Skip to content
Yellow Desk
Agustus 1, 2026
Kumparanbisnis

BTN Salurkan 30 Ribu Rumah Subsidi dalam Akad Massal KPR FLPP di Batang

Robert Hernandez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Peristiwa penting dalam sektor perumahan nasional terjadi pada Kamis (30/7) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN

BTN Salurkan 30 Ribu Rumah Subsidi dalam Akad Massal KPR FLPP di Batang

BTN Raih Prestasi sebagai Penyalur Terbesar Akad Massal KPR FLPP di Batang

Kabarnusantaraku.com – Peristiwa penting dalam sektor perumahan nasional terjadi pada Kamis (30/7) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN berhasil menjadi lembaga keuangan dengan kontribusi paling signifikan dalam Akad Massal KPR Rumah Subsidi menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kegiatan ini diselenggarakan secara bersama oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Kehadiran sebanyak 30.203 debitur BTN dalam acara tersebut mencerminkan antusiasme tinggi dari berbagai penjuru Indonesia. Partisipasi dilakukan baik secara tatap muka maupun melalui platform daring. Angka ini menjadikan BTN sebagai bank dengan jumlah peserta terbanyak dibandingkan institusi perbankan lainnya yang juga berperan sebagai penyalur dalam program serupa.

Skala Nasional dan Partisipasi Luas

Sesuai informasi resmi dari BP Tapera, keseluruhan akad massal kali ini menampung 62.710 debitur KPR Sejahtera FLPP. Dari total tersebut, hanya 200 orang yang hadir secara fisik di lokasi utama, sementara sisanya sebanyak 62.510 orang mengikuti prosesi secara virtual. Pelaksanaan akad berlangsung serentak di minimal 130 titik yang tersebar di 372 kabupaten dan kota melintasi 36 provinsi di seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan penting dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa akses terhadap hunian layak merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Kepala negara juga mengajak seluruh pihak terkait—mulai dari pemerintah, sektor perbankan, pengembang properti, hingga pemangku kepentingan lainnya—untuk meningkatkan kecepatan kerja, memperkuat sinergi, dan menemukan inovasi baru dalam memenuhi kebutuhan perumahan rakyat.

Peran Danantara dalam Ekosistem Perumahan

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengungkapkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari dukungan penuh Danantara Indonesia. Kolaborasi tersebut membantu menyatukan berbagai elemen dalam ekosistem perumahan nasional, termasuk kebijakan pemerintah, mekanisme pembiayaan, pengembang, dan pelaku industri terkait.

“Pencapaian BTN sebagai penyalur terbesar dalam akad massal ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi ekosistem perumahan nasional membuat sinergi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh pelaku industri semakin solid. Kolaborasi inilah yang memperluas kapasitas BTN dalam menghadirkan pembiayaan rumah yang lebih mudah dijangkau masyarakat,” ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).

Nixon menambahkan bahwa partisipasi 30.203 debitur BTN membuktikan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau. BTN berkomitmen untuk terus mempercepat layanan, memperluas akses pembiayaan, serta menjaga kualitas penyaluran agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat memiliki rumah pertama mereka.

Realisasi Pembiayaan dan Peran Bank Lainnya

Akad massal ini berlangsung di tengah peningkatan realisasi pembiayaan rumah subsidi di tingkat nasional. Data BP Tapera per 29 Juli 2026 menunjukkan bahwa penyaluran FLPP telah mencapai 118.756 unit rumah dengan nilai total Rp 14,76 triliun. Penyaluran ini dilakukan melalui 43 bank penyalur yang terlibat dalam program tersebut.

Berdasarkan informasi dari Kementerian PKP per tanggal yang sama, BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, menjadikannya yang tertinggi di antara seluruh bank Himbara. Di posisi kedua, PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatatkan penyaluran sebanyak 28.282 unit. Secara agregat, BTN dan BSN bersama-sama telah menyalurkan 84.048 unit rumah subsidi melalui layanan konvensional maupun syariah, sehingga semakin memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan hunian yang terjangkau.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Salah satu penerima manfaat yang menerima kunci rumah secara simbolis adalah Sutam Sapto Wibowo, seorang pengemudi ojek online asal Kabupaten Bantul. Ia mendapatkan rumah dengan cicilan bulanan sebesar Rp 1,05 juta. Selain pengemudi ojek online, para penerima manfaat dalam akad massal ini berasal dari beragam profesi, seperti guru, perawat, pemuka agama, buruh, pedagang, asisten rumah tangga, anggota TNI dan Polri, serta pelaku usaha kecil.

Selain fokus pada sisi permintaan melalui KPR, BTN juga memperkuat aspek penyediaan rumah melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Berdasarkan data Kementerian PKP per 29 Juli 2026, realisasi KPP BTN telah mencapai sekitar Rp 4,39 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pembiayaan pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku usaha lain dalam rantai pasok perumahan.

“Melalui KPR, BTN membantu masyarakat memiliki rumah. Melalui KPP, kami membantu pengembang dan pelaku usaha meningkatkan pasokan hunian. Dukungan Danantara memperkuat sinergi tersebut sehingga pembangunan ekosistem perumahan nasional semakin terintegrasi,” jelas Nixon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *