IHSG Berakhir di Level 6.101, Bursa Asia Mengalami Penurunan
IHSG Ditutup Merah di Level 6 101 – Pada penutupan sesi kedua perdagangan Selasa (23/6), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dalam area negatif. Data dari Stockbit menunjukkan bahwa indeks komposit gagal mempertahankan kenaikan sebelumnya, tergelincir 15,36 poin atau 0,25% ke level 6.101,333. Demikian pula, Indeks LQ45 turun 0,13% dan berakhir di posisi 598,429.
Hari ini, total nilai transaksi mencapai Rp32,44 triliun, sementara volume perdagangan sebesar 40,86 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi mencatat angka 1,78 juta kali. Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS, mencapai Rp17.840. Kurs ini menunjukkan penurunan dari harga pembukaan pagi hari di Rp17.814, sebesar 26 poin atau 0,15%.
Pergerakan Indeks Asia
Saham di bursa Asia menunjukkan pergerakan beragam, dengan tren penurunan di penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data dari Stockbit dan Yahoo Finance, berikut kinerja masing-masing indeks:
- Indeks Nikkei 225 di Jepang mengalami penurunan 3,54% ke 69.788,38.
- Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,82% ke 23.336,28.
- Indeks SSE Composite China mengalami penurunan 1,37% ke 4.106,25.
- Indeks Straits Times Singapura sedikit naik 0,08% ke 5.207,97.
Kinerja Saham Utama
Beberapa saham unggul mencatat kenaikan signifikan, sementara sebagian lain mengalami penurunan:
- LEAD (Logindo Samudramakmur) mengalami kenaikan 33,71% ke level 119.
- BALI (Bali Towerindo Sentra) naik 25% ke 1.475.
- PTPW (Pratama Widya) melonjak 24,74% ke 1.210.
- ENAK (Champ Resto Indonesia) meningkat 15,56% ke 312.
- LAJU (Jasa Berdikari Logistics) naik 13,11% ke 69.
- ARKO (Arkora Hydro) turun 14,84% ke 5.450.
- KIOS (Kioson Komersial Indonesia) melemah 14,81% ke 92.
- CEKA (Wilmar Cahaya Indonesia) bergerak turun 14,06% ke 2.200.
- ZONE (Mega Perintis) mengalami penurunan 13,24% ke 590.
- FLMC (Falmaco Nonwoven Industri) turun 10% ke 72.
DSSA (Dian Swastatika Sentosa) mencatat transaksi senilai Rp1,84 triliun, BMRI (Bank Mandiri) Rp996,44 miliar, TPIA (Chandra Asri Pacific) Rp944,35 miliar, BBCA (Bank Central Asia) Rp885,91 miliar, BBRI (Bank Rakyat Indonesia) Rp785,37 m
