Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Historic Moment: Transisi Selesai, Seluruh Penerbangan Umrah Pindah ke Terminal 2F Bandara Soetta

Robert Hernandez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Transisi Selesai, Penerbangan Umrah Beroperasi di Terminal 2F Bandara Soetta Historic Moment - Dalam Historic Moment penting sejarah perjalanan ibadah umrah

Historic Moment: Transisi Selesai, Seluruh Penerbangan Umrah Pindah ke Terminal 2F Bandara Soetta

Transisi Selesai, Penerbangan Umrah Beroperasi di Terminal 2F Bandara Soetta

Historic Moment – Dalam Historic Moment penting sejarah perjalanan ibadah umrah, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menyelesaikan transisi layanan keberangkatan jemaah umrah ke Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F. Proses pindah ini dimulai sejak 1 Juli 2026 dan berlangsung lancar, sehingga seluruh penerbangan umrah kini beroperasi di terminal yang lebih modern dan kapasitasnya lebih besar tersebut.

Proses Transisi Layanan Umrah

Transisi layanan ke Terminal 2F di Bandara Soetta bukanlah proses sederhana. Mulai dari persiapan fasilitas hingga pengaturan alur keberangkatan, setiap tahap dilakukan dengan rapi. Dalam jangka waktu 10 hari, yaitu dari 1 hingga 10 Juli 2026, Bandara Soetta mencatat 118 penerbangan, terdiri dari 59 keberangkatan dan 59 kedatangan. Angka ini mencakup total 40.642 penumpang, dengan sekitar 20.335 di antaranya adalah jemaah umrah atau sekitar 50,03 persen dari jumlah penumpang yang dilayani.

“Alhamdulillah, seluruh tahapan Historic Moment transisi layanan keberangkatan jemaah umrah ke Terminal 2F telah berjalan lancar,” ujar General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, melalui keterangan resmi, Senin (13/7).

Penerbangan umrah yang sebelumnya beroperasi di Terminal 1 dan Terminal 2A kini terpusat di Terminal 2F, yang memiliki ruang tunggu lebih luas, fasilitas lebih lengkap, dan kemudahan akses. Perpindahan ini dilakukan sesuai instruksi dari Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor SE-153/BN/2026 serta Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE DJPU 12 Tahun 2026. Sebagai hasil, pada 10 Juli 2026, terminal tersebut melayani 39 penerbangan, terdiri dari 20 keberangkatan dan 19 kedatangan, dengan total penumpang mencapai 11.285, termasuk 2.685 jemaah umrah.

Collaboration Stakeholder Memudahkan Proses Pindah

Kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan Historic Moment ini. Regulator, maskapai penerbangan, penyelenggara perjalanan umrah, serta seluruh pemangku kepentingan di Bandara Soetta berperan aktif dalam memastikan transisi berjalan tanpa hambatan. Heru Karyadi menjelaskan bahwa proses transisi dilakukan secara bertahap untuk menghindari gangguan layanan selama pembukaan terminal baru.

Transisi ini juga didukung oleh pihak-pihak yang terlibat langsung, seperti penerbangan umrah dan pengelolaan keberangkatan jemaah. Rencana penggunaan Terminal 2F sebagai pusat layanan umrah di Bandara Soetta dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan skala penerbangan umrah yang terus meningkat, penggunaan terminal yang lebih besar dan modern diharapkan dapat memenuhi permintaan yang semakin besar.

“Kami bersyukur karena transisi ini berjalan lancar, berkat kerja sama yang solid dari seluruh pihak. Historic Moment ini menjadi bukti bahwa Bandara Soetta terus berinovasi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi jemaah umrah,” kata Heru, dalam pernyataannya.

Dampak dan Harapan di Masa Depan

Dengan transisi ke Terminal 2F, Bandara Soetta diharapkan dapat menjadi pusat utama penerbangan umrah di Indonesia. Kapasitas terminal yang lebih besar dan fasilitas yang lengkap akan memungkinkan pengelolaan lebih efisien terhadap jumlah jemaah umrah yang terus meningkat. Historic Moment ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat citra Bandara Soetta sebagai destinasi penerbangan umrah terbaik.

Heru Karyadi menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas layanan. Dengan alur yang lebih terstruktur dan pengaturan yang lebih baik, jemaah umrah dapat memulai perjalanan ibadahnya dengan aman, nyaman, dan berkesan sejak tiba di Bandara Soetta. Historic Moment ini juga memberikan peluang bagi maskapai penerbangan dan penyelenggara perjalanan umrah untuk memperluas jaringan dan menawarkan layanan yang lebih inovatif.

Transisi ke Terminal 2F tidak hanya meningkatkan kapasitas fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas operasional Bandara Soetta sebagai bandara internasional terbesar di Indonesia. Dengan mengumpulkan seluruh penerbangan umrah ke satu tempat, keberangkatan jemaah dapat lebih terorganisir, mengurangi kekacauan, dan memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik. Historic Moment ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan Bandara Soetta untuk menghadapi pertumbuhan jumlah jemaah umrah di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *