Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Kementerian ESDM: RI Punya 93 Rencana Proyek Hidrogen, Serap Investasi Rp 32 T

Sandra Davis - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap bahwa Indonesia memiliki 93 rencana proyek dalam ekosistem hidrogen. Total nilai investasi yang

Kementerian ESDM: RI Punya 93 Rencana Proyek Hidrogen, Serap Investasi Rp 32 T

Indonesia Siap Manfaatkan 93 Proyek Hidrogen dengan Investasi Rp 32 Triliun

Kabarnusantaraku.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap bahwa Indonesia memiliki 93 rencana proyek dalam ekosistem hidrogen. Total nilai investasi yang tertanam mencapai Rp 32 triliun. Angka ini mencerminkan komitmen negara dalam mengembangkan energi bersih berbasis hidrogen untuk berbagai kebutuhan industri.

Implementasi di Berbagai Sektor Industri

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa pemanfaatan hidrogen akan diterapkan secara luas. Sektor transportasi hingga bahan bakar rumah tangga menjadi fokus utama pengembangan ini. Proyek-proyek tersebut tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia.

Kami saat ini punya 93 inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen yang proyek-proyeknya sudah tertera ini tersebar di seluruh Indonesia. Jadi proyek ini melahirkan Rp 32 triliun investasi yang akan kita kawal.

Pernyataan tersebut disampaikan Eniya saat menghadiri acara Global Hydrogen Ecosystem 2026 pada Selasa, 21 Juli. Ia menekankan bahwa pengawasan terhadap investasi ini akan menjadi prioritas pemerintah.

Proyek Bus Dual Fuel dan Efisiensi Energi

Salah satu inisiatif unggulan yang akan diluncurkan adalah proyek bus dengan sistem bahan bakar ganda. Kendaraan ini menggunakan kombinasi hidrogen dan diesel sebagai sumber tenaga. Teknologi dual fuel ini dinilai mampu menghemat konsumsi bahan bakar secara signifikan.

Bus hidrogen diesel dual fuel merupakan hasil modifikasi armada milik Perum Damri yang sebelumnya menggunakan mesin diesel. Dalam uji coba pilot project, efisiensi bahan bakar meningkat drastis. Sebelumnya, satu liter solar hanya mampu menempuh jarak 3,1 kilometer. Setelah modifikasi, jarak yang sama dapat dicapai hingga 5,9 kilometer.

Sistem bahan bakar dual diesel fuel, jadi pemakaian bahan bakar di satu tempat tetapi ada dua bahan bakar yaitu biosolar dan gas hidrogen, ini bisa mengurangi atau menghemat bahan bakar itu sendiri dengan adanya gas yang masuk ke dalam engine.

Ekspansi Aplikasi Hidrogen ke Masa Depan

Pengembangan hidrogen tidak hanya terbatas pada transportasi darat. Ke depannya, teknologi ini dapat diadopsi untuk mobil penumpang, drone, alat berat, hingga kompor gas rumah tangga. Kolaborasi dengan akademisi dari BRIN dan institusi internasional juga telah menghasilkan inisiatif bernama hydrogen transportation corridor.

Program dedieselisasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) bersama PT PLN menjadi salah satu proyek hidrogen lain yang akan diuji coba. Di Sumba, pembangkit ini dijadwalkan beroperasi pada tahun 2028. Sementara itu, PLTD Pulau Rengit di Kabupaten Belitung juga masuk dalam daftar proyek percontohan.

Salah satu upaya kita membuktikan konsep pemakaian Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk digunakan di wilayah remote area dan menghasilkan menggunakan hidrogen sebagai energy storage-nya atau penyimpanan energinya.

Kontribusi PLN dan Pertamina dalam Rantai Pasok Hidrogen

Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa seluruh pembangkit yang dioperasikan perusahaan mampu memproduksi 203 ton hidrogen. Namun, baru 75 ton yang telah dimanfaatkan, sehingga tersisa surplus 128 ton. Kelebihan ini dapat disuplai ke Hidrogen Refilling Station atau SPBU hidrogen.

Darmawan menjelaskan bahwa produksi mencapai 200 ton dengan 75 ton terpakai. Sisanya sebanyak 125 ton masih menganggur. Infrastruktur SPBU hidrogen sudah siap, namun kendaraan yang menggunakan hidrogen masih terbatas.

Kita produksi 200 ton, yang dipakai 75 ton, sisanya 125 ton itu nganggur. Maka dijadikan di rantai pasok di sini jadi kalau Hidrogen Refilling Station itu sudah ada dan siap pakai, tapi mobilnya belum ada.

Discussions dengan pabrikan Jepang, Toyota, telah dilakukan untuk mengembangkan ekosistem kendaraan hidrogen. Darmawan juga berharap adanya kolaborasi lebih besar dengan PT Transjakarta agar armada busway dapat menggunakan hidrogen.

Fasilitas Produksi Hidrogen Pertamina

Wakil Direktur Utama PT Pertamina, Oki Muraza, menginformasikan bahwa perusahaan juga aktif memproduksi hidrogen. Pengembangan pusat hidrogen di Sei Mangkei dan Kuala Tanjung memiliki kapasitas 4.000 kilogram per hari. Selain itu, pilot project di Plaju menghasilkan 20 kilogram hidrogen per hari dari PLTS.

Proyek PLTP Ulubelu di Lampung diharapkan mampu memproduksi 100 kilogram hidrogen per hari. Peresmian fasilitas ini dijadwalkan pada bulan November mendatang. Oki juga menyebutkan bahwa Jakarta sedang membangun ekosistem hydrogen mobility bersama PLN dan pihak terkait lainnya.

Kemudian ke Pulau Jawa, di Jakarta kita sedang membuat ekosistem hydrogen mobility bersama-sama tentunya dengan PLN dan ekosistem yang lainnya, di Jawa Barat kita akan mendapat bantuan dari Korea.

Eniya menambahkan bahwa pemerintah berharap percepatan implementasi dapat tercapai. Targetnya, COD (Commercial Operation Date) dapat direalisasikan pada tahun 2027. Hal ini akan membuktikan bahwa hidrogen merupakan sumber energi yang dihasilkan dari bumi Indonesia sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *