Skip to content
Yellow Desk
Agustus 2, 2026
Kumparanbisnis

Key Discussion: Mitratel Tebar Dividen Rp 2,08 T, Capai 98 Persen dari Laba Bersih 2025

Robert Hernandez - kabarnusantaraku.com 3 mins read

Bersih 2025: Key Discussion Key Discussion - Dalam Key Discussion terbaru, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mengumumkan keputusan

Key Discussion: Mitratel Tebar Dividen Rp 2,08 T, Capai 98 Persen dari Laba Bersih 2025

Mitratel Berbagi Dividen Rp2,08 T, Capai 98% dari Laba Bersih 2025: Key Discussion

Key Discussion – Dalam Key Discussion terbaru, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mengumumkan keputusan pembagian dividen tahunan sebesar Rp25,6 per saham. Jumlah ini mencapai total Rp2,08 triliun, yang merupakan 98 persen dari laba bersih perusahaan pada tahun buku 2025. Pengumuman ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Selasa (30/6) di Telkom Hub, Jakarta, sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja bisnis yang mengalami peningkatan.

“Key Discussion ini menegaskan komitmen kami untuk memberikan manfaat maksimal kepada para pemegang saham. Dividen yang diberikan merupakan bagian dari strategi jangka pendek, sementara visi jangka panjang terus berfokus pada ekspansi infrastruktur dan inovasi layanan,” jelas Ian Sigit Kurniawan, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mitratel.

Dalam tahun buku 2025, Mitratel mencatat pendapatan sebesar Rp9,53 triliun, EBITDA Rp7,83 triliun, serta laba bersih yang mencapai Rp2,12 triliun. Angka-angka ini mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama setelah perusahaan memperluas jaringan tower dan memasuki bidang layanan Power-as-a-Service (PaaS) yang diprediksi akan menjadi pilar baru pertumbuhan. Key Discussion menggarisbawahi bahwa dividen yang diberikan menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap kinerja finansial jangka panjang perusahaan.

Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Utama Mitratel, menegaskan bahwa pembagian dividen ini merupakan salah satu indikator keberhasilan Key Discussion dalam mengelola bisnis. “Kami percaya bahwa kebijakan ini akan memperkuat keterlibatan pemegang saham, sekaligus mendukung stabilitas pasar yang sedang berkembang,” ujarnya. Selain itu, ia menjelaskan bahwa strategi perusahaan mencakup pengembangan layanan PaaS sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan industri telekomunikasi yang semakin kompleks.

Strategi 2026: Ekspansi dan Inovasi yang Berkelanjutan

Key Discussion juga menyoroti target yang ditetapkan Mitratel untuk tahun 2026. Di antaranya adalah peningkatan Capex non-anorganik hingga Rp2,9 triliun, penambahan tenant organik melebihi 2.500 unit, serta ekspansi panjang fiber optik yang bisa diakses. “Langkah-langkah ini adalah bagian dari visi transformasi perusahaan menjadi pemain utama di Asia Tenggara, dengan menawarkan solusi energi dan infrastruktur digital yang lebih lengkap,” tambah Theodorus. Peningkatan investasi ini diharapkan mampu memperkuat kapabilitas teknis Mitratel, terutama dalam memenuhi permintaan layanan konvergen di sektor telekomunikasi.

Dalam Key Discussion, Mitratel juga menjelaskan bahwa kebijakan dividen yang diumumkan kali ini tidak mengurangi kemampuan perusahaan untuk melakukan pembangunan infrastruktur. Fokus utama tetap pada ekspansi jaringan tower dan inovasi layanan seperti PaaS, yang diperkirakan akan meningkatkan pendapatan non-telekomunikasi. Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas dan memperkuat posisi sebagai mitra strategis dalam transformasi digital Indonesia.

Perubahan Struktur Direksi dan Tantangan Kepemimpinan

RUPST juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Noorhayati Candrasuci diangkat sebagai Direktur Investasi, menggantikan Hendra Purnama yang telah menjabat sebelumnya. Key Discussion menyebutkan bahwa perubahan ini bertujuan mengoptimalkan kepemimpinan di bidang keuangan dan ekspansi bisnis. “Direktur baru ini memiliki pengalaman yang mendalam dalam industri telekomunikasi, sehingga bisa memberikan arahan yang lebih strategis,” terang Theodorus.

Susunan Direksi saat ini mencakup Direktur Utama Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Keuangan Ian Sigit Kurniawan, Direktur Operasi & Pembangunan Hastining Bagyo Astuti, Direktur Pengelolaan Aset Fandi Wijaya, serta Direktur Investasi Noorhayati Candrasuci. Key Discussion mengindikasikan bahwa konsensus internal terhadap visi jangka panjang perusahaan semakin solid, dengan penyesuaian KBLI sebagai langkah untuk mencerminkan pergeseran fokus bisnis. Dengan struktur direksi yang baru, Mitratel berharap mampu menjaga keseimbangan antara distribusi keuntungan dan pengembangan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *