Menaker Ajak Industri KEK Mandalika Ikut Serap Peserta Magang Nasional
Key Discussion menjadi tema utama dalam diskusi yang dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan para pengusaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Dalam acara tersebut, Yassierli menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan efisiensi program magang nasional, terutama di daerah yang sedang berkembang seperti Lombok Tengah. Dengan keberadaan KEK Mandalika, yang menjadi pusat pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi, program ini memiliki potensi besar untuk memperkuat ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas.
Target Penyerapan Peserta MagangHub 2026
Pemerintah menetapkan target peningkatan peserta MagangHub menjadi 150 ribu orang pada tahun 2026. Key Discussion yang diadakan di KEK Mandalika menegaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menjadi jembatan antara lulusan perguruan tinggi dan industri. Menaker Yassierli mengajak pengusaha lokal untuk aktif dalam menyerap peserta magang yang dibutuhkan, terutama di bidang pariwisata, hospitality, dan sektor ekonomi lainnya. “Kerja sama antara pemerintah dan swasta sangat krusial untuk memastikan lulusan memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar,” ujar Yassierli.
“Kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam meningkatkan jumlah tenaga kerja yang terserap, terlebih dalam konteks banyak lulusan perguruan tinggi yang masuk ke pasar kerja setiap tahun,”
Dalam Key Discussion tersebut, Menaker menyoroti bahwa program MagangHub tidak hanya melatih keterampilan peserta, tetapi juga membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja yang kompeten. Program ini diharapkan bisa menjadi strategi jangka panjang untuk mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kualifikasi tenaga kerja lokal. Dengan pertumbuhan investasi dan keterlibatan industri di KEK Mandalika, Yassierli berharap kebijakan ini bisa berdampak signifikan pada perekonomian daerah.
Peran MagangHub dalam Memenuhi Kebutuhan Pasar
Dalam evaluasi MagangHub 2025, program ini berhasil menyerap sekitar 100 ribu peserta dengan tingkat kepuasan mencapai 86 persen. Menaker menyebutkan bahwa hasil ini membuktikan keberhasilan program dalam memenuhi standar kualifikasi, sertifikasi, serta lisensi operasional yang dibutuhkan industri. Di KEK Mandalika, dengan fokus pada pengembangan sektor pariwisata, program ini bisa menjadi alat untuk memperkuat rantai nilai ekonomi lokal. “BPVP Lombok Timur memiliki keunggulan di bidang kejuruan pariwisata dan hospitality, serta adaptif untuk sektor kawasan,” pungkas Yassierli.
Menaker juga menjelaskan bahwa keberhasilan magang nasional bergantung pada keberlanjutan kolaborasi dengan mitra industri. Dengan memanfaatkan kuota 150 ribu peserta, diharapkan dapat menciptakan keterampilan yang selaras dengan kebutuhan pasar. Selain itu, program ini bertujuan untuk memberikan peluang kerja bagi lulusan yang mungkin kesulitan memasuki pasar karena kurangnya pengalaman atau kesesuaian kompetensi. Dukungan pemerintah dalam bentuk subsidi dan sertifikasi gratis melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi salah satu upaya untuk memastikan program ini efektif.
Kendala dan Strategi Penyelesaian
Dalam Key Discussion, Yassierli mengungkapkan bahwa pengusaha di KEK Mandalika masih menghadapi tantangan dalam menemukan tenaga kerja lokal yang memenuhi standar. “Banyak perusahaan mengeluhkan kesulitan dalam mencari tenaga kerja yang terlatih dan siap bekerja,” jelasnya. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berencana melakukan intervensi melalui pelatihan vokasi yang berbasis kebutuhan pasar. Dengan memahami permintaan industri, program magang bisa lebih tepat dalam memberikan pelatihan yang relevan.
Salah satu strategi yang diusulkan adalah memperkuat kemitraan dengan lembaga pelatihan dan sekolah vokasi di sekitar KEK Mandalika. Menaker berharap kebijakan ini bisa menciptakan sistem pelatihan yang berkelanjutan, sehingga lulusan tidak hanya memenuhi syarat sertifikasi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika industri. Selain itu, pemerintah akan memberikan insentif tambahan untuk memotivasi perusahaan ikut serta dalam penyerapan peserta magang.
Komitmen Pemerintah dan Harapan Masa Depan
Program MagangHub 2026 diharapkan menjadi bagian dari Key Discussion yang sedang berlangsung di KEK Mandalika. Menaker Yassierli menyatakan bahwa pemerintah akan terus berupaya memperluas cakupan program ini ke daerah-daerah lain yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi. “Kita perlu menjadikan magang sebagai alat untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas,” imbuhnya.
Dengan adanya MagangHub, diharapkan bisa tercipta ekosistem kerja yang lebih baik, terutama di wilayah Nusa Tenggara Barat. Yassierli menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi aktif pengusaha dan kerja sama yang sinergis dengan pemerintah. Dukungan dari semua pihak, termasuk lembaga pendidikan, akan menjadi kunci untuk mencapai target penyerapan peserta magang yang lebih tinggi dan mengurangi risiko ketimpangan keterampilan tenaga kerja di masa depan.
