Key Discussion: Investasi Data Center di Indonesia Diperkirakan Capai 1,3 GW
Key Discussion dalam pembangunan infrastruktur digital Indonesia kembali menjadi sorotan setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut rencana investasi untuk pembangunan data center di Tanah Air mencapai 1,3 gigawatt (GW). Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengakselerasi pengembangan ekosistem teknologi digital, khususnya dalam mendukung pertumbuhan sektor kecerdasan buatan (AI) dan industri teknologi lainnya. Data center yang sedang dikembangkan akan menjadi pusat penyimpanan dan pengolahan data yang berperan krusial dalam meningkatkan kapasitas digital nasional.
Dalam Key Discussion terbaru, Airlangga menjelaskan bahwa selain 580 megawatt (MW) kapasitas data center yang sudah terpasang, ada rencana penambahan investasi sebesar 1,3 GW yang akan didistribusikan ke berbagai kawasan strategis. Proyek ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada infrastruktur digital luar negeri serta menumbuhkan kemandirian teknologi di Indonesia. Angka 1,3 GW ini menunjukkan skala besar pembangunan yang akan dilakukan, menurut Airlangga, sebagai bagian dari roadmap kebijakan pemerintah jangka menengah.
Penjelasan Detail Investasi Data Center
Key Discussion yang diungkapkan Airlangga menyoroti pentingnya data center sebagai tulang punggung ekonomi digital. Menurutnya, 1,3 GW investasi ini akan mendorong peningkatan efisiensi energi dan kecepatan transfer data, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Kementerian Perekonomian mengatakan bahwa pembangunan data center akan fokus pada kawasan ekonomi khusus (KEK) yang dikenal sebagai pusat pengembangan teknologi dan inovasi. KEK ini diperkirakan menjadi lokasi utama untuk membangun pusat-pusat data yang terintegrasi dengan jaringan serat optik nasional.
“Investasi data center di Indonesia akan menjadi batu loncatan dalam mencapai keunggulan digital. 1,3 GW kapasitas ini tidak hanya menunjukkan ambisi besar, tapi juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang mumpuni,” kata Airlangga dalam pidatonya.
Koneksi Serat Optik dan Kemitraan Internasional
Dalam Key Discussion yang sama, Airlangga juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk memperluas jaringan serat optik antar pulau dan menyambungkannya ke negara-negara tetangga seperti Singapura dan Amerika Serikat. Ini adalah langkah penting untuk mendukung kecepatan akses data secara nasional dan internasional. Pemerintah berencana membangun beberapa titik landing kabel serat optik bawah laut, termasuk di Batam, Bitung, dan Jakarta, sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi digital.
“Koneksi ke Singapura dan AS akan menjadi pendorong utama untuk pertumbuhan data center. Kami sedang mempersiapkan titik landing baru di Batam sebagai salah satu komponen penting dalam Key Discussion ini,” jelas Airlangga.
Pengembangan Keunggulan Kompetitif melalui Kemitraan Teknologi
Dalam Key Discussion terkait ekosistem teknologi, pemerintah juga menegaskan kerja sama dengan perusahaan chip global, Arm Ltd. Perusahaan ini diketahui menyumbang lebih dari 90% desain chip di seluruh dunia. Kolaborasi dengan Arm Ltd akan mempercepat pengembangan teknologi semikonduktor di Indonesia, yang menjadi bagian dari upaya membangun keunggulan kompetitif dalam bidang digital. Pemerintah menyebut bahwa proyek ini akan mencakup pelatihan bagi 15 ribu teknisi dan engineer, serta peningkatan kapasitas produksi chip nasional.
“Kerja sama dengan Arm Ltd tidak hanya menambah kemampuan produksi chip, tetapi juga memperkuat Key Discussion dalam pembangunan ekonomi digital. Pendekatan ini menjadi jembatan untuk mempercepat digitalisasi berbagai sektor industri,” tambah Airlangga.
Kawasan BBK sebagai Pusat Ekonomi Digital
Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) menjadi salah satu lokasi utama dalam Key Discussion tentang pembangunan data center. Pertemuan Tingkat Menteri Kelompok Kerja Ekonomi Bilateral Singapura-Indonesia (6WG MM) ke-16 telah menyetujui rencana pengembangan BBK menjadi pusat ekonomi digital yang terintegrasi. Ini mencakup berbagai proyek baru, seperti pembangunan infrastruktur oleh DayOne, PT Equator Gate System, dan DCI Indonesia, yang akan meningkatkan daya saing kawasan tersebut di tingkat regional dan global.
“BBK tidak hanya menjadi destinasi investasi, tetapi juga menjadi tempat penguatan Key Discussion tentang transformasi digital. Proyek-proyek ini akan menjadi fondasi untuk pengembangan ekosistem teknologi yang berkelanjutan,” ujar Airlangga.
Dalam Key Discussion terkini, Airlangga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan data center akan sangat bergantung pada koordinasi antar lembaga pemerintah dan dukungan dari sektor swasta. Selain itu, pemerintah juga berencana meningkatkan ketersediaan sumber daya manusia dan mendekati mitra internasional untuk memastikan keberlanjutan proyek ini. Dengan total investasi mencapai 1,3 GW, proyek data center diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam meningkatkan ekonomi digital Indonesia dan menopang pertumbuhan sektor teknologi di masa depan.
