Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

IHSG Ditutup Naik ke Level 5.924 – Rupiah Menguat Tipis Rp 18.050 per Dolar AS

Lisa Johnson - kabarnusantaraku.com 2 mins read

050 per Dolar AS IHSG Ditutup Naik ke Level 5 924 - Bursa saham Indonesia hari ini mencatatkan kenaikan kecil di akhir sesi perdagangan, dengan Indeks Harga

IHSG Ditutup Naik ke Level 5.924 – Rupiah Menguat Tipis Rp 18.050 per Dolar AS

IHSG Naik ke Level 5.924, Rupiah Menguat Tipis Rp 18.050 per Dolar AS

IHSG Ditutup Naik ke Level 5 924 – Bursa saham Indonesia hari ini mencatatkan kenaikan kecil di akhir sesi perdagangan, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 5.924. Data dari Stockbit menunjukkan IHSG ditutup naik 0,20% setelah menambah 11,92 poin dari level pembukaan. Perkembangan ini menunjukkan kestabilan pasar yang relatif baik di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif.

Kurs rupiah tercatat menguat tipis ke Rp18.050 per dolar AS, setelah sebelumnya berada di Rp18.085 pada sesi pembukaan. Kenaikan tipis ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, meskipun tekanan dari pergerakan mata uang asing masih terasa. IHSG terkerek naik ke level 5.924, menjaga posisi positif meski tidak mencapai rekor tertinggi.

Pergerakan Saham Harian

Banyak saham unggul pada sesi hari ini, dengan beberapa emiten mengalami kenaikan signifikan. Contohnya, Prodia Diagnostic Line (PRDL) melanjutkan tren positif dengan kenaikan 56 poin atau 34,57% ke 218. Rans Entertainment Indonesia (RANS) juga naik 58 poin atau 34,12% ke 228. Bukit Darmo Property (BKDP) berada di level 103 setelah menambah 26 poin atau 33,77%.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan. Niramas Utama (JELI) turun 260 poin atau 14,81% ke 1.495, Bekasi Asri Pemula (BAPA) merosot 48 poin atau 14,55% ke 282, dan Nitrasanata Dharma (JECX) terpantau menurun 230 poin atau 13,86% ke 1.430. IHSG mencatatkan kenaikan yang relatif kecil, menggambarkan keseimbangan antara pelaku pasar optimis dan pesimis.

Kinerja Pasar Regional

Bursa saham Asia secara umum menunjukkan peningkatan, dengan Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 1,19% ke 68.557,73, serta Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,60% ke 24.175,12. IHSG naik ke level 5.924, namun peningkatan ini tidak sebesar keberhasilan bursa lainnya di kawasan tersebut.

Bursa Tiongkok mengalami penurunan dengan Indeks SSE Composite turun 1,00% ke 3.996,16, sedangkan Indeks Straits Times Singapura menguat 0,56% ke 5.464,36. IHSG berada di level 5.924, tetapi pergerakannya masih terkait dengan dinamika pasar global yang terus berubah. Analis mengatakan, peningkatan kecil ini bisa menjadi sinyal awal untuk perbaikan lebih lanjut.

Pada hari ini, total transaksi mencapai Rp8,17 triliun, dengan volume saham sebesar 18,11 miliar lembar dan frekuensi perdagangan 1,91 juta kali. IHSG mencatatkan kenaikan yang terbatas, namun masih menunjukkan aktivitas pasar yang cukup dinamis. Perusahaan-perusahaan seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan PT Telkom Indonesia (TLKM) menjadi pelaku utama dalam transaksi besar.

Kinerja pasar hari ini juga didukung oleh beberapa faktor, seperti kebijakan moneter yang stabil dan permintaan investasi asing yang moderat. IHSG berada di level 5.924, yang menunjukkan ketahanan pasar terhadap tekanan eksternal. Meski begitu, investor masih memantau perkembangan ekonomi global, khususnya harga komoditas dan pergerakan bursa utama seperti Wall Street.

Kenaikan IHSG ke level 5.924 mendorong optimisme di sektor keuangan, meskipun dampak dari kenaikan suku bunga global masih berpotensi memengaruhi pergerakan lebih lanjut. Dinamika pasar yang terkini membuktikan bahwa investor masih bersikap positif terhadap saham-saham yang memiliki fundamental kuat. Perkembangan ini bisa menjadi langkah awal untuk peningkatan harga saham dalam beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *