menghadiri rapat bersama Menteri PKP Maruarar Sirait di Menara BRI pada Senin (27/7).

Dukungan terhadap Ekosistem Perumahan

Aris menjelaskan bahwa BRI berkomitmen untuk mendukung program pemerintah agar ekosistem perumahan dapat berjalan dengan bunga yang sangat terjangkau. Menurutnya, langkah ini juga mendukung ekosistem perumahan karena tidak hanya dari sisi supply, tapi juga dari sisi demand. Jadi intinya kita men-support program pemerintah ini untuk bisa mendapatkan perumahan yang lebih baik, dan lebih penting lagi adalah lepas dari rentenir.

Sementara itu, Maruarar Sirait atau yang dikenal sebagai Ara, menyebutkan bahwa akad massal di Batang merupakan kegiatan ketiga yang digelar pemerintah. Sebelumnya, pemerintah telah menggelar akad massal untuk 26.000 rumah subsidi di Bogor pada September 2025, kemudian dilanjutkan dengan akad 50.030 rumah subsidi di Serang yang dibiayai melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pada kegiatan di Batang, pemerintah menargetkan sebanyak 62.000 unit rumah akan diakadkan. Menurut Ara, penyelenggaraan akad massal ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari BP Tapera, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), perbankan, pengembang, pemerintah daerah, hingga Badan Pusat Statistik (BPS).

Terima kasih kepada seluruh ekosistem, BP Tapera, SMF, perbankan, developer, pemerintah daerah, Kementerian Dalam Negeri, dan BPS yang telah membantu sehingga acara ketiga ini dapat terlaksana, ujar Maruarar.

Perkembangan KUR Perumahan

Dalam kesempatan itu, Ara juga menyoroti perkembangan KUR Perumahan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Skema pembiayaan tersebut ditujukan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perumahan, seperti kontraktor, pengembang, hingga toko bahan bangunan.

Ara mengatakan meski program ini belum genap berjalan satu tahun, tingkat penyerapannya dinilai sangat tinggi. Karena itu, pemerintah meningkatkan kuota KUR Perumahan dari sekitar Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun. “Serapannya sangat tinggi. Bahkan lebih dari 50 persen penyalurannya dilakukan oleh bank BRI. Karena itu kami membangun kolaborasi antara Kementerian PKP, BP Tapera, dan BRI,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh data penerima dalam akad massal telah diverifikasi secara rinci, mulai dari identitas penerima, alamat rumah, bank penyalur, tenor pinjaman, hingga detail pekerjaan para debitur. “Detailnya sudah jelas semuanya termasuk pekerjaannya apa, tadi ada yang buruh, ada semuanya dalam data yang 62.000 tadi,” ujarnya.

Target Penyaluran BRI

Lebih lanjut, Aris mengungkapkan hingga 26 Juli 2026 perseroan telah menyalurkan KUR Perumahan sebesar Rp 10,9 triliun dari target Rp 12 triliun yang diberikan pemerintah kepada BRI. “Jadi dengan angka tersebut, saya pikir target ini akan bisa dicapai, ya, mudah-mudahan di tahun ini,” ujar Aris.

Ia mengatakan, optimisme tersebut didukung oleh luasnya jaringan kantor BRI, basis nasabah yang besar, serta pengalaman perseroan sebagai bank yang fokus melayani segmen UMKM. “BRI memiliki jaringan yang luas, jumlah nasabah yang besar, dan DNA-nya itu adalah melayani nasabah UMKM,” katanya.

Aris menilai BRI memiliki posisi yang kuat dalam mendukung penyaluran KUR Perumahan. Menurut dia, program tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi nasabah BRI, tetapi juga mendukung program pemerintah secara lebih luas, khususnya dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *