Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Harga Emas Dunia Turun ke USD 4.050 per Troy Ons

Daniel Lopez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Penutupan perdagangan pada hari Jumat, 24 Juli, mencatatkan penurunan nilai emas dunia secara signifikan. Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah memicu

Harga Emas Dunia Turun ke USD 4.050 per Troy Ons

Harga Emas Dunia Turun ke USD 4.050 per Troy Ons di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Kabarnusantaraku.com – Penutupan perdagangan pada hari Jumat, 24 Juli, mencatatkan penurunan nilai emas dunia secara signifikan. Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah memicu kenaikan harga energi secara tajam. Hal ini memperkuat persepsi pasar bahwa Federal Reserve AS akan menahan diri dari pelonggaran kebijakan moneter guna mengendalikan inflasi yang terus meningkat. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas batangan sempat turun 2,2 persen sebelum stabil di level USD 4.050 per troy ons. Penurunan ini menghapus sebagian penguatan yang terjadi selama dua sesi perdagangan sebelumnya, yang utamanya didorong oleh strategi pembelian saat harga anjlok.

Faktor Inflasi dan Suku Bunga Mempengaruhi Emas

Ewa Manthey, analis strategi komoditas di ING Bank N/V, menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak akibat konflik regional memperburuk outlook logam mulia. Menurutnya, kenaikan biaya energi menciptakan tantangan tambahan bagi prospek emas. “Kenaikan harga minyak yang terkait dengan konflik di Timur Tengah memperumit prospek emas,” ujar Manthey. Ia menambahkan bahwa dampak inflasi dari kenaikan harga energi dapat membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga, sehingga mendorong sebagian investor merealisasikan keuntungan.

“Kenaikan harga minyak yang terkait dengan konflik di Timur Tengah memperumit prospek emas,” kata Manthey. “Dampak inflasi dari kenaikan harga energi dapat membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga, sehingga mendorong sebagian investor merealisasikan keuntungan.”

Tegangan Geopolitik dan Data Ekonomi AS

Sentimen negatif semakin menguat dengan meningkatnya ketegangan geopolitik global. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan meminta Iran bertanggung jawab atas serangan berulang kelompok Houthi dari Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah. Pernyataan tersebut menyusul serangan kelompok Houthi terhadap dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi. Dalam situasi ini, harga minyak Brent berhasil menembus ambang USD 100 per barel untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu terakhir.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS berjangka dua tahun juga melanjutkan tren kenaikan untuk hari keenam berturut-turut. Dari sisi data ekonomi, klaim awal tunjangan pengangguran di AS mencatatkan level terendah sejak tahun 1969. Kombinasi antara ketahanan pasar tenaga kerja dan kenaikan harga energi memperbesar kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini menjadi faktor negatif bagi emas mengingat logam mulia tidak memberikan imbal hasil langsung.

Proyeksi Pasar dan Level Dukungan Emas

Pelaku pasar swap saat ini memperkirakan peluang sebesar 36 persen bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan yang akan datang. Pasar juga telah memperhitungkan sedikitnya satu kali kenaikan suku bunga pada bulan September, dengan kemungkinan kenaikan kedua sebelum akhir tahun. Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas bergerak di sekitar USD 4.000 per troy ons yang dinilai sebagai level dukungan penting bagi para investor.

Sejak akhir Februari, harga emas telah turun sekitar seperempat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Penurunan tersebut mengakhiri tren kenaikan yang berlangsung selama beberapa tahun, setelah sebelumnya harga emas sempat mencetak rekor mendekati USD 5.600 per troy ons.

Analisis Teknis dan Harga Logam Lainnya

Bart Melek, kepala strategi komoditas global TD Securities, menilai penguatan emas pada awal pekan ini tergolong tidak biasa mengingat lonjakan harga energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Menurutnya, kenaikan harga dalam dua hari terakhir lebih banyak dipicu aksi penutupan posisi jual dan pembelian saat harga turun, bukan karena masuknya pembelian baru secara agresif.

Harga emas spot turun 1,9 persen menjadi USD 4.050,06 per troy ons. Harga perak ikut merosot 3,7 persen menjadi USD 57,55 per troy ons. Sementara itu, harga platinum dan paladium juga melemah, sedangkan Bloomberg Dollar Spot Index menguat 0,3 persen. Para trader kini menunggu data ekonomi berikutnya untuk menentukan arah pergerakan emas ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *